9

6.7K 420 19

Pov Cary
Pikiranku masih tidak lepas dari Caroline karena aku benar - benar merasa tadi aku bertemu dengan Caroline, bahkan saat sampai dirumah atau istana entahlah tapi yang jelas aku masih memikirkan hal itu.

"Sejak kau pulang kau tidak bicara sama sekali mate, apa terjadi sesuatu yang tidak aku ketahui" seperti biasa dia akan selalu bertanya dan bertanya jika aku bertingkah aneh, walaupun begitu aku tidak suka dengan sifat ingin tahunya itu.

"Aku tahu kalau kau tidak suka dengan diriku yang selalu bertanya tapi ini aku lakukan karena aku takut terjadi apa - apa pada dirimu" dia membuatku terharu dengan ucapannya, ternyata dia perhatian sekali padaku membuatku bercerita apa yang terjadi "tadi saat aku dimall aku seperti bertemu dengan Caroline, dia diseret oleh seorang pria tapi saat aku mengikuti mereka, aku kehilangan jejaknya".

Raut wajah dia berubah serius saat aku bercerita tentang yang terjadi, apakah aku salah menafsirkan raut wajahnya "ada apa, kenapa tiba-tiba mukamu serius?" Aku mengusap bahunya dengan perlahan, dia mengecup tanganku dan membuatku geli dengan gesekan jambang- jambangnya padaku.

"Tidak apa - apa sayang, aku hanya merasa tidak enak padamu karena aku belum menemukan temanmu itu" aku cium rahangnya "kau tidak perlu merasa seperti itu sayang" entah keberanian dari mana sampai aku mengatakan hal itu pada dia, aku merutuki kebodohanku.

Dia menyeringai padaku dan mendekatkan wajahnya padaku, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, aku ingin menjauh tetapi dia menahanku jadi aku hanya bisa diam dengan tubuh kaku, dia semakin mendekatkan wajahnya padaku dan karena aku mengira dia akan menciumku, aku menutup kedua mataku tapi nyatanya dugaanku salah karena sedari tadi aku tidak merasakan apapun dibibirku.

Aku membuka kedua mataku dan dia tersenyum mengejekku "apa kamu mengira aku akan menciummu sayang?, jika iya maka maafkan aku karena aku tidak berniat melakukannya" hanya satu kata yaitu malu yang dapat aku rasakan sekarang, pasti pipiku sudah seperti kepiting rebus sekarang.

Aku lari kearah kamar mandi dan meninggalkan dia dari pada dia menghinaku karena sudah tetlalu percaya diri hingga mengira dia akan menciumku tadi, padahal dia hanya mau menggodaku saja, benar-benar memalukan sekali, aku rasa aku tidak akan makan malam karena saking malunya aku.

Saat aku rasa dia sudah tidak ada dikamarku aku keluar dari kamar mandi dan benar dia sudah tidak ada dikamarku sekarang, ada secarik kertas dimeja tempat tidurku, aku mengambilnya dan membacanya ternyata dari pria itu dia mengatakan kalau aku harus makan, pasti dia membaca pikiranku sewaktu dikamar mandi tadi, seharusnya aku memiliki sedikit privasi untuk diriku sendiri.

Kulihat jam dan sekarang sudah waktunya makan malam, aku pergi keruang makan dan disana aku tidak bertemu dengan pria itu, kemana dia?, "kau tidak perlu mencari kakakku karena sekarang dia ada urusan" mendengar penuturan Angel aku duduk dikursiku dan mulai menyantap makanan dimeja ini walaupun aku tidak berselera untuk makan, hanya keheningan yang ada disini, aku merasa ada yang aneh tidak biasanya Angel pendiam, biasanya dia akan banyak bicara walaupun diwaktu makan sekalipun tetapi kali ini dia tidak banyak bicara.

Aku menyelesaikan makanku dengan cepat begitupun dengan Angel, dia langsung pergi tanpa mengatakan satu patah katapun padaku, aku harus mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya, kenapa sikap Angel padaku berubah dingin seperti seseorang yang tidak kenal?.

Dibalkon kamarku aku menikmati semilir angin yang menerpa wajahku dan rembulan yang memancarkan kemilaunya, tapi itu semua terasa hampa karena kegelisahan diriku.
*****
Pov Author
"Apa yang kau pikirkan kak, jika dia adalah teman dari perempuan itu berarti dia akan memihak temannya disaat dia harus memilih, aku tahu dia matemu tetapi kau hanya akan tersakiti nantinya" wanita yang tidak lain adalah Angel memperingati kakaknya yang berada dikegelapan hutan.

"Aku tidak akan pernah membiarkan dia pergi dariku walaupun dia menangis darah sekalipun" kata- kata kejam yang dikeluarkan sang kakak membuat Angel menghela nafas " terserah jika kau tidak mau mendengarku kak tetapi cara terbaik jika kau tidak mau dia pergi kau harus mengurungnya".

"Kau tidak perlu memberitahuku Angel, aku sudah tahu apa yang harus kulakukan pada mateku tanpa kau katakan"
*****
Pov King
"Aku ingin kamu mengantarkan mateku kemenara dan rantai kakinya dengan rantai yang sudah diberi mantra" aku memerintahkan salah satu orang kepercayaanku yang tentu saja seorang wanita karena aku tidak akan membiarkan mateku tersentuh laki-laki lain dan wanita yang aku suruh itu adalah seorang penyihir.

"Baik king" setelah kepergian penyihir itu aku mendekati sebuah cermin dan membaca sebuah mantra, setelah selesai aku sesarang bisa melihat kalau mateku kebingungan dan dengan ragu-ragu mengikuti orang suruhanku itu, saat dia sudah sampai dimenara penyihir itu membaca sesuatu dan aku tahu kalau itu adalah mantra yang akan membuat mateku tetap bersamaku selamanya.
"Apa yang mau kamu lakukan padaku, kenapa rantai ini membelit kakiku?" Aku tahu kalau mateku ketakutan tetapi ini adalah yang terbaik untuk hubungan kami agar selalu terikat.
*****
Please Vote and Comment 😊😊😊😉😉😉😘😘😘

CAGED DEVILBaca cerita ini secara GRATIS!