Part 22

1.9K 95 3

"Kekurangan dan kelebihan tak menjadi masalah dalam suatu hubungan. Asal keduanya bisa saling mengerti dan melengkapi."

~~~

Sekembalinya Sye dari toilet, latihan pun dimulai tanpa adanya suatu masalah ataupun hambatan. Koreo campuran yang Lerissa ajarkan pada anak buahnya pun sudah cukup banyak dan mudah dimengerti oleh semuanya. Setidaknya, mereka bisa dibilang sudah siap untuk persiapan lomba yang akan diikuti satu minggu lagi.

“Oke, kalian boleh istirahat dulu lima belas menit. Setelah itu kita kumpul lagi di sini ya,” perintah Lerissa.

Semuanya pun keluar dari formasi mereka dan pergi menuju minimarket depan sekolah untuk membeli softdrink.

“Na, temenin gue ke toilet yuk,” ajak Qilla.

“Ayo, Sye gue nemenin Qilla dulu ya,” pamit Una pada Sye.

“Iya, Na. Gue tunggu di sini ya,” ucapnya.

“Oke,”

Sye mengipaskan tangannya untuk menghilangkan hawa panas setelah latihan. “Panas banget gila. Mana haus tapi nggak ada minum lagi,” keluh Sye yang masih mengipaskan tangannya.

“Nih, buat lo,” ucap seorang laki-laki seraya menyodorkan sebotol minuman padanya.

“Nggak usah, makasih.” tolak Sye.

“Udah deh nggak usah sok nggak mau gitu, gue tau lo haus kan,” ucapnya.

“Kalo dibilang nggak usah ya nggak usah, maksa banget sih. Lagian ngapain sih Kak Faldo ke sini?” tukas Sye.

“Kalo lo nggak mau terima ini, gue anggep lo sama kaya cewek-cewek lain di sekolah ini,” ucap Faldo.

Sye menoleh ke arah Faldo dan melemparkan tatapan tajam padanya. “Maksudnya?” tanya Sye dengan nada sedikit keras.

“Ya iya, kalo lo nggak mau terima minuman ini, nggak apa-apa. Tapi gue anggep kalo lo grogi nerima minum dari gue,” jelas Faldo.

Sye mengernyitkan keningnya karena perkataan yang barusaja Faldo lontarkan. “Grogi? Kenapa harus grogi?” tanya Sye.

“Karena lo, suka sama gue.” bisik Faldo di telinga Sye.

“Apa?!” sontak Sye menatap tajam Faldo dan berteriak karena ucapannya yang membuat Sye bergidik geli.

Sye mengambil paksa minuman yang berada di genggaman Faldo. “Udah aku terima, jadi jangan samain aku sama cewek-cewek lain. Karena nggak mungkin aku suka sama kakak,” tutur Sye tanpa memalingkan wajahnya ke arah Faldo.

“Kenapa nggak diminum?” tanya Faldo.

“Rese banget ya, kak. Yang penting udah aku terima kan?” ketus Sye.

“Ya udah kalo masih nggak diminum juga berarti gue bakal tetep anggep kaya tadi,”ancam Faldo.

“Ish sumpah mimpi apa gue punya kakak kelas kaya gini,” gumam Sye.

“Mau diminum nggak?” tanya Faldo sambil menaikkan satu alisnya.

“Iya, iya.” Sye membuka botol minuman yang diberikan Faldo lalu meminumnya.

Love Is Miracle [COMPLETED]Read this story for FREE!