Aku, Shiney Senja.

32.7K 2.8K 34
                                                  

Aku ke Jakarta untuk kuliah. Kemarin, aku baru lulus SMA dengan nilai yang cukup memuaskan bagiku. Awalnya aku senang dan bersemangat sekali ke Jakarta. Namun semangatku hilang ketika seseorang menabrakku dengan mobilnya. Aku kira aku bakal tidak selamat, untungnya tuhan masih sayang padaku.

Aku sempat kesal. Tetapi, tak apa lah yang penting aku ditumpangi tempat tinggal yang mewah ini. Namun, aku masih kesal karena orang itu malah mengunciku diapartmentnya. Paginya aku marah-marah padanya, aku bilang "Sangka kamu aku hewan apa di kurung-kurung!"

Lalu sebagai permintaan maafnya aku boleh meminta apa saja padanya. Lihat saja besok, aku akan meminta apa saja yang aku mau!

                                                                                             ***

Lelaki misterius itu berjalan kearahku yang sedang berada diruang TV. Ia menyodorkan eskrim berukuran besar padaku. Hei, bagaimana dia bisa mengetahui bahwa aku ingin eskrim berukuran besar?

"Makanlah. Adikku bilang semua wanita menyukai eskrim." Ujarnya dingin dan langsung menaruh eksrim dimeja TV.

Aku sengaja mengambilnya dengan kasar agar ia berfikir aku masih membencinya. Sejujurnya, sejak pertama aku bertemu dengannya, aku sangat terkejut karena wajahnya mirip sekali dengan artis barat favoriteku. Ganteng sih, tapi dinginnya itu loh nusuk banget.

"Mau apa lagi?" Tanyanya masih dengan nada dingin.

"Nasi ayam deh, tapi gak pakai sambal ya."

"Lalu?"

"Hot chocolate."

"Udah?"

"Sama telung."

"Telung?" Alisnya mengkerut heran.

"Telur gulung! Ketahuan nih, kamu gak pernah SD, ya?" Tanyaku heran masih sibuk memakan eksrim didepanku. Ah, iya. Mana pernah makan telung, orang kaya mah mana pernah cobain makanan aneh-aneh kayak gitu.

Kulihat lelaki bermata elang itu langsung membuka handphonenya dan berbicara pada seseorang diseberang sana. Aku hanya memperhatikannya dari tempatku duduk. Sebenarnya dia itu siapa sih?

"Gak papa kan, saya temani kamu sebentar?"

"Apartmu ini, kan. Terserah kamu, lah!" Jawabku sok ketus, sedangkan dia masih diam sibuk sendiri dengan laptopnya.

Awalnya, kukira hanya ada dinovel saja pria tampan, dingin, dan kaya. Ternyata aku menemukannya sekarang. "Eh, ya. Namamu siapa?" Tanyaku sambil melihat wajahnya yang sangat tenang itu dengan kacamata yang menghiasi wajahnya. Jujur saja, simata elang itu lebih tampan dengan kacamatanya.

"Dyzach Desber."

"Ohh..panggilannya?"

"Dyzach."

"Dyzach?"

"Ya."

"Arti Desber apa? Kamu sok inggris banget namanya."

"Singkatan Desember." Jawabnya masih tenang dan fokus pada laptopnya.

"Kau tak menanyai namaku?" Tanyaku pede. Loh, tak salahkan aku bertanya seperti itu?

"Saya sudah tau."

"Memangnya siapa?" Tanyaku dengan nada menantang.

"Shiney Senja."

Aku sedikit terkejut, bagaimana bisa dia mengetahui namaku. Nama panjang pula. "Kok tau sih?"

"Pas kamu dirumah sakit saya yang mengurusi administrasimu."

KALT. [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang