[13] Friend Zone

65 4 0

Chanyeol benar-benar tidak bisa tidur. Ia sudah membolak-balik tubuhnya berulang kali dan terus mengganti posisi tidurnya di kasur. Terkadang ia menutup wajahnya dengan selimut namun beberapa detik kemudian ia menendang selimut itu karena merasa terlalu panas. Entah apa yang sedang mengganggu pikirannya saat ini.

Untuk ke sekian kalinya ia terus teringat dengan kalimat Serin saat ia menjemputnya di bandara. Tiba-tiba sekali gadis itu berkata bahwa ia telah berpacaran dengan lelaki bernama Do Kyungsoo yang selama ini ia ketahui bahwa Serin sangat tidak menyukainya. Ia pun begitu, ia juga tidak suka pada lelaki itu hanya karena Serin juga tidak menyukainya. Entah sejak kapan dan bagaimana bisa keduanya tiba-tiba memiliki hubungan seperti itu.

Aaaah! Gadis itu, kenapa ia tidak pernah cerita sebelumnya?

Bukan hanya ia saja yang kaget bukan main dengan perkataan Serin, Baekhyun pun juga begitu. Malah ia lebih syok karena gadis yang ia anggap sahabat sejak kecil bahkan tidak pernah mengatakan hal itu. Tapi ia sendiri sebenarnya juga tidak tahu apakah Baekhyun benar-benar baru mengetahui hal ini atau justru sebenarnya ia sudah tahu tapi sengaja menutupinya dari Chanyeol? Entahlah, hanya mereka berdua yang tahu pikiran mereka masing-masing.

Chanyeol bangun dari tempat tidurnya. Dengan gusar ia pergi menuju dapur, membuka kulkas dan mengambil sebotol minuman bersoda dan menuangkannya ke gelas. Diteguknya minuman itu dengan cepat hingga ia tersedak dengan sendirinya. Chanyeol batuk dengan keras karena gas yang terkandung dalam minuman itu masuk ke dalam kerongkongannya dengan cepat, hingga ia tak sadar bahwa kakak perempuannya sudah datang ke dapur dan melihatnya.

"Kau belum tidur?" tanya Yoora yang melihat Chanyeol sedang terbatuk-batuk akibat minuman bersoda yang diteguknya.

Chanyeol terdiam dan hanya menatap kakaknya.

"Gwaenchana?" Yoora kembali bertanya pada Chanyeol karena adiknya tidak menjawab dan hanya diam menatap dirinya.

Yoora merasakan sesuatu yang aneh pada adiknya. Ia datang menghampiri Chanyeol, menarik kursi dan duduk di dekat lelaki itu.

"Wae geurae?" tanya Yoora sekali lagi.

Chanyeol menghela nafas. "Nuna..."

"Waeee?" Yoora menjaga nada bicaranya selembut mungkin.

Adik kesayangannya itu menarik kursi meja makan dan ikut duduk di depannya. Sepertinya ada yang sedang ia pikirkan.

"Nuna, pernahkah kau merasa kehilangan saat mengetahui temanmu sudah memiliki pacar?"

Yoora tersenyum. "Ani, aku justru malah senang ketika teman baikku sudah memiliki kekasih. Kenapa aku harus terganggu dengan itu?"

"Aku tidak tahu, tapi entah kenapa aku justru malah merasa terganggu, apalagi aku baru mengetahuinya setelah sekian lama. Temanku itu bahkan tidak memberitahu sama sekali sampai akhirnya ia baru mengatakannya setelah beberapa waktu."

"Itu kan hak dia ingin memberitahumu atau tidak, apalagi itu mengenai kehidupan pribadinya. Jadi mengapa kau merasa harus mengetahui setiap rahasia yang ia punya?" kata Yoora kemudian meraih sebuah gelas dan menuangkan air ke dalamnya.

Alis Chanyeol mengkerut. "Jadi ia sengaja merahasiakannya padaku?"

"Ani, bukan begitu maksudnya Chanyeol-ah. Sebaik apapun hubunganmu dengan temanmu, masih ada hal-hal yang tak bisa kau raih hanya karena kau sangat dekat dengannya. Ada hal-hal yang tidak bisa selalu ia katakan padamu walaupun ia sebenarnya sangat percaya padamu. Itu tergantung dari perspektif dia. Kalian adalah dua kepala yang berbeda, jika menurutmu hal seperti itu bisa kau ceritakan dengan mudah pada orang lain, belum tentu ia juga merasa begitu." jelas Yoora panjang.

Universe in His EyesWhere stories live. Discover now