Chapter 12 : Boncengan Berdua

Start from the beginning

Milea tak langsung menjawab. Ia melirik Arkan terlebih dahulu dengan tatapan tak enak. Merasa mengerti, Gibran memaksakan senyumannya.

"Oh, udah sama Arkan ya?" katanya sambil menyunggingkan senyum. "Yaudah, gue balik dah, hehehe."

Sebelum cowok itu keluar dari pintu kelas, Arkan menarik tas cowok itu. Membuat Gibran nyaris terjengkang ke belakang. Untungnya ia dapat menahan tubuhnya agar tak terjatuh. Kalau tidak, ya paling diketawain teman-temannya.

"Duh, paan sih, Ar?!" protes Gibran seraya menepis tangan Arkan yang bertengger di tasnya.

Arkan menyengir. "Nadina pulang sama lo aja. Gue kesini emang mau bilang ke Nadina kalo gue gak bisa nganter dia pulang. Gue ada kerkel di rumah Nanisa." ucapnya yang membuat mata Gibran berbinar.

Tiba-tiba, Revan nyeletuk. "Wah, mau ngapain tuh di rumah Nanisa? Jadi juga sama si alay!"

Arkan mendengus. "Palalu kudisan! Gue kesono juga bareng Dian sama Aldo!" balasnya dengan tak terima.

Bukannya diam, Revan malah menunjukkan muka meledeknya yang membuat hidung Arkan kembang kempis karena kesal. Sedangkan yang lainnya ikut menertawakan Arkan, kecuali Milea. Gadis itu hanya diam memikirkan perasaannya.

Gue kenapa deh?

Menyadari raut wajah Milea yang tak menunjukkan ekspresi apapun, Kara bertanya. "Kenapa, Le?" tanyanya yang hanya dibalas gelengan kepala Milea. Kemudian gadis itu tersenyum tipis.

Belum sempat mengajukan pertanyaan lain, tangan Milea sudah terlebih dahulu di tarik oleh Gibran yang membuat Milea tersentak. "Ayoooo, Lea!" ajak cowok itu.

"Duluan ya!" pamit Milea yang kualahan menyamakan langkah kakinya dengan cowok di depannya.

"Kok semangat banget?" tanya Milea sambil melihat sekitarnya yang mulai memperhatikan Milea dan Gibran di koridor.

Gibran menghentikan langkahnya tiba-tiba dan membuat Milea menubruk punggung cowok itu.

"Apa sih?"

Bukannya minta maaf, cowok itu berbalik badan. Menghadap Milea sambil tersenyum kalem.

"Gue tadi ngebut banget ya jalannya?" tanyanya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

Milea mengangguk.

"Yah, sorry ya, neng Lea. Abisnya kesenengan bisa pulang bareng bidadari." katanya dengan wajah yang menggemaskan.

Milea bisa dengar pekikan yang tertahan di sekitar koridor. Ia melirik ke kanan dan ke kiri. Melihat sekilas gadis-gadis yang memperhatikan mereka dengan seksama. Jujur, wajah Gibran terlihat sangat menggemaskan saat ini. Walaupun sering menghibur semua orang dengan candaan recehnya, ia hanya menampilkan wajah seperti ini kepada teman dekat dan keluarganya saja.

Sedangkan yang lain hanya untung-untungan melihat wajah Gibran yang dibuat menggemaskan. Seperti gadis-gadis disekitarnya sekarang ini.

"Apa dah, Gib?"

"Hehehe.."

"Yaudah, kita pulang! Let's to the go, let's go!" kata Gibran lagi. Kemudian cowok itu kembali menarik lengan Milea dengan tidak sabaran.

Gibran terkadang seperti anak kecil.

Akhirnya mereka kembali berjalan menyusuri koridor dan menuju parkiran sekolahnya. Gibran memutar kunci motornya dan terus menggandeng lengan Milea. Kemudian ia berhenti mendadak lagi. Membuat Milea menepuk bahu Gibran.

"Kenapa demen berhenti mendadak sih?" sungut Milea yang dibalas senyuman idiot Gibran.

"Hehehe, maap sih, neng. Mukanya selo aja jangan goyang," goda Gibran sambil menggoyangkan lengan Milea seperti anak kecil sedang merengek kepada ibunya. "Kan ini kita udah di sebelah motor gua, makannya berhenti." jelasnya kemudian, menjawab pertanyaan Milea tadi.

Milea kemudian hanya meringis.

"Nih, helmnya." kata Gibran seraya menyerahkan helm berwarna merah.

"Kok lo bawa dua helm?" tanya Milea dengan tangan yang terulur untuk mengambil helm tersebut.

Gibran tersenyum kalem. "Hm, gitu." jawabnya yang kurang nyambung. "Ayo, naik!"

Satu hal yang tak orang-orang tahu, Gibran selalu membawa dua helm setiap ia membawa motor ke sekolah. Alasannya sederhana, kalau Milea pulang bersama dengannya, ia sudah siap siaga untuk memberikan helm itu kepada Milea. Seperti sekarang ini.

Beberapa detik selanjutnya, Gibran melajukan motornya. Membelah jalan raya di sore hari yang lenggang dengan hati yang berbunga-bunga.

Akhirnya, setelah beberapa hari memperhatikan kebersamaan Milea dan Arkan, hari ini ia mendapat kesempatan untuk boncengan berdua dengan Milea.

**

maaf yaaa baru update lagi setelah entah berapa lama gaada mood buat update. jangan lupa tinggalkan apresiasi kalian disini ya. terimakasih.

Hujan & SenjaWhere stories live. Discover now