EXTRA! Part 07.. Behind of Love! 🔞

421 18 0

# [Wezer x William]

"Huahh... cucuku sangat manis!".

"Dilan berikan Ranka padaku! aku juga neneknya!".

"Ranka senang denganku, kau nanti saja.. nanti dia menangis melihat wajah garangmu". Hina Dilan tanpa perduli Aorelya mengamuk padanya.

Wezer menggeleng pelan karena beberapa detik kemudian kedua wanita rempong itu mulai menjambak dan meneriaki satu sama lain.

Wezer yang merasa ancaman bahaya dari keduanya dengan bijaksana mengambil bayi kecil yang belum genap enam bulan itu dari pangkuan Dilan yang malah asik main jambak dengan Aorelya.

Ranka bertepuk tangan dan tertawa-tawa dalam gendongan Wezer, ia merasa terhibur dengan tontonan tak manusiawi itu.

"Dimana kak Sky dan Alpha Reniel?". Tanya Wezer pada kakak nya Derry yang sibuk memasak bersama Cloude.

"Masih latihan, Alpha melatih Sky untuk perubahan pertamanya selepas kejadian mengerikan itu, jika kau bertanya dimana paman Radius maka ia sedang menghadiri rapat wali murid untuk Clear dan Criss". Jelas Derry dari arah dapur.

Wezer menghela nafas, sepertinya ibu dan bibinya tak akan berdamai dalam waktu singkat melihat mereka mulai saling tendang sekarang. Wezer memilih keluar sekalian mengajak Ranka jalan-jalan.

Will dan Silas sedang pergi menghadiri pertemuan antar pemimpin asosiasi di markas pusat kota Azrarxa. Metha, Odie serta Zester masih sekolah.

Wezer mengajak Ranka berkeliling sambil mampir ketaman bermain dan ketika jalan-jalan ia malah melihat rombongan Wolf Slayer dan partner Werewolf mereka baru kembali dari bertugas. Ia mengenal beberapa diantaranya dan malah salah satunya tengah berjalan menghampirinya.

William -- anak kedua dari pasangan Willson dan Mark. Umurnya lebih muda beberapa tahun dari Wezer tapi perawakannya jauh lebih besar dari pada Wezer yang lebih tua.

"Hay Wez.. sedang jalan-jalan?". Sapa William ramah. Mereka cukup akrab karena mereka masih punya ikatan kekerabatan dari darah orang tua mereka. Kebetulan Will dan Mark adalah sahabat sekaligus sepupu jauh.

"Yaa.. kau baru kembali? aku pikir kalian seharusnya kembali sejak kemarin". Tanya Wezer bingung.

"Yaa.. maklum kami kelompok pemula dan baru saja melakukan perjalanan misi pertama". Jawab William malu-malu.

"Ohh.. tapi tak ada yang gugurkan?".

William menggeleng sambil tersenyum simpul padanya. "Tak ada, kami terlambat karena mengambil jalan memutar dan ada beberapa halangan yang terjadi tapi semuanya selamat dan sehat".

Wezer mengangguk. "Daa.. Daa...". Wezer memandang Ranka yang nampak sangat senang sambil menggerakkan tangannya seperti bayi yang minta gendong. Well.. Ranka memang sudah berwujud bayi walau umurnya belum genap 6 bulan. Darah werewolf memang selalu menakjubkan.

"Apa katanya?". Tanya William penasaran karena jelas Ranka tak minta gendong karena ia sedang digendong oleh Wezer.

"Kurasa ia ingin.. balon itu..?". Wezer malah bertanya karena ia sendiri bingung apa yang diinginkan Ranka.

Ketika Wezer mendekatkan Ranka kearah balon yang dijual dipinggiran jalan. Bayi itu malah kesenangan dan berusaha meraih balon berwarna biru gelap diantara balon-balon yang lain. Karena gemas ia tak bisa mendapatkannya ia akhirnya memilih jalan seorang bayi meminta sesuatu-- menangis.

Wezer malah kalang kabut sendiri karena ia lupa membawa uang tadi. Beruntung William membawa uang jadilah dia yang membelikan Ranka balon itu. Ranka diam dan kembali riang katika balon yang diinginkannya sudah ada ditangannya, terikat simpul pada tali yang mengekangnya.

Little Red Riding Hood [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang