11

5.7K 370 13

Pov Caroline
Hari ini aku akan mencoba kabur dari istana milik Alfa, di pagi buta aku bangun dan keluar dari kamarku, keadaan diluar kamarku sangat sepi yang membuat aku dapat dengan mudah berjalan kearah pintu keluar, aku harus bisa keluar karena jika tidak aku akan mendapatkan hukuman yang berat, Alfa pasti sedang tidur sekarang begitupun dengan Alvi yang biasanya akan bersama dengan matenya untuk melakukan sesuatu yang tidak boleh aku ketahui, aku pernah bertanya pada dia dan dia mengatakan kalau aku ini masih terlalu polos untuk mengetahuinya, memangnya hal apa yang membuat aku tidak dapat ketahui dengan alasan diriku yang madih polos.

Aku sebenarnya tidak pernah mengakui jika aku ini polos walaupun begitu orang - orang disekitarku sering mengatakan jika aku ini polos dan lugu.

Dengan perasaan was- was aku membuka pintu keluar dan saat aku membukanya aku bisa melihat kegelapan malam diluar pagar istana ini dan juga udara malam yang menusuk kulitku sampai kedalam tulang - tulangku, memang ini tidak bisa disebut malam tetapi tetap saja keadaan masih sangat gelap seperti malam hari.

Kulangkahkan kakiku dengan cepat takut ketahuan oleh seseorang, aku masih harus mencapai gerbang dan jika aku sudah keluar dari gerbang barulah aku bisa dibilang bebas dari istana ini, kulihat gerbang yang tinggi menjulang sedang dijaga oleh dua orang pria yang berwajah datar.

Aku berfikir bagaimana cara agar diriku bisa keluar dari istana ini, hingga sebuah ide muncul diotakku, aku akan menyamar sebagai pelayan, aku kembali masuk kedalam istana dan pergi kearah dapur, aku pergi kedapur karena disana terdapat banyak pakaian pelayan yang memang sudah dipersiapkan, saat aku sudah mengganti pakaianku dengan pakaian pelayan aku mengambil sebuah selendang untuk menutupi kepalaku karena jika tidak dua pengawal yang
menjaga pintu gerbang pasti akan mengenaliku.

Sekarang aku sudah berada di depan gerbang dengan dua orang pengawal yang menghampiri diriku, tanganku mulai berkeringat dan gemetar disaat mereka menanyai aku "kau mau kemana di pagi buta pelayan?" Aku berusaha menenangkan diriku sendiri setelah itu aku mengambil nafas panjang dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pengawal ini.

"Aku ingin pergi kekota" jawaban asalku membuat aku merutuki kebodohanku, bagaimana jika mereka bertanya lebih jauh, bisa ketahuan aku "untuk apa kau pergi kekota dan kenapa kau menutupi kepalamu dengan selendang?" Pertanyaan beruntun ini membuatku gelagapa.

"Ak...aku ya aku mau membeli pakaian untuk ratu kita dan aku menggunakan selendang karena udaranya sangat dingin" syukurlah aku memiliki jawaban yang menurutku masih bisa diterima oleh akal, pengawal yang bertanya padaku terlihat mengangguk - anggukkan kepala mereka "baiklah kalau begitu" mereka langsung membukakan gerbang untukku dan aku langsung mencium bau - bau kebebasan yang sebentar lagi akan aku dapatkan.

Berjalan cepat itulah yang aku lakukan sekarang, aku sudah tidak sabar untuk bebas dan ketika aku sudah ada diluar gerbang batinku bersorak gembira karena setelah ini aku akan mencari temanku yaitu Cary yang tidak kuketahui keadaannya hingga saat ini.

Dengan melewati pepohonan yang tinggi menjulang aku terus melangkahkan kakiku, semak belukar beberapa kali melukai kakiku tetapi aku tidak memperdulikannya lagi pula luka yang ditimbulkan tidak akan parah dan tidak akan membunuhku, hingga aku sampai disebuah danau yang sangat indah,aku baru sadar ternyata dibalik kegelapan hutan ini terdapat sesuatu yang memanjakan mataku.

Kulihat pantulan diriku diatas air, aku terlihat berbeda dari sebelum aku bertemu dengan Alfa, entah mengapa setelah aku meminum darah aku akan merasa kalau tubuhku lebih kuat dan terlihat lebih cantik dari sebelumnya, aku tidak tahu apa ini hanya perasaanku atau memang kenyataan yang terjadi pada diriku saat ini.

Biasanya aku akan meminum darah tiga kali dalam sehari, itu sudah sebuah keharusan yang tidak boleh dilanggar karena Alfa pasti akan membentakku kalau sampai aku tidak meminum  darah yang diberikan oleh para pelayan istana, baunya memang sangat amis tetapi lama - kelamaan aku meminum darah itu aku seperti ketagihan meskipun bau amis yang menyengat dalam penciumanku.

Sebuah suara yang terdengar sangat dekat membuatku mengalihkan pandanganku dari air yang terlihat jernih, aku mencari asal suara yang kudengar ini sampai aku melihat sesuatu yang membuat tubuhku terbelalak, diseberang danau tepat dibawah pohon ada dua pasangan yang sedang memeluk satu sama lain.

Pasangan itu adalah Alvi dan matenya, aku segera membalikkan badanku untuk pergi dari danau ini tetapi sayang Alvi sudah mengetahui keberadaanku "siapa kau?" Aku tetap melangkahkan kakiku tidak peduli dengan pertanyaan Alvi padaku.

Aku rasa aku sudah jauh dari danau itu akan tetapi ada sebuah tangan yang mencengkram pergelangan tanganku, tangannya terasa dingin dan membuatku menegang ditempatku "aku bertanya padamu dengan baik - baik dan sayangnya kau tidak mengindahkan ucapanku" ini adalah suara Alvi, dia membalikkan badanku dengan paksa dan saat dia melihat kalau yang ada didepannya saat ini adalah aku dia langsung memelototkan matanya padaku.

"Caroline kau ada disini, bagaimana bisa, kau pasti kabur kan?" Aku menggeleng - gelenggan kelalaku dengan cepat, aku ingin sekali melontarkan pembelaan tetapi tidak ada yang keluar dari mulut berengsekku.

"Ternyata kau sudah berani untuk kabur ya, lihat saja aku akan membawa kehadapan Alfa dengan cepat dan saat dia tahu kau kabur dia pati akan menghukummu" setelah dia mengucapkan itu, Alvi langsung membawaku melesat dengan cepat sekali, aku tidak bisa memberontak sekarang karena cekalannya sangat kuat, yang bisa aku lakukan hanya pasrah dan menunggu detik- detik hukuman yang menantiku.
*****
Please Vote, Comment dan jangan lupa Share cerita ini ya guys 😙😉😉😉😊😊

CAGED DEVILBaca cerita ini secara GRATIS!