Part 21

1.9K 91 3

~~~

Sye berdiri tepat di balkon kamarnya. Matanya memandang langit hitam yang selalu membisu tiap malamnya. Hanya melalui bintang dan bulan langit dapat menunjukkan keindahannya jika malam tiba. Sye menyukai malam, bahkan sangat menyukai, tapi ia membenci kegelapan.

Kata orang, setiap manusia memiliki bintangnya masing-masing. Dan itulah yang Sye lakukan setiap malam, mencari bintang mana yang ditujukan untuknya. Apakah bintang yang bersinar paling terang atau justru bintang yang paling redup dari yang lain bahkan hampir tidak terlihat.

“Gue yakin suatu saat gue bakal nemuin bintang yang pas buat gue,” gumamnya dengan pandangan yang masih tertuju pada langit malam.

Baru saja ia ingin berbalik menuju kamarnya dan menutup pintu balkonnya, ponselnya bergetar tanda pesan masuk.

From : 08xxxxxxxxxx
Hai, tebak gue siapa?

Sye mengernyitkan keningnya membaca pesan yang baru saja ia terima dengan nomer tidak dikenal. Dengan cepat Sye menuliskan balasan untuk pesan itu supaya ia mengetahui siapa pengirimnya.

To : 08xxxxxxxxxx
Siapa ya? Sorry, nomer lo nggak ke save di hp gue.

Belum sempat Sye mengunci layar ponselnya, ia sudah mendapat balasan lagi dari nomer asing itu.

From : 08xxxxxxxxxx
Tadi lo di resto ketemu siapa?

Sye membulatkan matanya ketika melihat balasan dari orang itu. Ia tak menyangka jika semua bisa sampai sedalam ini.

“Ya ampun, kenapa bisa sampe kaya gini sih? Apa gue biarin aja ya? Tapi, kalo gue nggak bales nanti dia curiga terus penyamaran gue ancur semua. Ah ya udah deh gue bales seadanya aja,” gumam Sye.

Belum sempat Sye membalas pesan itu, Sye sudah lebih dulu mendapat telfon dari nomer itu.

08xxxxxxxxxx is calling you...

“What?! Dia nelfon?” sahut Sye.

“Halo, Kak Faldo ya? Sorry ya gue nggak tau.”
‘Kak? Sejak kapan lo panggil gue kak?’

Aduh, pake keceplosan lagi.

“Eh, iya sorry, Do. Soalnya biasanya kalo gue chat sama cowok itu satu tingkat diatas gue.”
‘Oh gitu, oke no prob. Lo di rumah?’
“Iya.”
‘Yah, tau gitu gue ke rumah lo.’
“Hah? Ngapain?”
‘Mau ngebuktiin kata orang kalo princess itu beneran ada, nggak cuma di dongeng.’
“What? Haha bisa aja lo.”
‘Lo nggak tidur?’
“Tadi mau tidur tapi lo nelfon.”
‘Yah, gue ganggu ya? Sorry ya, ya udah lo tidur sana. Jangan lupa save nomer gue. Night princess, mimpi indah ya. Kalo perlu mimpiin gue.’
“Hahaha garing lo.”
‘Ya udah, Bye.’
“Bye.”

“Astaga, untung nggak muntah duluan gue. Bener-bener udah parah nih,” ucap Sye seraya menutup pintu balkonnya.

Sye menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjangnya. Matanya memandang langit-langit kamarnya. Pikirannya melayang entah kemana. Kali ini Sye tak tahu apa yang harus ia lakukan untuk membebaskan dirinya dari Faldo yang tidak mengetahui bahwa Putri adalah Sye.

“Apa yang harus gue lakuin biar gue bisa bebas dari Kak Faldo tanpa dia tau kalo gue ini sebenernya Sye?” gumamnya. “Ahh tau ah, mending gue tidur.” Sye memejamkan matanya untuk mengistirahatkan pikirannya yang sudah terlalu lelah saat ini.

♦♦♦

Sinar matahari yang menyelinap masuk kedalam iris mata Faldo tak mempan untuk membuatnya bangkit dari tidurnya. Tempat tidurnya yang empuk serta balutan selimut yang lembut membuatnya enggan untuk beranjak dari posisinya sekarang.

Love Is Miracle [COMPLETED]Read this story for FREE!