Hospital

450 40 2

Dret....dret.....dret.....dret.....
Suara kursi roda yang di dorong dengan cepat. Seorang Lelaki terus mendorong kursi rodanya di lorong rumah sakit yang sepi. Menit ke menit kursi roda itu semakin cepat berlaju.

Matanya sudah sembab dengan air mata, dalam hatinya sudah tak ada gunanya ia hidup lagi. Dia bahkan kehilangan orang yang sangat disayanginya.

Tapi.......

Seorang perempuan berhenti tepat di depan lelaki tersebut. Ia menjulurkan tangannya, membalikkan telapak tangannya seakan membantu lelaki tersebut.

"Si.... siapa ka...kau?" Tanya lelaki tersebut.
"Aku Minatozaki Sana. Kalau kamu?" Tanya perempuan tersebut dengan senyuman tipis yang manis.
"Mark Tuan " ucap lelaki tersebut. Di hapusnya sisa air mata dari wajahnya, lalu tersenyum.
"Kenapa kau menangis? Kau tau. Dulupun aku menangis saat ditinggalkan oleh kedua orangtuaku. Bagaimana dengan mu? Aku melihat dari matamu kau juga kehilangan seseorang yang sangat berharga" ucap Sana.

Mark hanya mematung.
"Aku.....A...Aku...Aku kehi...." Ucapnya bergetar.
"Hush. Sudah. Aku kan menanyakan apa kau kehilangan seseorang yang sangat berharga bagi mu. Bukan menanyakan siapa dia untukmu. Aku hanya perlu jawaban iya atau tidak" ucap Sana.

"Iya" ucap Mark memandang manik mata Sana. Dia bisa melihat mata itu juga sangat sakit, tapi kenapa?
Kenapa Sana tak tampak menyedihkan seperti dirinya?

"Hmm.... Mark" ucap Sana sedikit membungkuk.
"Kau harus kuat!" Ucap Sana dengan semangat dan mengepalkan tangan kanannya memberikan semangat dan senyuman hangat.

Mark merasakan hangatnya senyuman itu, dia bahkan ikut tersenyum, seakan hatinya yang sudah hancur kembali membaik.

"Iya, aku akan mencoba untuk semangat! Terima kasih atas dukungan mu Sana" ucap Mark sama semangatnya dengan Sana. Sana hanya tersenyum lagi, kali ini dia merasa dirinya sedikit berguna bagi orang.

Sana
Ya, dia anak dari pemilik perusahaan Minatozaki Grup yang berjalan di bidang Departemen store.
Ayah dan ibunya meninggal dalam kejadian yang mengenaskan.

Mark
Ya, dia memang anak Yatim Piatu sejak kecil. Tetapi, dia memiliki seorang adik yang sama nasibnya dengan dia. Tapi, kecelakaan merenggut adiknya tersebut dan membuat dirinya tak dapat berjalan dalam waktu yang panjang.

"Sana, apa yang kau lakukan disini? Orang sakit kok jalan jalan? Dan gak di temani lagi" ucap seseorang dari belakang Mark.

"Ah, eonnie. Mian, tapi aku tidak sendirian kok. Aku bersama dengan Mark. Iya kan Mark!?" Ucap Sana sambil melemparkan pandangannya ke Mark meminta jawaban.

"Nde" ucap Mark. Sana membantu Mark untuk memutar kursi rodanya agar melihat kakak perempuannya tersebut.

"Oh. Anyoaseo Mark. Aku Im Nayeon" ucap nya sambil melambaikan tangannya dan tersenyum. Ya, dia memiliki aura yang sama dengan Sana.
Tetapi kenapa marga mereka berbeda?

"Ah.aku Mark Tuan" ucapnya.
"Sana aku tau kau bersamanya tapi tetap saja. Kembali lah kekamarmu. Mark juga. Agar kalian lebih cepat sembuh" ucap Nayeon menatap kedua orang yang ada di depannya.

"Baiklah eonnie. Tapi, tidak bisakah aku berbicara lebih lama dengan nya? Aku sudah bosan disini. Irene bahkan sudah pulang kerumahnya." Ucap Sana dengan raut wajah yang sedih.
"Sana, tentu. Tapi kau juga harus duduk. Biar eonnie yang Mendorong kursi rodanya Mark. Nde?" Ucap Nayeon. Sana hanya menganggukkan kepalanya. Nayeon langsung mengambil ahli kursi roda Mark dan mendorong nya. Hingga mereka berada di taman rumah sakit tersebut. Sana duduk di bangku yang sudah di sediakan khusus untuk pasien di rumah sakit tersebut.
"San, aku pergi dulu ya? Nanti malam kamu bisa sendiri atau mau ku suruh orang untuk menemani mu?" Ucap Nayeon sambil mengunci kursi roda Mark untuk memastikan agar kursi roda itu tidak bergerak dari tempatnya.

"Tidak usah eonnie." Ucap Sana.
"Baiklah kalau begitu. Aku pergi dulu nde!?" Ucap Nayeon beranjak dari tempatnya.
Sana hanya memandang punggung Nayeon yang lama kelamaan menghilang.

"Dia siapa?" Tanya Mark mengalihkan perhatian Sana yang masih memandang kepergian Nayeon.
"Dia anak dari teman appaku" jawab Sana.

Tbc........

Heol!!!
Ini cerita ku yang paling menyedihkan....😭😭😭😭
Sedikit bocoran, ini gak bakal Heppy Ending melainkan Sad Ending...😭😭😭
Ini cerita sebenarnya terinspirasi dari  Jungkook BTS yang cerita mereka di Album LOVE YOUR SELF....
jadi yang tau akhir ceritanya Jungkook di situ, bisa di bilang hampir mirip dengan cerita ini.....
But, Untuk cerita ini aku tidak begitu berharap ada yg vot
Karena aku tau pasti dapat
Repetan dari para Marksana shipper😂😂😂😂
So, mianhe.....

BEAUTIFUL SKY WITH YOU ✔️ (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang