Top Hallyu : 03 [Part 1]

23.4K 5.2K 392
                                    

Sepulang dari Daegu, Baekhyun langsung berjalan ke kamarnya yang berada di lantai dua. Sedangkan Fara harus membereskan koper-koper Baekhyun yang berisi baju-baju kotor. Ada sekitar 3 koper, padahal Baekhyun hanya menginap di Daegu selama 5 hari.

"Baek, kau mau aku buatkan teh hangat?" tanya Fara. Tadi saat di mobil, Baekhyun membantu Fara mengoleskan salep di wajahnya. Dan saat itu Fara bisa merasakan kalau Baekhyun sedang demam.

Baekhyun menggeleng, "Nanti jam 12 malam tolong bangunkan aku."

Fara mengernyit, "Bukannya kau baru pulang? Mau kemana lagi?"

"Ada jadwal fanmeet di Thailand. Jam 2 pagi pesawatnya sudah take off."

"Kau gila!"

Sungguh, Fara tidak mengerti kenapa seorang selebritis selalu menyiksa dirinya dengan jadwal yang padat. Mereka seolah lupa membahagiakan diri mereka sendiri. Fara sering bertanya-tanya, apakah sekarang Baekhyun bahagia dengan kehidupan yang dia jalani?

Dia selalu bangun di jam 5 pagi untuk olahraga, lalu jam 7 Baekhyun pergi ke lokasi syuting. Di sela-sela istirahat Baekhyun akan melakukan latihan menyanyi dan menari, untuk mempersingkat jadwal latihannya sebelum comeback.

Dan bahkan setelah latihan berbulan-bulan untuk comeback, Baekhyun harus melakukan serangkaian promosi. Dia tampil di acara musik sekitar 3 kali seminggu, muncul di program radio, fansign, wawancara dengan majalah lokal, menjadi bintang tamu di acara variety show. Rasanya...Baekhyun hanya tahu bagaimana caranya mencari uang, hingga lupa menikmati hasil kerja kerasnya.

Fara tidak ingat kapan Baekhyun bisa makan enak, bisa jalan keluar negeri tanpa harus khawatir ada yang mengambil fotonya diam-diam. Dia selalu was-was dengan sekitarnya, dan itu menular ke Fara yang mau tidak mau harus menjaga sikap mengingat dia seorang istri Top Hallyu.

Fara pernah bertanya, "Apa kau tidak lelah?" Dan Baekhyun menjawab, "Ini jalan yang aku pilih, dan aku akan berusaha sampai akhir."

What the hell, jawaban seperti apa itu? Dia terlihat pasrah.

"Aku rasa kau deman. Mau aku bawakan obat?" teriak Fara saat punggung Baekhyun mulai menjauh.

"Sepertinya kau yang demam. Tumben sekali perhatian denganku," cibir Baekhyun.

"Kalau tidak mau... Ya sudah!" Fara memalingkan wajahnya.

"Nanti bawakan aku obat demam dan vitamin. Antarkan ke kamarku, kalau aku masih tidur, jangan dibangunkan. Taruh saja obatnya di meja."

Fara hanya mengangguk. Baekhyun segera masuk ke kamarnya yang berada di sebelah kamar Fara.

Ya, mereka tidur di kamar yang berbeda. Kata-kata Fara yang mengatakan kalau Baekhyun selalu puas dengan pelayanannya di ranjang, hanya bualan semata. Jangankan menidurinya, menyentuh tangan Fara saja Baekhyun terlihat enggan.

Setelah menaruh baju-baju Baekhyun di mesin cuci, Fara mulai menyiapkan makan malam. Setidaknya sebelum berangkat ke bandara, Baekhyun harus makan. Fara tidak ingin Baekhyun mati kelaparan, mengingat tadi saat makan di restaurant, Baekhyun terlihat enggan menyantap makanannya. Nanti kalau Baekhyun mati, siapa yang akan memberinya uang? Fara tidak yakin namanya ada di daftar ahli waris suaminya itu.

Tok! Tok! Tok...

"Baek... Aku masuk!" Fara membuka knop pintu, lalu menaruh obat yang ia bawa di meja kecil yang ada di samping tempat tidur.

"Baek, kau masih tidur?" bisik Fara. Ia menyentuh kening Baekhyun, dan ternyata demam pria itu semakin parah.

Fara merenggut, kalau tidak segera dibangunkan, Baekhyun bisa dilarikan ke IGD karena kejang akibat suhu tubuhnya yang terlalu panas.

"Baek, bangun dulu. Minum obatnya."

Pria itu mengerjap, lalu membalik tubuhnya menghadap Fara.

"Kau tidak ingin ke dokter? Atau mau aku telponkan manajermu?"

Baekhyun menggeleng. Wajah pria itu terlihat pucat. Dengan sigap, Fara membantu Baekhyun duduk lalu menjejali mulut pria dengan obat.

"Minum airnya!"

Baekhyun menurut. Ia menegak air yang dibawakan Fara hingga tandas.

"Kau sudah menyiapkan baju yang akan dibawa ke Thailand?" tanya Fara.

Baekhyun menggeleng.

"Manajer Nam tidak menyiapkannya?"

"Tidak, kalau baju pribadi aku menyiapkannya sendiri," ujar Baekhyun serak.

Fara mendengus kesal, "Nanti aku siapkan. Kau tidur saja."

Fara menaikkan selimut hingga dagu Baekhyun, lalu menaikkan suhu ruangan agar pria itu lebih hangat. Setalah itu Fara membongkar walk in closet untuk menaruh beberapa potong baju, celana dalam, handuk, peralatan mandi, dan beberapa vitamin agar tubuh Baekhyun tetap fit.

Jam sudah menunjukkan pukul 11. 30 KST, Fara menyentuh kening Baekhyun. Demam pria itu belum turun. Bahkan sekarang tubuhnya menggigil kedinginan.

Fara yang sedikit khawatir menghubungi manajer Nam, tapi pria menyebalkan itu malah tidak mengangkat teleponnya.

"Baekhyun, bangun.... Aku antarkan ke dokter, ya?" ujar Fara, tapi pria itu tidak kunjung membuka matanya.

"Baek! Setidaknya makan dulu, kau belum makan malam," imbuhnya.

Baekhyun meringis. Fara langsung menambah bantal di punggung Baekhyun agar pria itu bisa duduk dengan tegap.

"Aku suapi."

"Itu apa?" tanya Baekhyun saat Fara mengambil makanan yang sebelumnya ia taruh di atas meja.

"Bubur gandum. Makanlah sedikit, agar perutmu lebih baik."

Baekhyun tidak menolak. Ia membuka mulutnya saat Fara menyendokkan bubur encer itu. Rasanya sedikit aneh karena lidahnya pahit, tapi karena tidak punya pilihan lain, Baekhyun menelannya.

"Mau aku antarkan ke dokter?" tanya Fara sambil mengambilkan air minum untuk Baekhyun.

Pria itu menggeleng, "Sekarang jam berapa?"

"Sudah hampir jam 12 malam. Tapi kau tenang saja, tadi aku sempat mengirim pesan ke Manajer Nam dan meminta dia untuk menunda penerbangan. Jadi kau masih punya waktu 3 jam untuk tidur."

"Kau yakin akan berangkat ke Thailand? Di Bangkok ya fanmeet-nya?" tanya Fara memastikan, "Nanti fans-mu khawatir kalau kau pingsan."

Ya, kemarin Baekhyun pernah muntah saat bernyanyi di atas stage, dan seperti biasa penggemarnya menangis histeris.

"Kenapa kau cerewet sekali? Ini hanya demam. Aku bisa menahannya."

"Ya sudah, terserah kau saja," ujar Fara ketus. "Nanti kalau ada apa-apa pasti aku yang repot."

Baekhyun berdecak, "Matikan lampunya, aku mau tidur."

Dengan perasaan dongkol, Fara beranjak dari pinggir ranjang untuk mematikan lampu ruangan, "Aku tunggu di sofa, ya."

"Hem, jangan berisik," gumam Baekhyun, sebelum pria itu menutup matanya.

"Hem, jangan berisik," gumam Baekhyun, sebelum pria itu menutup matanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Top Hallyu and Me (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang