Part 24

1.8K 94 11

"Ketika kamu diberi kepercayaan untuk menjaga suatu barang dengan baik, pasti kamu akan menerima balasannya jika kamu tidak menepati janjimu pada si pemilik. Begitupun dengan dia yang sudah menitipkan hati padamu, namun kamu menghancurkan hati itu semaumu."

~~~

Seperti biasa, sepulang sekolah Sye mengikuti latihan cheers untuk persiapan lomba di sekolahnya.

“Sye, nanti malem out yuk,” ajak Qilla.

“Kemana?” tanya Sye seraya mengayunkan kakinya.

“Shopping yuk,” saran Una yang baru saja datang.

“Iya tuh, boleh-boleh,” seringai Qilla menyetujui.

“Tapi gue kayaknya nggak bisa ikut deh,” ujar Sye.

“Kenapa? Tumben banget,” tanya Una.

“Reno janji mau ngajak gue hangout,” jelas Sye.

“Hangout nya besok lagi aja, ya,” tutur Qilla memohon.

“Nggak bisa, Qil. Reno lusa balik lagi ke Thailand.” jelas Sye.

“Kok cepet banget? Katanya dua minggu?” tanya Qilla bingung.

“Iya, dia mendadak ada urusan yang harus diurus di sana tentang sekolahnya.” ucap Sye menjelaskan.

“Oh gitu, ya udah next time aja.” sahut Una memutuskan.

Mereka pun bergegas kembali menuju lapangan untuk menyelesaikan latihannya yang kurang lima belas menit lagi. Gerakan demi gerakan dilakukan dengan mulus oleh para anggota dengan pasangannya masing-masing.

Tepat pukul 16:21 WIB latihan dibubarkan dan seluruh anggota berhamburan menuju area parkir untuk mengambil kendaraan mereka lalu pulang ke rumah masing-masing. Begitu pun dengan Sye yang memilih untuk mengambil kendaraannya sendiri tanpa ditemani oleh Una maupun Qilla seperti biasanya.

“Yah, bannya kempes lagi,” keluh Sye sambil menekan ban mobilnya. “Di bagasi ada serep nggak ya? Tapi kalaupun ada ya kali gue masang sendiri, mana bisa.” gumamnya.

Sye memutuskan untuk menelepon montir pribadi keluarganya untuk menghampirinya ke sekolah.

“Halo, Pak. Bisa tolong ke sekolah saya nggak ya, Pak? Ban mobil saya kempes, saya nggak bisa pulang.”
‘Oh, iya Non, nanti saya kesana.’
“Makasih ya, Pak.”
‘Iya Non, sama-sama.’

Sye memutus sambungan teleponnnya dengan montir pribadinya dan memutuskan untuk menelepon sopirnya untuk menjemputnya di sekolah.

“Pak, jemput saya di sekolah, ya. Mobil Sye bannya kempes.”
‘Iya Non, saya segera kesana.’
“Makasih, Pak”
‘Iya, Non.’

“Aduh bakal nunggu sendiri di sini sampe jam berapa coba gue?” gumam Sye seraya berjalan menuju bangku yang berada di area parkir tersebut.

“Duh, mana udah gelap lagi. Mana berani gue di sini sendiri, ke pos security aja kali ya.” gumam Sye.

Sye memasukkan ponselnya ke dalam tas ranselnya dan berjalan menuju pos security yang tidak terlalu jauh dari area parkir.

Setengah jam sudah berlalu namun jemputan Sye belum kunjung datang.

“Lama banget sih Pak Karta, mana ditelfon nggak aktif lagi.” keluh Sye seraya menendang-nendang kecil batu-batu di hadapannya.

“Mau nunggu sampe jam berapa lo?” tanya seorang laki-laki yang tiba-tiba muncul dari arah parkiran.

Love Is Miracle [COMPLETED]Read this story for FREE!