BAGIAN 26

15.9K 636 3

SELAMAT MEMBACA

BONPICT DANIEL CEK MULMED DI ATAS

RENA DARA ANGGITA POV

"Eh gue pulang duluan ya, lo semua ati-ati ya." ujarku pada teman sekelasku.

"Ok." jawab sebagian dari mereka.

Aku berjalan keluar dari kelas lalu berjalan ke gerbang. Aku memang sering pergi dan pulang sekolah itu jalan kaki menurutku itu adalah kegiatan yang menyehatkan.

Aku berjalan dengan santai di trotoar dekat sekolah. Aku berfikir untuk mengunjungi kembali makam bunda dan ayah, iya aku akan ke sana sebelum malam tiba.

Aku berjalan cepat karena aku merasakan ada seseorang mengikutiku, jalan aku ganti dengan berlari, aku berlari dengan cepat ke makam bunda dan ayah,moga-moga aja orang itu berhenti untuk mengikutiku.

Sesampainya di pemakaman aku berjalan dimana makam bunda dan ayah. Aku duduk bersila di antara makam kedua orang tuaku.

"Bunda. Ayah, aku tau kalian ada di sekitarku, aku tau sekarang pasti bunda dan ayah ada di sampingku sambil peluk aku, iya kan, nggak usah boong deh ama aku," ujarku berbicara sendiri sambil memegang gundukan tanah makam bunda dan ayah.

"Oh iya aku mau nunjukin sesuatu sama kalian" ujarku lalu mengambil sesuatu dari dalam tasku.

Aku mengambil dua album foto bewarna biru dan hijau berukuran sedang dan nggak terlalu tipis.

"Ini album foto, bunda sama ayah mau tau apa isinya," ujarku lalu membuka album foto yang bewarna biru.

"Ini isinya foto-foto bunda, ayah, sama aku mulai dari aku masih kecil," ujarku lalu membalik-balik halamanya.

Aku membuka halaman berikutnya terdapat foto ayah yang mengajariku bersepeda. Halaman berikutnya ada ayah yang tertidur di atas sofa dan aku menaburkan bedak putih pada wajah ayah disitu aku sedang tertawa kira-kira umurku pada saat itu masih 10 tahun, lalu halaman berikutnya ada bunda yang memasak di dapur dan memakai celemek warna biru kesukaannya.

"Kalo di ingat-ingat rasanya aku pengen menangis tapi ini hari bahagiaku, aku tidak boleh menangis di hari ulang tahunku," ujarku lalu kubuka halaman berikutnya yang merupakan halaman terakhir.

"Eh iya bunda, ayah, aku masih ada satu album, isinya foto-foto Daniel dan aku," ujarku lalu membuka halaman pertama.

Di halaman pertama terdapat foto candit Daniel yang sedang menatap sesuatu yang tidak ku ketahui, foto ini aku ambil diam-diam, lalu halaman berikutnya terdapat foto aku dan Daniel yang sedang di taman sambil memakan gulali, lalu halaman berikutnya ada foto Daniel yang menggendongku di belakang punggungnya lalu di bawah foto itu ada foto candit aku dan Daniel yang sedang memakan es krim, aku membuka halaman-halaman berikutnya sampai halaman terakhir.

"Album ini aku bakalan kasih ke Daniel entar pas aku pulang dari sini, aku juga bakalan ungkapin perasaan aku dengan dia," ujarku sambil tersenyum menatap album yang akan ku berikan untuk Daniel.

"Bunda. Ayah, makasih untuk hari ini. Aku tau bunda dan ayah mendengarkan apa yang aku katakan. Aku ingin bunda dan ayah yang paling pertama tau kalau aku mencintai Daniel, aku tidak tau bagaimana perasaan ini muncul tapi aku nyaman berada di dekat Daniel, aku selalu merasa bahagia walapun dia sedikit menjengkelkan dan aku merasakan selalu aman bila berada di dekatnya." ujarku mengutarakan isi hatiku pada bunda dan ayah.

Selang kemudian aku merasakan ada tangan yang memelukku dari belakang, siapa yang memelukku, atau jangan-jangan setan, ini kan kuburan.

"Gue mohon kalo mbak atau om setan mau makan orang tolong jangan makan aku, aku masih pengen hidup, aku juga menikah minggu depan masa aku ninggalin calon suami aku sendirian, tolong lepasin yah gue janji kalo lo lepasin gue, gue bakal kasi lo satu permintaan atau gua bakalan undang lo ke pernikahan gue, beneran gue nggak boong," ujarku was-was.

Setan itu tidak melepaskan pelukannya melainkan mengeratkan pelukannya dan menaruh dagunya di pundakku.

"Setan gue mohon banget kalo lo pengen mesum jangan ama gue yah, kan masih ada mbak kunti atau suster ngesot yang lebih cantik dari pada gue," ujarku memejamkan mataku takut.

"Lo lebih cantik dari pada setan," ujarnya, lah kok aku kayak kenal sama suaranya.

Aku menatap ke arah samping karena dagunya masih bertengger di pundakku.

"Daniel?" ujarku kaget.

"Iya ini gue. Gue bukan setan kok," ujarnya sambil tersenyum dan menatapku dari samping.

"Ihh lepasin gak," ujarku kesal, jadi tadi yang aku kira setan ternyata Daniel.

Daniel melepaskan pelukannya lalu aku menatap kebelakang dan menatapnya sambil cemberut dan mengembungkan kedua pipiku.

"Lo lucu kalo lagi marah," ujarnya sambil tersenyum.

"Dasar setan," ujarku lalu memukul pundaknya berkali-kali.

"Rena apaan sih, berhenti gak," ujarnya lalu menggenggam tanganku

Kami berdua saling menatap lalu...

"Jangan mesra-mesraan di kuburan nanti ada orang ketiga!!" teriak seseorang, aku menatap orang itu dan ternyata orang itu pengurus pemakaman.

"Maafkan kami pak, kami hanya mengunjungi makam orang tua kami, kami juga baru mau pulang," ujar Daniel lalu berdiri dari duduknya.

"Ok kalo gitu, mending kalian berdua pulang ini udah mau malam ,nanti kamu di apa-apain ama setan di sini," ujar orang itu.

"Baik pak kami akan pulang," ujar Daniel lalu mengulurkan tangannya padaku lalu aku menerima uluran tangannya dan berdiri.

Aku membereskan tasku lalu memasukkan album yang aku bawa ke dalam tas. Setelah selesai aku memakai tasku lalu menatap Daniel.

"Kalo gitu kita pulang dulu pak." ujar Daniel.

"Iya hati-hati ya." ujar orang itu lalu kembali berjalan entah kemana.

Aku dan Daniel berjalan keluar dari pemakaman dan berhenti di sebuah mobil milik Daniel. Daniel membukakan pintu mobil untukku lalu aku masuk, kemudian Daniel mengitari mobilnya dan masuk ke jok kemudi. Daniel menjalankan mobilnya dengan kecepatan standar.

Di mobil sangat hening tidak ada yang berbicara dan itu membuatku sangat mengantuk, aku menutup mataku lalu menyandarkan kepalaku di dekat jendela mobil dan mulai tertidur.






TERIMA KASIH UDAH MAU BACA CERITAKU

JANGAN LUPA VOMENT

MOHON MAAF JIKA ADA KESALAHAN

MY TEACHER IS MY HUSBAND [REVISI] (SELESAI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang