Kontes Miss Fashion & Designer 2017

49 4 4

Sebelum berangkat menuju ke Balai Sarbini untuk mengikuti Kontes Miss Fashion & Designer babak pertama di hari pertama, Amira dan Sofie mendapat arahan-arahan dan nasehat-nasehat dari kedua orang tuanya Amira sendiri, Bu Indira, dan Winarti yang juga ikut dalam rombongan untuk mensupport dan menonton kontes tersebut, sedangkan Amanda dan Mirna akan mengikuti kontes Miss Fashion & Designer babak pertama di hari ketiga. Pada babak pertama, kontes Miss Fashion & Designer tersebut akan diselenggarakan selama seminggu mengingat jumlah kontestannya mencapai sekitar 2000an lebih yang berasal dari seluruh Universitas Negeri maupun Swasta se-Indonesia. Setelah babak pertama kontes tersebut selesai, 100 kontestan yang lolos diumumkan di sebuah papan pengumuman yang diletakkan di depan gedung Balai Sarbini.

"Yeeeaaaahhh, aku loloooosss!" teriak Mirna cukup kencang setelah mengetahui namanya ada di urutan ke-11 dari 100 kontestan yang lolos di papan pengumuman tersebut, lalu dia memeluk erat Steven. Steven juga ikut bahagia atas lolosnya Mirna ke babak kedua.

"Selamat ya sayang kamu lolos ke babak kedua!" ucap Steven sambil menciumi pipi kanan Mirna tiga kali.

"Terima kasih banyak ya sayang!" ucap Mirna kepada Steven sambil semakin mempererat pelukannya dan sedikit mengeluarkan air matanya.

"Gimana dengan kamu, Amanda??" tanya Steven kepada Amanda yang sudah dua kali mencari namanya di papan pengumuman tersebut dari nomor 1 hingga 100.

"Belum ketemu, Mir! Nggak tau nih! Mungkin namaku terselip!" jawab Amanda yang masih berusaha mencari namanya sambil berdesak-desakan dengan beberapa kontestan lainnya yang juga sedang mencari namanya di papan pengumuman tersebut.

"Minggir dong mas dan mbak! Kok malah berpelukan di depan kita sihh??" celetuk seorang kontestan yang hendak mencari namanya di papan pengumuman tersebut kepada Steven dan Mirna yang masih berpelukan di depan papan pengumuman.

"Iya! Minggir doongg!" teriak teman kontestan tadi.

"Huuuuhhhh!" sorak tiga kontestan bersamaan di belakang temannya kontestan tadi. Mirna masih memeluk erat tubuh Steven sambil menitikkan air matanya.

"Huuuuuuhhhh!" teriak tiga kontestan tadi bersamaan lagi, karena Mirna belum melepaskan pelukannya.

"Apa'an sih hah huh hah huh aja dari tadi!" tanya Mirna dengan marah setelah melepaskan pelukannya pada Steven sambil berkacak pinggang dan kedua matanya melotot kepada tiga kontestan yang meneriakinya.

"Huuuuuuuhhhh!" teriak tiga kontestan tadi bersamaan lagi sambil tersenyum-senyum.

"Dasar kalian semua katrok!" jawab Mirna dengan kesal yang masih kedua matanya melotot dan berkacak pinggang kepada tiga kontestan yang meneriakinya lagi barusan.

"Huuuuuuhhhh!" teriak tiga kontestan tadi bersamaan lagi sambil tersenyum-senyum.

"Sssstttt....jangan marah-marah ya sayang! Yuk kita sekarang ke taman!" kata Steven sambil menarik salah satu lengan Mirna yang masih berkacak pinggang dan kedua matanya melotot untuk menuju ke taman. Mirna pun segera pergi meninggalkan Amanda yang masih mencari namanya di papan pengumuman tersebut.

"Huuuuuhhhh!" teriak tiga kontestan tadi bersamaan lagi kepada Mirna dan Steven yang sedang berjalan bergandengan tangan menuju ke taman di depan Gedung Balai Sarbini. Mirna dan Steven tetap cuek saja. Satu menit kemudian, setelah Mirna berada di taman bersama Steven, dia mengirimkan pesan singkat ke HPnya Amanda untuk memberitahukan keberadaannya sekarang dengan Steven. Sepuluh menit kemudian, Amanda datang menghampiri mereka berdua sambil berteriak-teriak kegirangan.

"Yeeeaaaahhhh, aku loloooossss! Yeaaaaahhhh, aku lolooooosss!" teriak Amanda dua kali dengan suara keras sekali ketika berada di dekat Mirna dan Steven yang sedang duduk saling berdekatan di taman. Mirna dan Steven langsung berdiri.

Gaun Merah Jambu AmiraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang