BAGIAN 23

12.2K 506 4

SELAMAT MEMBACA


RENA DARA ANGGITA POV

"Langsung ke rumah atau mau jalan-jalan dulu," ujar Daniel.

"Kita langsung ke rumah sakit aja," ujarku dan menatap keluar jendela.

"Rumah sakit? Ngapain ke rumah sakit?" ujar Rayhan bingung.

"Temennya Rena masuk rumah sakit karena ulahnya si Clara," ujar Daniel.

"Temennya Rena, siapa?" ujar Gali yang duduk di kursi belakang bersama Rayhan.

"Vino," balas Daniel.

"Vino yang pernah gue gebukin itu?" ujar Gali.

"Gebukin?" ujar Daniel bingung. Pembicaraan mereka membuatku mengantuk.

"Iya Vino yang pernah gue gebuk- " ujar Gali terpotong.

"Nggak usah sok gebukin orang kalo lo nya aja main keroyokan. Banci tau gak." ujarku datar.

"Iye iye sensi amat" ujar Gali.

Lalu semuanya pun terdiam, mungkin mereka sangat lelah, terlebih denganku yang bahkan sangat-sangat lelah karena perkelahian tadi.

SKIP

"Sarah keadaan Vino gimana," ujarku pada Sarah yang baru saja keluar dari ruang rawat Vino.

"Kata dokter sih nggak papa. Cuma luka di badannya terlalu banyak jadi harus di rawat dulu di sini selama beberapa hari sampai lukanya membaik," ujar Sarah lalu menatap seseorang yang ada di belakangku.

"Mereka siapa?" ujar Sarah.

"Oh... Kalo yang ini kenalin dia Gali," ujarku lalu menunjuk Gali.

"Dan yang ini Rayhan," lalu menunjuk Rayhan.

"Dan yang ini Daniel," ujarku kemudian menunjuk Daniel.

"Kalo si Daniel gue juga tau kali," ujar Sarah memutar bola matanya kesal kemudian kembali tersenyum menatap Gali dan Rayhan.

"Hy gue Sarah," ujar Sarah sambil tersenyum ramah.

"Hy Sarah," ujar Gali dan Rayhan tersenyum lebar, siapa sih yang nggak terpesona sama kecantikannya Sarah.

"Dia udah punya calon suami," ujarku datar.

"Calon suami? siapa?" ujar mereka berdua terkejut+bingung.

"Tuh yang ada di dalem" ujar Daniel dan menunjuk pintu ruang rawat Vino singkat.

"Udah ah, kalian mau masuk gak, si Vino udah siuman, Rena, Vino nungguin lo dari tadi, ya udah yuk masuk." ujar Sarah sambil tersenyum ramah.

Kami berlima masuk lalu yang paling pertama aku lihat adalah Vino yang terbaring lemah di atas tempat tidur. Aku menghampiri Vino lalu Vino menatapku, aku bisa melihat banyak luka di tangan dan di sekitar wajahnya. Aku memegang tangan Vino lembut dan Vino memberiku senyuman.

"Maafin gue Vin," ujarku pelan.

Rasanya aku ingin menangis, jujur aku tidak pernah melihat Vino seperti ini.

"Ngapain lo minta maaf, ini kan bukan salah lo," ujar Vino dengan suaranya yang pelan.

Aku hanya menghela nafas kasar lalu menatap Daniel yang ada di sampingku.

"Ini semua gara-gara gue Vino. Gue yang buat lo kayak gini. Plis maafin gue," ujarku meminta maaf dan menggenggam jemari Vino erat.

"Sebenarnya ada apa Rena?" ujar Vino pelan.

MY TEACHER IS MY HUSBAND [REVISI] (SELESAI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang