Leanita Sheyn Rychel

4 1 0
                                        

Lea. Leanita Sheyn Rychel. Seorang gadis yang ceria dan easy going dengan siapa saja. Tak ada yang merasa canggung dengannya, kepribadiannya tersebut membuat Lea mudah disenangi dan menyenangkan bagi orang sekitarnya. 

“Lea!, lo mau ke kantin ngga? Gue sama yang lain mau pergi nih.” ,”Ngga usah Lita, gue disini aja mau ngadem dikelas sendirian mumpung sepi.” Lita mengangguk tanda mengerti dan berlalu pergi dengan teman yang lain.

“aah.. ngantuk gue , begadang ga kira sih, maenan ig terus..” ucapnya setelah menghela nafas. Lea memandangi lapangan sekolah yang dari arah jendela, Kelas Lea ada di lantai 2 dan menghadap ke lapangan yang memang berada di tengah gedung - gedung bertingkat yang mengitari lapangan tersebut. Sekolah Lea memang salah satu sekolah swasta elit terbaik yang berada di Indonesia, entah dari segi sarana prasarana, hingga banyaknya prestasi yang didapat oleh siswanya.
Sepi dan senyap mendominasi kelas lantaran memang hanya Lea saja yang berada di kelas, sejuknya AC mengundang Lea untuk memejamkan mata dan menenangkan diri.

….

Semilir angin sejuk menyentuh permukaan kulit Lea, membangunkan tubuh yang sedang tertidur pulas tersebut. Lea mengerjapkan mata mengkondisikan netranya yang belum terbiasa dengan cahaya yang menyapa wajahnya, “waah, gue ketiduran ya ? Loh.. ini dimana? Gu-gue kok bisa ada disini? K-kan tadi gue di kelas?” menatap bingung pada sekitar , Lea sedang duduk di bawah pohon rindang dan berhadapan dengan danau dengan air biru yang jernih , danau tersebut tidak besar, namun tak bisa pula untuk dikatakan kecil.meniti lagi ke sekelilingnya, di pinggir danau tersebut banyak jenis tanaman buah yang tingginya dapat dijangkau tangan jika ingin mengambil buahnya, menjauh lagi jarak dari danau terdapat hutan yang membatasi sehingga membuat daerah seputaran danau ini tak terlihat dari wilayah dalam hutan.  “Astaga, ini gue dimana sih? Ini seriusan gue disini? Atau waktu gue lagi tidur tadi gue diculik dan dibuang di sini ya? Macem diasingkan ? emang gue salah apa?” Lea sibuk mengelilingi danau mencari sesuatu yang mungkin menurutnya bisa menjelaskan tentang mengapa dia bisa berada di sini.
Grskk….grsskk , suara berisik yang memancing perhatian itu membuat Lea berjengit kaget.  Grskkk,, grskkk , grskkk.. merasa suaranya berasal dari arah rumput rimbun yang tumbuh lebih tinggi dari sekitarnya , Lea berjalan menghampiri sambil membawa tongkat kayu yang sebelumnya dia ambil dari dekat dia berdiri sebelumnya “siapa disana? “ , grskkk..grskk,, Dashh!! keluarlah kelinci berwarna hitam dari rerumputan tadi, menatap diam ke Lea,  “Ke- KELINCI!!, ya ampun imut banget gila!” diambilnya kelinci itu kedalam gendongannya. “Ya ampun.. lo imut banget sih,,, ucul bangeet” , “Lepas, manusia bodoh!” , “Eh? Ada yang ngomong ya? Siapa?” melihat sekeliling memastikan pendengarannya tadi tidak salah, “Saya yang berbicara! Dasar dungu!”, terkejut karena makhluk yang berada di gendongannya berbicara, refleks Lea melempar kelinci tersebut.”Wuaahhh,, ini kelinci bisa bicara? Ya gusti, tolong hambamu, dosa apa gue sampe ketemu kelinci ngomong ya tuhan”,”Lepas ya lepas saja, tidak perlu sampai melempar saya kan? Lagian kamu dari mana? Ini bukan wilayah hutan yang mudah dijangkau manusia”, “ini, lo bisa ngomong beneran? Bu-bukan robot ?” , “kamu bicara apa, disini tidak ada yang namanya ‘lo’. Dan kamu belum menjawab pertanyaan saya tadi! Kamu kenapa bisa ada disini?”, “E-eh, gu- saya tidak tau , tiba tiba ada disini. Dan kamu ini robot ya? Canggih bener sampe bisa gue kira beneran” , “robot? Nama saya Herm, bukan Robot.. dan Robot itu nama yang tidak pernah saya dengar” , “jadi lo , eh kamu bukan robot? Kamu beneran kelinci? Kelinci yang bisa ngomong?” , “kenapa terkejut? Disini semua hewan dan manusia bisa berbicara , tidka mungkin manusia yang sudah dewasa seperti kamu tidak tahu!” , “saya emang tidak tau! Saya bahkan bertanya – tanya saya sebenarnya ada dimana” , “melihat dari pakaian  dan muka dungumu yang seperti tidak tau apa - apa itu, aku cukup yakin kamu bukan dari sini,  kamu berasal dari bumi ya? “ , “eh? Emang ini bukan bumi? L-kamu bertanya seperti kamu bukan berada di Bumi saja” “ternyata benar. Perlu kamu tahu, ini bukan Bumi, ini dunia kami, Maison.”

“oh..EEHHHHHH???”

Note:
Hello, dengan Miyu disini :3 , sebenernya ini tuh cerita pertama gue 😂, dan mengarang bukan spesialisasi gue ,jauh banget..

Apalagi ini tuh genre nya fantasy(buat sekarang) , ga tau kalau nanti , entah nyelip genre apa lagi.. Gore mungkin? .g

Liat darah dikit aja gue mual 😂. Yang jelas semoga ini work bisa berkembang. aamiin 😇

Thanks 😍

Hai finito le parti pubblicate.

⏰ Ultimo aggiornamento: Dec 06, 2018 ⏰

Aggiungi questa storia alla tua Biblioteca per ricevere una notifica quando verrà pubblicata la prossima parte!

MAISONDove le storie prendono vita. Scoprilo ora