90 - Sampai Jumpa

526K 44.5K 31.4K

Hallo semuanyaa, saya minta maaf sebesar-bersanya baru bisa posting lagi. Kemarin bener-bener lagi banyak pikiran, ditambah juga harus nemenin ibuku yang sakit. 

Jadi, maaf banget yaa janjinya minggu kemarin buat ENDING.in nggak jadi. Situasinya nggak dukung soalnya minggu kemarin. 

Mohon pengertianya ya. Dan maaf sebesar-besarnya :) 

Aku harap kalian masih sabar ya nunggu "LASTPART MARIPOSA" 

Ini sudah mendekati klimaksnya dan next part LASTPAR :)

Jadi tinggal satu Part lagi yaitu LAST PART, kemudian akhir dari segala akhir EPILOG , And Then... MARIPOSA SELESAI ^^

Semoga masih suka dan setia buat nunggu Mariposa yaaa. Jangan bosan-bosan ^^

Selamat membacaa semogaa sukaaaaa ^^

*****

Iqbal masuk kedalam rumah, ia sedikit terlihat lelah. Iqbal berhenti di ruang tengah ada semua keluarganya, lengkap. Dua kakaknya dan papanya.

Iqbal tiba-tiba teringat dengan cerita Acha dimana Papanya yang pergi menemui acara secara langsung. Jujur, Iqbal tidak marah hanya sedikit kecewa saja. Papanya seperti tidak percaya dengannya.

Bahkan menurut Iqbal, Papanya tidak perlu sampai melakukan hal tersebut.

"Kapan datang? Sini duduk," sapa Mr. Bov yang menemukan keberadaan Iqbal pertama kali.

Iqbal mengangguk singkat, ia berjalan mendekat dan duduk di sebrang kakak perempuannya.

"Habis dari mana? Malam banget pulangnya," tanya Ify sok mengintrogasi.

"Masih jam sepuluh," balas Iqbal singkat.

Mr. Bov menepuk pelan pundak putrinya,

"Biarin aja, adik kamu udah dewasa sekarang. Udah punya pacar juga," goda Mr. Bov.

"Udah dewasa tapi papanya masih suka ikut campur urusan anaknya," sahut Iqbal cepat. Iqbal mengangkat kepalanya, menatap sang papa serius. "Kenapa Papa lakuin itu?"

Semua orang mendadak terdiam, tidak mengeri maksud Iqbal dan situasi tegang yang tiba-tiba dibawah pria itu.

"Apa?" balas Mr. Bov masih bingung.

"Kenapa Papa kerumah Acha?" tanya Iqbal tak ingin basa-basi. Ia ingin menengar secara langsung penjelasan Papanya.

Ekspresi Mr. Bov sama sekai tidak terkejut, beliau malah langsung tersenyum tenang.

"Emang Papa nggak boleh silaturrahmi ke rumah pacar kamu?"

Sudut kiri bibir Iqbal sedikit terangkat,

"Beneran cuma Silaturrohmi?" sindirnya.

"Yang sopan sama Papa!" tegas Ando tak suka dengan ekspresi yang diberikan oleh Iqbal,

"Nggak apa-apa. Adik kamu berhak marah ke Papa," ucap Mr. Bov menengahi.

"Iqbal nggak marah sama Papa, Iqbal cuma ngerasa kayak Papa nggak percaya sama Iqbal." jelas Iqbal. "Papa beneran ngira Iqbal nggak bakalan pergi cuma karena Acha?"

"Bukan gitu Bal, Papa hanya sempat khawatir saja, mangkanya Papa minta bantuan sama Acha."

"Khawatir atau tidak percya?" desak Iqbal.

Ando tiba-tiba menarik baju Iqbal.

"Udah kakak bilang, yang sopan sama Papa!"

"Iqbal kurang sopan apa?" balas Iqbal tanpa takut.

MARIPOSABaca cerita ini secara GRATIS!