Top Hallyu : 05 [Part 1]

22.4K 4.9K 524
                                    

"Kita mau kemana?" tanya Fara. Ia memasang seatbelt, lalu menoleh ke arah Baekhyun. Untuk pertama kalinya pria itu mau menyetir. Biasanya Baekhyun hanya akan duduk manis di kursi penumpang dan memerintahkan Fara untuk menyetir.

"Menjemput temanku di bandara," jawab Baekhyun. Pria itu fokus dengan kemudinya.

Fara mengerjit, "Kau punya teman?"

Ya, pantas saja Fara menanyakan hal itu. Sejak 1 tahun mengenal Baekhyun, Fara tidak pernah melihat pria itu bergaul dengan orang lain selain orang-orang dari kalangan selebritis, yang tidak lebih dari sekedar rekan kerjanya. Jika ada waktu luang, Baekhyun memilih bermalas-malasan di apartemen.

"Hem, entahlah. Akhir-akhir ini hubungan kami merenggang." Baekhyun berkata dengan nada yang tidak yakin.

"Jadi, kalian bertengkar?" selidik Fara.

Baekhyun hanya diam. Ia menginjak rem saat lampu di depannya berganti warna menjadi merah.

"Aku tebak.... Pasti karena wanita. Iya, kan?" Fara terkekeh saat Baekhyun berdecak sinis.

"Di dalam pertemanan itu memang ada fase dimana kita membenci teman kita sendiri. Entah itu karena mereka tidak peduli, terlalu cuek, atau kadang-kadang mereka bersikap menyebalkan. Menurutku hal seperti itu wajar, mengingat kita manusia tidak pernah lepas dari kesalahan." Fara mendesah pelan, "Aku tidak terlalu mengerti tentang pertemanan pria dewasa, mengingat aku bukan pria dan aku tidak pernah memiliki teman. Tapi kau beruntung sekali, Baek. Kau memiliki teman."

Baekhyun menatap gadis di sampingnya. Rasanya sangat tidak mungkin kalau seseorang dengan kepribadian ramah seperti Fara tidak memiliki teman. Gadis itu terlihat supel dan mudah bergaul.

"Kenapa?"

Fara menoleh, "Maksudmu?"

"Kenapa kau tidak memiliki teman?" tanya Baekhyun. Ia menginjak pedal gas, membuat mobil Alphard sewaannya melaju kencang.

Fara menggaruk tengkuknya. Iya? Kenapa dia tidak pernah memiliki teman? Fara ingat, dulu banyak orang mendekatinya, menganggapnya sebagai seorang teman. Tapi saat bisnis ayahnya bangkrut, Fara ditinggalkan seorang diri, dibuang, dianggap sebagai orang asing.

"Karena aku tidak mempunyai uang," gumamnya. "Kau tahu, Baek. Terkadang di dalam pertemanan kita membutuhkan uang."

"Di Las Vegas, aku mempunyai kenalan yang suka berjudi. Mereka hanya menganggapku sebagai teman jika aku ikut bermain bersama mereka. Tapi masalahnya, aku tidak mempunyai uang. Kejadian itu juga berlangsung saat aku bekerja di mall. Rekan kerjaku mengajakku ke cafe, shopping, dan mengabiskan hari libur untuk travelling, tapi sayangnya aku tidak mempunyai uang. Jadi aku menolak keinginan mereka. Dan ya... Akhirnya aku berakhir seorang diri."

"Berteman itu sulit. Kalau kau? Bisa kau ceritakan tentang teman-temanmu?"

Baekhyun menoleh. "Jika kau tidak ingin, ya sudah. Aku tidak memaksa," ujar Fara. Bibirnya mencebik melihat ekspresi Baekhyun.

"Nanti aku ceritakan. Kita hampir sampai." Baekhyun memakirkan mobilnya di depan bandara. Pria itu mengirim pesan ke salah satu temannya, lalu duduk tegap menunggu kedatangan mereka.

Baekhyun tidak mungkin keluar dari mobil, karena wajahnya tidak asing lagi di Thailand. Jadi kemungkinan orang-orang di sana mengenalinya.

"Kemana mereka? Kenapa lama sekali?" tanya Fara saat teman-teman Baekhyun tidak kunjung datang.

Ia melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Itu artinya mereka sudah menunggu selama 15 menit.

"Kata Sehun, anaknya memaksa membeli makanan di food court. Kita tunggu lagi 10 menit."

"Sehun itu temanmu?" tanya Fara.

Baekhyun mengangguk, "Iya, dia sudah menikah dan sekarang sudah punya dua anak."

"Kau kapan, Baek? Tidak ingin mempunyai anak?" goda Fara.

Baekhyun menggeleng, "Untuk sekarang belum. Tidak tahu nanti."

"Kau sudah 33 tahun. Nanti kita bercerai, umurmu sudah 37 atau mungkin 38 tahun. Kau tidak ingin menikah sungguhan, Baek? Hidup bahagia dengan pasanganmu, tanpa drama."

Baekhyun menggeleng, "Sulit sekali. Aku tidak bisa."

"Kenapa?" Kening Fara mengkerut. "Apa kau menunggu, Jo? Aku dengar, Jo berpacaran dengan Taehyung."

Baekhyun hendak menjawab, tapi sebuah ketukan di kaca mobilnya membuat Baekhyun memalingkan wajahnya. Ia menatap kaca jendela.

"Ini kami! Buka pintunya, Baek!"

Fara mendongak. Tatapannya tertuju pada tiga orang pria yang mengetuk kaca mobil. Air liur Fara hampir menetes saat melihat pria-pria itu. Apalagi pria dengan kemeja abu-abu, yang terlihat begitu mempesona dengan kaca mata tebalnya.

Sial! Pria itu tinggi, dan terlihat sangat tampan. Tapi sayang.... Pria itu membawa seorang bayi perempuan bertubuh gendut. Lalu tatapan Fara beralih ke pria yang di sebelah kanan. Pria itu paling tinggi diantara mereka. Wajahnya juga tampan, meskipun pakaiannya hanya mengenakkan hoodie hitam yang tampak usang.

"Paman Baekhyun! Cepat buka pintunya! Ice cream-ku meleleh."

Dengan segera Baekhyun menekan tombol untuk membuka pintu. "Yeol, kau taruh kopernya di bagasi. Aku tidak bisa turun."

Pria berhoodie itu mengangguk, lalu mengumpulkan koper mereka untuk ditaruh di bagasi.

"Dia siapa, paman?" tanya seorang remaja laki-laki yang baru saja memasuki mobil. Laki-laki itu duduk di samping anak kecil yang membawa ice cream.

"Istriku. Fara, kenalkan. Yang paling besar namanya Axel, dan ini Jackson. Yang perempuan namanya Yebin," jelas Baekhyun.

Kepala Fara pusing karena terlalu banyak orang yang ia temui.

"Dan ini teman-temanku, yang duduk paling depan namanya Sehun, di sebelahnya Lay, dan yang paling belakang namanya Chanyeol."

Ketiga pria itu tersrnyum ke arah Fara.

"Jadi ini istrimu? Ya, Tuhan.... Karma berlaku, Baek. Kau menghina istri-istri kami, dan sekarang terima akibatnya!" Pria berhodie hitam yang duduk paling belakang tertawa terbahak-bahak.

Fara menyeringai, maksudnya apa?

Istri mereka jelek, dan dia juga jelek, begitu?

Istri mereka jelek, dan dia juga jelek, begitu?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Top Hallyu and Me (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang