Bab 4

429 9 1


Satu bulan lebih berlalu setelah kepergian papanya dan pernikahan Okta dengan Bella. Risa masih berusaha untuk bangkit dari keterpurukannya. Dari luar ia terlihat seperti orang yang tidak memiliki permasalahan tapi di dalam dirinya sangat rapuh. Risa tidak mau orang lain melihat dirinya lemah terlebih jika hal itu karena Okta. Melupakan 4 tahun kebersamaannya dengan Okta tidak semudah membalikan telapak tangan. Dirinya masih suka menangis jika berada di dalam kamarnya. Terlalu terbiasa dengan kehadiran Okta selama 4 tahun dan sekarang tidak ada lagi sosoknya. Okta masih sering menghubunginya tapi Risa mengacuhkannya.

Tepat 3 hari sebelum pernikahan Okta dengan Bella, Bella menemui Risa dikantornya. Awalnya Risa tidak ingin bertemu dan berbicara apapun dengan Bella walaupun ia sudah memaafkan dan menerima pengkhianatan yang dilakukan sahabatnya itu. Tapi Bella memaksa untuk berbicara dan ingin menjelaskan semuanya.

"Risa, gue minta maaf. Lo boleh tampar gue, lo boleh maki gue. Gue sadar gue salah. Kejadian di malam itu benar-benar diluar kendali gue dan Okta. Okta sangat mencintai lo Ris, tapi malam itu kita berdua sama-sama kalut sampai kita mabok dan gak sadar dengan apa yang kita lakukan." jelas Bella pada Risa saat itu.

Risa memang marah dengan Bella atas apa yang dia lakukan bersama Okta. Tapi itu semua terjadi juga karena dirinya. Okta tidak akan melakukan itu jika saja Risa mau memberinya kesempatan dari dulu. Semua pemicunya berasal darinya. Risa juga turut ambil bagian dari kejadian itu walaupun tidak secara langsung.

Bella menceritakan pada Risa mengenai usaha Okta yang mencoba untuk berubah demi dirinya. Okta berusaha untuk berhenti mempermainkan wanita. Okta belajar untuk mencintai Risa dan membahagiakannya demi mendapatkan kepercayaan dari Risa. Bella menceritakan semuanya pada Risa setiap perjuangan yang dilakukan Okta demi cintanya pada Risa.

Bella juga memberitahu jika rencana pernikannya dengan Okta sudah direncanakan sebulan sebelum Risa mulai magang. Semua barang pemberian yang diberikan Okta pada Risa termasuk mobil memang merupakan bagian dari rencana Okta supaya Risa dapat hidup mandiri sebelum mereka akhirnya berpisah. Okta sudah tau bahwa mereka akhirnya harus berpisah. Kepergian Okta selama seminggu setelah papanya Risa meninggal sebenarnya bukan karena ia sedang ada jadwal penerbangan namun Okta sedang mempersiapkan pernikahannya dengan Bella dan ia menyiapkan mentalnya untuk berbicara dengan Risa sampai akhirnya Risa mengirimkan pesan pada Okta kalau Risa membutuhkan dirinya.

Semuanya sudah direncanakan dengan rapi mendekati detik-detik perpisahan mereka saat itu. Risa menangis di depan Bella dan menyesali setiap apa yang telah ia lakukan pada Okta. Okta sudah sangat baik padanya tapi Risa menyia-nyiakannya. Mungkin itu adalah balasan bagi dirinya karena tidak menghargai setiap usaha yang dilakukan Okta untuk dirinya. Jika waktu bisa diputar, ingin sekali Risa kembali ke masa-masa dulu dan menerima pernyataan cinta dari Okta.

"Risa...? Boleh aku duduk disini?" Tanya Edo pada Risa yang sibuk melamun.

"eehhh.. iya boleh Kak." jawab Risa sedikit terkejut dengan kedatangan Edo di taman samping gedung kantornya yang sudah menjadi tempat favoritnya di setiap jam istirahat kantor. Risa memang menyukai suasana di taman yang penuh dengan tanaman karena dapat membuatnya tenang.

"Aku sering ngeliat kamu duduk sendirian di taman ini setiap jam istirahat." ucap Edo

"Aku suka aja Kak sama suasana taman yang tenang. Kak Edo tumben ke taman, ada apa?" Tanya Risa

"Aku kesini karena kamu Ris, aku selalu ingin ajak kamu ngobrol tapi kamu selalu susah untuk diajak ngobrol. Kamu lebih memilih untuk menyendiri. Aku mau ajak kamu makan malam nanti sehabis jam kantor selesai sekalian aku anter kamu pulang ke rumah" jelas Edo.

Risa menyadari itu, memang selama ini ia tau kalau Edo berusaha untuk mendekatinya tapi Risa mengacuhkannya karena suasana hatinya masih tidak enak semenjak kejadian Okta. Namun Risa harus membuka pintu dirinya dan berhenti menjadi orang yang pendiam. Sudah satu bulan lebih ini Risa berubah menjadi orang yang diam.

aloneRead this story for FREE!