Bagian 1

2.9K 509 302
                                                  

"Seongwoo maaf, aku pikir hubungan kita harus diakhiri sampai disini. Tidak ada lagi ketertarikan diantara kita. Sebelum kita bosan lebih baik kita mengakhiri semuanya dengan baik. Untuk 3 tahun ini, aku sangat beterima kasih."

Tiada hari seburuk ini bagi Seongwoo. Hari ini, Senin adalalah hari dimana Seongwoo diberhentikan dari pekerjaan sambilannya. Juga hari dimana kekasihnya memutuskan hubungan mereka, sepihak.

Sedari tadi bibirnya terus saja mengumpat. Mencaci maki nama kekasih-mantan kekasih yang sudah berjalan 3 tahun sejak sekolah. Nomor ponselnya sudah tidak aktif setelah mengirimkan pesan singkat sepihak tersebut, memang sebulan belakangan mereka jarang berkomunikasi karena kesibukkan kuliah dan pekerjaan sambilannya. Tapi kini, pekerjaannya hilang bersamaan dengan kekasihnya.

Sebuah pesan singkat dari senior kuliahnya yang sudah lulus masuk menginterupsi kicau makian dari bibirnya.

"Ong, katanya kamar di rumah kontrakanmu disewakan? Adik sepupuku dari luar negeri pindah ke Seoul. Aku harap bisa mempercayakannya padamu."

Seongwoo yang tadinya harap-harap cemas akan direpotkan kini merasa lega, setidaknya ia memiliki uang tambahan kalau sepupu seniornya-Yoon Jisung ikut menyewa.

"Siap Sunbae! Pintu rumahku terbuka lebar!" balas Seongwoo secepat kilat.

Setelahnya terdengar ketukkan pintu, malas menerka Seongwoo bergegas membukanya. Lalu ia terbelalak kaget.

"Kau bilang pintu rumahmu terbuka lebar, aku yakin kau pasti tidak menolak. Jadi aku mengirimimu pesan saat sudah didepan. Hehe.." cengir Jisung tanpa berdosa.

Seongwoo mengangguk bingung seraya melirik seseorang yang lebih tinggi dari Jisung yang menunduk mengenakan topi hitam disebelahnya.

"Masuk hyung, syukkurlah dihari senggang ini aku sudah membersihkan rumah." Keuntungan seorang penganguran seperti Seongwoo, yang selalu siaga kalau ada penyewa dirumahnya.

2 orang jangkung tersebut masuk, rumah kecil Seongwoo semakin tampak sempit setelah dimasukki oleh mereka.

"Ah ya, ini Daniel." Jisung memperkenalkan sosok disebelahnya.

Seongwoo mengangguk, nama orang asing. Mungkin tidak bisa berbahasa Korea.

"Hello Daniel, My Name is.." tangan Seongwoo yang tergantung terabaikan saat pemuda itu berjalan cuek ke arah kamar yang tadinya ditunjukkan oleh Seongwoo.

Mendadak Seongwoo bergidik, ia membayangkan akan serumah dengan orang asing dan mungkin saja seorang antisocial bahkan psikopat?

Tubuhnya yang menegang disenggol oleh Jisung, "Dia orang Korea kok. Bahasa Koreanya lancar. Tapi maklum kalau ia tidak banyak berbicara ya." Jelas Jisung, mencoba mengusir ketakutan yang terlihat jelas diwajah Seongwoo.

"Dia satu jurusan denganmu. Jadi aku pikir kau orang yang tepat untuk kutitipkan. Aku takut melepasnya di Kota ini."

"Lah, Aku jadi bodyguard juga dong hyung?" tanya Seongwoo tidak terima.

Setelahnya Jisung membisikkan kata-kata yang membuat Seongwoo terpaksa menyetujuinya.

"Aku bayar uang sewanya 3 kali lipat. Dibayar dimuka. Tunai"

Dan Seongwoo tersenyum sumringah seperti barusaja dinikahi.

*

Sejak pertama kali tiba, Daniel belum keluar dari kamarnya. Seongwoo menunggu sembari membereskan rumah agar nyaman ditempati 2 orang yang tidak saling kenal.

Waktu menunjukkan pukul 7 malam, waktu makan malam. Padahal Jisung sudah mengintruksikan Seongwoo untuk mengingatkan Daniel makan. Hanya mengingatkan, karena Daniel dibebaskan untuk makan apa dan dimana saja. Ditemani Seongwoo.

Stranger 👽 OngNielTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang