[05]

433 23 0

Terkadang pengorbanan menjadi salah satu bentuk rasa sayang, walau dengan cara yang salah.

***

"Sudah sayang Mamih gak apa-apa." Ali mendiaminya saat tangisan Aluna tak kunjung reda.

Walau sebenarnya ada rasa sedih tercampur khawatir yang terpancar diwajah tampan milik Ali. Namun sebisa mungkin ia harus terlihat biasa saja didepan anaknya.

"Bangun, Mih..." Aluna yang berkata sangat lirih membuat siapapun yang mendengar merasa iba.

Membuat Ali mengingat kejadian beberapa jam lalu, sangat diluar ekspetasi. Tiba-tiba ia melihat Aluna yang berteriak memanggil Prilly yang terbaring lemah ditengah orang yang melihatnya. Tepat Aluna berlari kecil sambil menangis, Ali datang dan ikut menghampiri.

Siapa dalang dibalik semua ini? Karna menurut warga yang sedang berada ditaman itu, Prilly ditabrak dengan sengaja lalu lari bersama mobil merah.

Bagaimana? Itu baru peringatan kecil, dear.

'Shit!'

Saat Ali membaca pesan masuk yang ternyata dari wanita saiko, lalu Ali harus bagaimana? huh. Oke, untuk saat ini Ali mengikuti permainannya.

"Eungh.. nghh.."

"Mamih.. wake up!!" Aluna berteriak cukup keras saat mendapat respon positif dari Prilly, membuat Ali menghampiri dengan berbinar dan memencet tombol memanggil dokter.

"Tidak apa, Pak. Semuanya stabil dan istri anda mulai membaik." Setelah dokter itu memeriksa kesehatan Prilly.

"Terimakasih, dok."

"Mamih.. hiks."

"Mamih udah baikan sayang. Kok Aluna masih nangis?"

"Mungkin masih syok, Mih." Ali mewakilkan perasaan Aluna lalu mengambil minum dan diberikan pada Prilly setelah itu Aluna.

"Gak apa-apa. sini peluk Mamih." Prilly merentangkan tangan pada Aluna yang dibalas dengan senyuman.

"Papih gak diajak?" Ali dengan muka cemberut lalu disambut tawa dengan Aluna dan Prilly. Mereka seakan menjadi teletubis yang saling berpelukan.

***

Setelah seminggu setelah Prilly pulang dari Rumah Sakit pasca Kejadian tempo lalu. Ali mengajak Prilly dan Aluna untuk berlibur dinegara orang.

Tepat sore ini, Mereka sudah sampai di Paris. Ali memilih hotel terdekat dengan menara Eiffel yang sangat mewah nan elegant itu.

"Mau main.. " Aluna berkata saat melihat pemandangan luar dari balik jendela.

"Istirahat dulu." Prilly pun tersenyum melihat anaknya menurut lalu tidur disampingnya.

Teringat dulu Ali pernah mengajaknya ke Paris. Ia hanya berdua saat itu lah. Hal yang tidak diinginkan berawal. Prilly tak bisa berbohong kalau ia sakit mengingatnya hingga ia meneteskan air mata. Namun Tuhan begitu baik padanya setelah Petir datanglah Pelangi. Ia sudah cukup bahagia melihat anaknya bahagia.

"Ali.. kamu jahat!! Kamu harus tanggung jawab." Prilly berteriak menentang. Dengan Ali yang mengusap wajahnya kasar.

"Aku gak sengaja, Prill."

Plak.

"Kamu bilang gak sengaja? Hah. GAK SENGAJA. IYA?" Prilly pun berontak keras memukul badan Ali kencang.

"Maaf." Hanya itu yang lolos dari mulut Ali. "Aku akan tanggung jawab." Tambahnya spontan.

**

Sehari setelah menikah Ali kabur meninggalkan Prilly sendiri dirumah kecil. Tanpa Prilly ketahui Ali terpaksa pergi karna permintaan Orang Tuanya yang mengharuskan kerja dan menceraikan Prilly tapi Ali tak melakukan ia membuang surat percerairan itu karna Ali sangat mencitai Prilly tulus.

Namun semua akses untuk menghubungi Prilly tak bisa karna ulah Mamanya yang mengganti semua nomornya. Semua perpisahan itu berawal. Ali sangat menyesal.

Tiba tiba ada sepasang tangan yang melingkar membangunkan Prilly dari lamunan, lalu mengecup pipi Prilly setelah berbisik. "Maaf, kalo bikin kamu sedih dan teringat kenangan buruk. Aku ingin mengulang masa itu menjadi kebahagian." Ali berkata sangat lirih karna menyesali perbuatannya dahulu.

"Semua manusia pasti punya kesalahan. Aku memaafkanmu. Karna aku tahu, kalo kamu gak tulus. Kamu gak mungkin kembali untuk kita." Prilly berkata lirih membalas pelukannya.

"Aku gak butuh janji kamu. Tapi aku pingin kamu melakukan tugasmu untuk selalu ada." Ali pun mengangguk tersenyum senang mendengar ucapan Prilly.

"Aluna minta adik, Mih.." Ali memberi kode pada Prilly yang mendelik. Namun tak melepas pelukan.

"Aku kangen. Tapi kalo kamu gak siap, Gak papa." Ali mencoba memahami tak lama Prilly melihatnya tersenyum lalu mengangguk pelan.

"Lakukan! Aku siap." Prilly berkata. Setelahnya mereka melakukan hubungan suami-istri yang sudah lama tak bertemu. Dengan Aluna yang dipindahkan ke soffa walau sempat menjadi protesan Prilly.

* * * *

Lanjut?


Jakarta, 30-April-2018

KESALAHANRead this story for FREE!