Chapter 3

1.9K 113 2

10 years ago

Seorang pria sedang duduk bersila sambil mengatur nafas nya yang terengap-engap akibat menyelesaikan pertandingan persahabatan antar sekolah dengan kemenangan atas pihak lawan. Raut kekecewaan sangat terlihat jelas di wajah pria itu, dalam hati dia memaki diri nya sendiri yang harus kalah di pertandingan yang berlokasi di sekolah nya sendiri.

Pria itu merasakan sebuah benda dingin menempel di kening nya. Pria itu mendongak dan mendapati seorang wanita sedang tersenyum lebar di sana. Pria itu pun ikut tersenyum sambil menerima minuman isotonik dingin pemberian wanita itu.

"Makasih baby "pria itu langsung meneggak habis minuman isotonik kemasan biru kemudian membuang botol nya kedalam tempat sampah.

"Are you okay? "Perempuan itu menepuk pundak lelaki di sampingnya.

"Aku payah ya? Aku nggak bisa buat sekolah kita memang lawan Budi pekerti "pria itu menunduk menatap tali sepatu nya yang tidak terikat.

"Hey... Baru kalah sekali aja kamu udah kayak mau kehilangan nyawa "

"Kamu tau kan sekolah kita berharap banyak sama aku "

"Kamu cuma manusia biasa mickey wajar kalau kamu gagal, pemain bulu tangkis yang udah pro aja bisa kalah "

"......"

"Denger aku "wanita itu menangkup wajah pria disampingnya sehingga posisi mereka saling berhadapan. "Aku percaya kamu, suatu saat kamu akan jadi atlet hebat, kamu akan bawa nama Indonesia bukan cuma nama sekolah kita doang di hadapan orang-orang di luar negri sana, i trust you "perempuan itu tersenyum.

"Can't i ? "

"Tentu aja baby, aku kenal kamu sejak kita masih sama-sama nge dot, masih sama-sama ngompol malah"wanita itu terkekeh.

Pria itu tersenyum. "Aku sih nggak pernah ngompol, kamu kali tuh "pria itu mengacak rambut gadis di hadapannya.

"Suka - suka kamu deh mickey, ayo ke kantin traktir aku bakso "perempuan itu menarik tangan pria di sampingnya.

"Loh kok aku yang traktir? Kan aku kalah? "

"Sst.. Diem pasal 1 cewek selalu benar, pasal 2 cewek masih benar "

"Iya iya bawel "

Mereka berdua berjalan menuju kantin sambil bergandengan tangan. Membuat beberapa mata yang menyaksikan mereka terutama para wanita menatap si gadis dengan tatapan iri .

~~~~

Romeo menatap dua orang yang sedang tertawa dengan tatapan datar. Romeo mengamati pria yang sedang duduk di hadapan juliet sambil mengingat-ingat wajah pria itu yang sepertinya nampak tidak asing. Mau tidak mau romeo berjalan mendekati meja tempat duduk mickey dan juliet.

"Lo dicariin sebentar lagi make up"

Juliet berhenti tertawa dan langsung menatap tajam romeo. "Iya gue tau lagian gue gak butuh waktu lama buat make up"

"Dia siapa baby? "Mickey mengedikkan bahu ke arah romeo.

"Oh dia manajer sementara aku "

"Oh.. Aku fikir pacar kamu "

"Pacar? Hahaha aku tentu aja masih sexy, free and single "juliet mengedipkan mata kiri nya.

Romeo yang menatap tingkah juliet yang sedang menggoda pria yang bernama mickey itu rasanya ingin muntah. Bukan karena romeo cemburu hanya saja baru kali ini dia bertemu dengan wanita yang tingkat PD dan Centil nya melebihi batas normal wanita pada umum nya.

Romeo & Juliet  ( Another Story ) #Wattys2018 ( Complete )Baca cerita ini secara GRATIS!