16.. The Last

638 40 3

"Ahh! sakit! sakit.. enng.. hiks.. sakit..".

"Bertahan lah Sky, sedikit lagi!".

Yaa.. Sky akan segera melahir kan, sudah setengah jam ia menjerit kesakitan dan hampir saja Reniel memutuskan kepala seseorang yang menahan nya karena panik.

Alpha Resor menekan Reniel dengan tekanan aura nya agar Reniel tenang dan diam. Dilan sangat menyebal kan sejak tadi karena mondar mandir tak jelas, terpaksa Will membekap nya untuk duduk diam disamping sang suami.

Sky terus menjerit membuat semua orang panik dalam benak masing-masing.

"Hiya!aah.. hh..!".

Oooeeekk... Oooeeekk..

Semua bernafas lega mendengar suara jeritan tangis bayi dari ruangan bersalin Sky.

"Selamat Alpha, putra mu lahir dengan sangat sehat". Kata Selia memberikan buntalan kain berisi bayi mungil yang terlelap tenang setelah dibersihkan oleh nya.

Reniel menyambut bayi nya dengan tangis haru. Ia melihat putra nya dengan kegembiraan yang luar biasa besar.

"Elder.. putra mu seorang Elder, Ren". Kata Alpha Resor dengan semangat.

"Yaa, kita punya Elder baru di kawanan". Kata Reniel senang.

"Dia manis sekali!". Pekik Dilan, Aorelya, Clear dan Luna Neeriel bersamaan.

Radius menggendong cucu nya dengan hati berbunga-bunga. Reniel beranjak kesisi Sky dan mencium kening kekasih nya sayang.

"Siapa nama putra kalian? apa kalian sudah menyiap kan nya?". Tanya Carlos.

"Ranka.. nama nya Ranka". Sky menjawab dengan antusias, membuat semua orang tetawa melihat nya.

"Benar-benar aneh, seharusnya anak pertama selalu Alpha.. bagaimana bisa Elder?". Alpha Resor geleng-geleng takjub.

"Wajar saja, kehamilan Sky saja unik, tak diketahui dan disadari sudah sewajarnya anak yang dilahirkan nya juga unik bukan?". Luna Neeriel berujar riang, ia tak peduli mau Elder atau Alpha yang penting cucu nya lahir dengan selamat dan sehat.

Semua orang menerima pendapat Luna Neeriel dengan mudah, entah kenapa?

Ranka di berikan kembali pada Sky, putra sulung Silas dan Radius itu memeluk putra nya dengan kasih sayang yang terlihat dengan jelas.

"Kita mungkin tak akan bersama dalam kurun waktu yang lama, tapi aku akan menyayangi mu dan melindungi mu sampai hari itu tiba".

Sky tersenyum tulus pada bayi nya, Reniel dan semua orang didalam ruangan itu terdiam canggung.

Kata-kata yang diucapkan Sky seolah sebagai kata perpisahan, mereka merasa tak nyaman tapi mereka tak mau mengubris nya karena Sky memang masih kurang waras.

Tak ada yang senang dengan sebuah perpisahan, tapi perpisahan pasti akan terjadi suatu hari nanti. Suka mau pun tak suka, itu pasti terjadi.
.
.

5 tahun kemudian..

"Hachu!".

BUM!

"Uhuk! uhuk! ya ampun.. bersin nya saja sampai membakar pekarangan!". Silas geleng-geleng sambil memadam kan api yang membakar pekarangan rumah nya.

"Maaf". Kata Ranka sambil menggosok hidung nya yang berair.

Radius mengelap hidung cucu nya dengan sapu tangan, Ranka sedang pilek dan saat ini Sky dan Clear sedang pergi memesan obat pada penyihir untuk menyembuhkan pilek nya.

Little Red Riding Hood [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang