° 1

46.3K 4.6K 969
                                        

Hello, there. Welcome to chapter one. Don't forget to give a vote and comment if you enjoy it.

Ready?

Enjoy!

Pagi ini, seorang laki-laki bertubuh tinggi terlihat sedang sibuk berkutat didapur sendirian.

Saat ini jam masih menunjukkan pukul 5 pagi yang artinya masih terlalu pagi untuk berangkat kesekolah karena sekolahnya hanya berjarak 500 meter dari rumahnya.

Lee Jeno, nama laki-laki itu.

Sejak 10 menit yang lalu, dia sibuk memanggang roti dan menggoreng daging yang sepertinya akan dibuat menjadi sebuah sandwich.

"Loh? Jen? Ngapain subuh-subuh gini udah masak?" Suara seseorang dari arah belakang.

Jeno menoleh. Ternyata Donghae, papah Jeno.

"Eh, papah. Pagi pah. Ini, Jeno lagi bikin bekal buat ke sekolah pah" Ucap Jeno.

Papah Jeno pun menghampiri Jeno yang masih sibuk menggoreng.

"Buat siapa? Kok banyak banget?" Tanya papah Jeno.

"Ini pah, sekalian buat squad juga"

"Oh itu ya, si Jaemin, Renjun sama Haechan kan?"

"Iya pah" Jawab Jeno.

"Kirain papah ada maling lagi masak didapur subuh-subuh, ternyata Jeno"

"Hehe, iya pah. Papah tidur aja lagi, nanti Jeno bangunin"

"Engga deh Jen, udah terlanjur bangun. Papah juga laper nih, sekalian bikinin buat papah sarapan ya Jen"

"Oke deh pah"

Yap, Jeno adalah anak yang berbakti.

Jeno selalu menuruti perintah papahnya karena papahnya adalah satu-satunya orang tua yang ia punya.

Ibunya meninggal karena kecelakaan saat Jeno masih berumur 4 tahun, saat itu ibunya juga sedang mengandung adik Jeno. Tapi kecelakaan merenggut nyawa keduanya.

Sejak saat itu, papah Jeno lah yang mengurus Jeno sampai saat ini, sendirian. Papah Jeno tak pernah berfikir untuk menikah lagi meskipun Jeno sudah berulangkali menyuruhnya untuk menikah lagi dengan alasan 'papah juga harus bahagia'.

Namun papahnya selalu bilang 'Liat Jeno bahagia juga udah bisa bikin papah bahagia'

Dan itulah yang membuat Jeno berfikir untuk selalu membahagiakan papahnya. Kalau bukan Jeno, siapa lagi?

Karena papahnya bersikeras tidak mau menikah lagi.

Itu kisah Jeno dipagi hari ini, sekarang mari kita beralih ke seorang anak laki-laki yang sudah dilepari galon kosong pagi ini. Iya, galon kosong.

Dia adalah Haechan, orang yang selalu membuat keributan tanpa mengenal waktu.

Seperti saat ini, Haechan diduga telah membolongkan(?) daster kesayangan mamahnya.

"Mah yaAllah mah! Ampun astagfirullah!!" Teriak Haechan dengan suara melengking yang bisa membuat jendela rumah pak rt pecah.

"ITU DASTER MAMAH KUNAON BISA BOLONG KAYA KITU CANN!?!?" Teriak mamahnya tak kalah berisik.

"Ya atuh lagian mamah nyuruh ecan nggosok baju semalem! Mah udah atuh mah galon orang jangan dilepar-lempar!" Teriak Haechan tak mau kalah.

Kebetulan sedang banyak galon kosong dirumah Haechan, jadi sang mamah pun tak perlu berfikir lagi untuk melempari Haechan dengan barang lain.

[1] Keep Running;Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang