06.. A True Story

773 76 6

"Cerita itu kurang lengkap".

Semua saling mengambil pandang mendengar sahutan itu dari Radius.

"Lalu.. bagaimana cerita lengkap nya?". Tanya ayah Will sama penasaran nya seperti yang lain.

"Memang benar si Gadis Tudung Merah pergi mengunjungi nenek nya dan ia di hadang oleh sekelompok serigala liar saat itu. Tapi apa kalian tak berpikir.. bagaimana cara nya seorang gadis kecil bisa bertahan dari serangan serigala liar dengan hanya berbekalkan dua buah belati seukuran pisau dapur?".

Mereka membeku, pertanyaan Radius masuk akal. Bagaimana mungkin?

"Cerita sebenar nya adalah.. Si Gadis Tudung Merah mati di terkam oleh kelompok serigala liar itu". Radius menghempaskan kenyataan dan cerita secara bersamaan.

"Gadis itu mati dengan perut terkoyak, isi perutnya berhamburan ditengah hutan. Si nenek lah yang menemukan mayat cucu nya itu. Bagaimana si nenek bisa tahu?

Karena hari itu adalah hari dimana si gadis selalu melakukan kunjungan nya ke rumah sang nenek. Si nenek curiga, kenapa cucu nya tak kunjung datang ketempat nya? Saat si nenek menemukan mayat cucu nya, ia menangis sedih pada kematian nya.

Si nenek menggalikan kubur untuk sang cucu dan memakamkan nya dalam timbunan tanah di tengah hutan itu. Ia mengambil kedua belati milik cucunya.

Satu belati ia tancapkan sebagai nisan sang cucu sedangkan belati yang satunya lagi ia gunakan untuk memotong urat nadi di pergelangan tangan nya.

Darah menguncur deras dari tangan sang nenek. Si nenek menatap makam cucunya, ia menggumamkan sesuatu yang membuat bumi berguncang, angin mengamuk, kilat menyambar dan guntur bergemuruh dilangit.

Ia terus mengucapkan nya, darah nya terus menguncur deras menetes ketanah. Darah itu bergerak, bergerak perlahan kearah makam sang cucu berbaring.

Ia terus merapalkan nya hingga darah nya habis, nyawanya melayang. Satu-satunya hal yang ia lihat sebelum memejamkan mata, hanyalah makam sang cucu.

Ia tewas dengan senyum hangat terukir diwajah nya. Lalu tepat saat bulan purnama ditengah malam itu, makam Gadis Tudung Merah bergetar. Sesuatu merangkak keluar dari dalam timbunan itu.

Sesuatu, atau lebih tepatnya seseorang. Ia menggeram lalu melolong kearah bulan dilangit, matanya merah darah. Dua taring panjang terbentuk di antara deretan giginya.

Kuku-kuku panjang dan tajam mencuat dari kaki dan tangan nya. Ia mengambil belati yang pertama, yang dijadikan nisan oleh sang nenek. Lalu beralih ke belati kedua yang ada di genggaman tangan mayat si nenek.

Mahkluk yang keluar dari gundukan makam itu adalah si Gadis Tudung Merah yang beberapa jam lalu telah menjadi mayat. Ia menyayat telapak tangan nya dan darah menguncur keluar.

Perlahan-lahan dan perlahan-lahan, darahnya bergerak, membungkus tubuhnya menjadi sebuah jubah bertudung yang kita kenal dengan sebutan Tudung Merah.

Setelah kebangkitan nya, Gadis itu memburu para serigala yang membunuh nya hari itu. Ia juga berniat membalaskan dendam pada mereka karena menjadi penyebab kematian sang nenek.

Sejak hari itu, ia menjelma sebagai Little Red Riding Hood pertama dalam sejarah yang menurunkan darah dan kekuatan nya pada keturunan nya selanjut nya dari masa kemasa, Tamat".

Tak ada yang bersuara untuk menyela cerita Radius. Mereka terlalu takjub mendengar nya sampai bernafas pun mereka hampir lupa.

"Jadi.. cerita yang dikenal oleh masyarakat luas, bukan lah cerita yang sebenar nya?". Tanya Luna Neeriel.

Little Red Riding Hood [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang