Sebuah rasa tak berdasar

19.9K 1.8K 59
                                                  

Semua bermula saat aku melihatnya berjongkok didepan toserba, memberi makan seekor kucing kecil yang terlihat kurus.

Tangannya terjulur menggenggam sesuatu yang disukai kucing itu. Sebelah tangan lainnya mengusap-usap pucuk kepala kucing yang masih asik menikmati makanan.

Hatiku terenyuh, pada perlakuannya. Pada senyum manisnya.

Beberapa menit terasa sekejap saat aku memandanginya. Seolah paham ia menoleh kearahku, iris cokelatnya menatapku tajam. Seolah bertanya, sedang apa aku.

Benar, sedang apa aku?

Aku gelagapan, menunduk lalu berbalik dan bergegas pergi.

Pergi menjauh, tanpa kuketahui bahwa setidaknya ada bagian dari hatiku yang tertinggal padanya.

🌸

Hari ini hari yang indah, matahari tersenyum cerah. Sepoi angin membuatku gugup, berjalan dengan lagu cinta yang kusenandungkan didalam hati. Hanya didalam hati.

Ini bukan hari yang spesial.
Bukan pula hari yang biasa.
Hanya sebuah hari dimana aku akan memulai aktivitas sebagai mahasiwa baru.

Lulus di Universitas Negeri dan ternama, dengan harapan mendapatkan beasiswa cukup membuatku antusias. Menggebu-gebu demi ilmu dan nilai yang baik. Setidaknya aku harus sempurna dalan bidang akademik, meski yang lain tidak.

Kutarik nafas dalam, saat melihat pagar universitas. Papan nama yang megah membuatku berdebar. Aku berjanji akan lulus tanpa membuat masalah disini.

Langkah kakiku memelan, tatkala mahasiwa lainnya turut berjalan disebelahku. Bercanda dan berbagi cerita dengan teman lainnya. Benar, aku tidak punya teman. Dan tidak akan punya. Untuk apa aku memerlukannya? Semua akan berjalan sebagaimana semestimya bukan?

🌸

A

ku tidak tahu berapa jumlah mahasiwa baru kali ini
Kami berkumpul disebuah aula yang cukup luas.

Suara bising membuatku jengah. Mereka sangat berisik sampai Rektor yang berpidato didepan pun tidak kedengaran.

Setengah jam yang berjalan lambat. Acara selanjutnya, adalah pengenalan mahasiswa berprestasi.

Aku membenarkan kemeja putih yang sedikit kuning karena terlalu sering kupakai. Menepuk-nepuk celana hitam yang mungkin saja terkena debu. Aku yakin, namaku akan dipanggil. Nilaiku hampir sempurna, 95. Apakah mungkin ada yang melampauinya?

Seorang yang kuyakini adalah ketua BEM membuka lipatan kertas yang ada disakunya. Membaca nama-nama siswa terbaik tahun ini.

"Hwang Minhyun, dengan nilai 90."

Benar kan, 90 juga sudah cukup tinggi. Pemuda yang berdiri didepan langsung berjalan kedepan. Kemeja biru nya tampak bermerk. Bahkan penampilannya sangat baik. Nilai dan penampilan baik, bukankah ini tidak adil?

"Ong Seongwoo, dengan nilai 95."

Aku mengetukkan sneakers lusuhku, lalu berjalan dengan percaya diri. Namun sayang, aku langsung kembali menunduk, wajahku memerah saat menatap ratusan orang yang berbaris. Seolah menilai diriku dari atas hingga kebawah.

"Dan terakhir dengan nilai 99... "

Kakak itu menjeda, aku tercekat. Apa? 99? Gila.. Apakah dia seorang maniak?

"Kang Daniel."

Tiba-tiba suara gemuruh dari barisan paling belakang terdengar. Sorak sorai menyelamati sosok yang bernama Kang Daniel. Dia membelah barisan, berjalan dengan tegap dan percaya diri.

Menyipitkan mata aku berusaha mengamatinya, jujur saja pengelihatanku kurang baik.

Peraih nilai 99 yang menawan, bukan dengan kacamata tebal membingkai huh?

Senyumannya lebar, bahunya juga.

Telinganya ditindik. Memakai anting panjang. Aku masih meragukan pengelihatanku. Dia berjalan semakin dekat. Menaiki tangga satu per satu.

Suara sepatu bertemu lantai miliknya menggema di aula. Anehnya sorak sorai tadi sudah berhenti. Menyisakan tarikan nafas beberapa mahasiswi.

Langkahnya semakin dekat denganku. Aku memicingkan mata kembali. Jarak kami tersisa 5 langkah.

5 langkah sampai aku menyadari.

Dia adalah pemuda didepan toserba tempo hari.

Pemuda yang diam-diam mencuri atensiku.

Pemuda yang mulai saat ini jelas-jelas adalah sainganku.

Mendapatkan beasiswa.

Demi bisa kuliah dengan biaya murah.

Karena itu adalah satu satunya harapanku untuk bisa kuliah.

🌸

A/n:
Sudut pandang Seongwoo.
Aku ingin mencari udara segar, ditengah kejenuhan.

Semoga suka

Kalau banyak yang suka, kurasa aku bisa up 2 hari sekali. Wkwk
Soalnya ini cuma 500an words

Dan kalau lancar, aku pengen buat Daniel side alias sudut pandang Daniel.

Huft..
Kebanyakan rencana aku yahh, maapkeun..

Insecure - OngNiel [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang