Konpirasi Alam Semesta: 4

3.9K 856 20

Malam hari dimana aku menyetir sendiri seperti biasanya, kali ini, berbeda dari malam-malam sebelumnya, sedikit mendebarkan karena di sampingku ada orang lain. Lebih tepatnya pria asing.

Magic apa yang Ia tebar padaku hingga aku 'seberani' ini terhadap orang asing.

Dengan pria ini, pria yang berhasil menarik perhatianku di pertemuan pertama kalinya dan alam mempertemukan kami kembali.

Hatiku bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi padanya? Pukulan itu?

Hatiku ingin tahu dan mengenal lebih pria ini. Tapi kenapa harus?

Di perjalanan menuju rumah sakit, pria ini lebih banyak diam. Sesekali dia terdengar merintih. Sejujurnya baru ini aku mendengarnya kesakitan setelah beberapa waktu lalu. Mungkin di awal dia menahan diri.

"Saya akan ganti semua. Termasuk jasa antar saya ke rumah sakit." Ucapnya tiba-tiba memecah keheningan di antara kami.

"Hemm." Jawabku singkat. Tidak ingin orang asing ini menangkap gelagatku yang aneh karena gugup.

Sesampainya di UGD rumah sakit, pria tersebut segera mendapatkan penanganan.

Salah seorang perawat mendatangiku. Ia berdiri di dekatku yang sedang mengawasi seorang dokter tengah memeriksa pria tersebut.

"Mbak? Pasien atas nama siapa ya?"

"Ngg.. nggak tahu."

"Kok istrinya sendiri nggak tahu?"

Apa dia bilang?

"Sus.. saya belum menikah. Dan orang ini saya baru aja ketemu, karena dia ngerusak mobil saya."

Setelah tidak mendapatkan jawaban yang diperlukan dariku, suster ber-nametag Rani itu segera mendekati pria 'driver ojol-ku' beberapa waktu yang lalu, setelahnya pria itu menyuruhku mendekat.

Anehnya. Hatiku kembali berdegup saat harus berinteraksi dengannya.

"Apa?" Responsku pada arahan tangan kirinya yang ditujukan padaku.

"Dompet saya di saku kiri jaket yang kamu pegang. Semua identitas saya disitu."

Dengan tanggapan 'oh' dariku, aku segera mengambilkan dompet miliknya yang ada di saku jaket jeans biru navy itu.

"Cari KTP atau SIM yang mana yang kamu lihat lebih dulu." Perintah pria itu dengan jelas.

"Yakin saya yang buka?" Tanyaku tegas.

Pria itu mengangguk sambil sesekali menahan sakit saat tangannya tengah diperiksa.

"Ini suster KTP nya." Tanpa melihat sedikitpun identitas sang pria driver ojol itu, aku segera memberikannya pada suster.

Suster tersebut segera membawanya ke bagian administrasi. Namun selang beberapa menit, suster itu kembali lagi kali ini sedikit terburu dengan memberikan isyarat pada dokter yang sedang memberikan pertolongan pertama pada pria misterius itu.

"Pak Rama. Maaf, saya teleponkan segera dokter Hari supaya bisa menangani bapak." Ujar sang dokter pada pria itu. Lantas tidak ada jawaban balasan dari sang pasien.

"..."

"Maaf pak sesuai protokol VVIP saya tidak bisa menangani Bapak."

Aku yang mendengar percakapan tersebut tidak mengerti apa yang tengah terjadi. "Maksudnya apa Dok? Bapak ini nggak bisa dapat perawatan?"

"Begini Mbak. Ada dokter spesialis yang bisa menangani Pak Rama. Saya hanya dokter umum."

"Terus berapa lama dokternya datang? Besok? Keburu pingsan dong pasiennya." Ucapku ketus.

"Saya baik-baik saja Ayun.."

Aku sedikit kaget mendengar ucapan pria yang katanya bernama Rama itu. Maksudku perkataanku tadi adalah sebuah sindiran, inginku kami bisa segera menyelesaikannya hari ini juga, sehingga tidak perlu berlama-lama aku berurusan dengannya.

Sang suster pun angkat bicara. "Maaf mbak. Jadi pak Rama ini dari keluarga VVIP. Tidak bisa sembarang dokter yang menangani. Dokter Hari akan tiba sepuluh menit lagi."

"Ayun.." pria itu kembali menyebut namaku semudah itu namun efeknya di hatiku begitu kuat sehingga menyebabkan degupan jantung yang tidak berirama.

Ini kenapa ya Tuhan?

Belum sempat aku menoleh padanya, tiba-tiba rombongan beberapa orang yang datang dari antah berantah segera mengepungnya. Aku yang tengah berdiri sambil setengah bingung tiba-tiba muncul banyak orang, digiring begitu saja oleh beberapa diantara mereka.

"Lho.. kalian siapa?? Mau dibawa kemana saya??"

Tanpa mendapat jawaban pasti, aku hanya bisa pasrah mengikuti kemana permainan hidup ini membawaku.

Konspirasi Alam SemestaBaca cerita ini secara GRATIS!