Siapa dia? mengapa aku ingin mengenalnya lebih jauh? sorot mataku terus menuju kearahnya. Satu hal yang menggelayut di benakku, aku ingin melihat dia dari jarak yang lebih dekat.
Aku mendekat... namun, aku berusaha agar dia tidak melihatku.
Jika kau memintaku mendeskripsikan objek yang kuperhatikan sekarang, maka dengan senang hati aku akan melakukannya.
Kedamaian tampak terukir diwajahnya, kacamata minus bentuk persegi tampak melekat dikedua mata sayunya. fringe hair miliknya terlihat serasi dengan warna kulitnya yang sedikit pucat. boots hitam yang ia gunakan, sesekali ia ketuk-ketukan kelantai, menimbulkan bunyi "tak... tak... tak.."
kedua pupilnya fokus pada sebuah buku yang ada digenggaman.
"Brakk... !" Suara itu besumber dari belakang ku. Seketika kurasakan ada benturan keras mengenai punggungku. kemudian terdengar ringisan seseorang bersuara sopran yang membuatku terkesiap dan segera membalik badan.
Seorang gadis dengan skirt berwarna pink ukuran selutut, mata bulatnya tampak mengerjap dibalik kacamata minus yang ia pakai, kulihat rambut hitam panjangnya terurai, gadis itu kini terduduk di lantai. bibir mungilnya menggumamkan sesuatu yang tidak jelas kudengar. Wajahnya tampak memerah menunjukkan bahwa saat ini dia sedang menahan malu dan rasa sakit.
Aku melirik tumpukan kertas yang terserak dilantai. Ck... dia terpelesat.
"Ehm" aku berdehem pelan. Membungkukkan tubuh, kemudian mengulurkan salah satu tanganku kearahnya, mencoba memberikan bantuan kecil untuk gadis itu.
Dia menatapku datar kemudian menjangkau uluran tanganku dengan susah payah.
"Thanks, kak !" Ujarnya saat dia telah berdiri dihadapanku, sesekali ia menyelipkan helaian rambutnya yang terurai kebalik daun telinga.
"Ya, berhati-hatilah saat berjalan, dan perhatikan keadaan sekitar saat kau melintas. untuk menghindari hal seperti ini terulang lagi." sahutku, kemudian memungut puluhan kertas yang bertaburan di lantai.
"Iya, kak. Maaf telah menabrakmu, aku sungguh tidak sengaja." ucapnya, lantas ikut memungut lembaran kertas polos yang belum tersentuh tinta.
"Kak? dia memanggilku 'kakak"? fisiknya tak terlihat lebih muda dariku, dia terlihat seperti orang dewasa. Bahkan, seharusnya aku yang memanggilnya kakak," Aku menggerutu.
"Haha... kau tidak perlu meminta maaf, aku tidak apa-apa," aku tertawa kecil, berusaha mencairkan suasana. Mataku masih fokus dengan tumpukan kertas yang bertabur dilantai.
"Akhh... " aku teringat sesuatu. Dengan cepat kedua kedua mataku menjelajahi se'isi ruang toko buku. sayangnya, dia sudah tidak ada di sekitar tempat ini. Ah sial... Kemana dia pergi?
"Emm..kenapa kak?" suara lembut itu membuatku menatap kearahnya.
"Sesuatu telah hilang," sahutku datar.
Raut wajahnya memancarkan kebingungan, tapi bibirnya terkatup rapat seakan dia enggan melontarkan pertanyaan.
kedua mataku berpendar kesegala penjuru, berusaha menemukan orang yang kucari, sementara kedua tanganku dengan lihai mengumpulkan kertas yang berserakan.
"Ini kertasnya, berhati-hatilah saat berjalan !" Aku kembali memperingatinya kemudian menyerahkan tumpukan kertas yang ada ditanganku.
Tanpa menunggu respon darinya, aku langsung berjalan cepat keluar dari Toko. Berusaha untuk menemukan orang yang sedari tadi kucari.
Percuma, aku tidak melihat sosoknya dimanapun. Hanya ada deretan sepeda motor, beberapa mobil dan sepeda ontel yang diparkirkan didepan toko.
"Ahh, shit. Dia cepat sekali menghilang." Aku mendengus kesal, lalu menggaruk kepalaku dengan kasar.
BINABASA MO ANG
Wild & Dark
Mystery / ThrillerLiar dan gelap, simbahan darah, erangan rasa sakit, air mata serta keringat yang menjadi penghias dan pemberi kesan dalam perjalanan hidup seorang remaja. David, itulah nama remaja yang terjebak kedalam dunia kelam yang kejam dan liar. Kehidupan kel...
