[10] Confession

79 5 0

Sinar mentari menyerobot masuk melalui jendela kamar Serin. Ia terbangun, pikirannya kosong saat pertama kali ia membuka matanya.

Ini di mana? Sekarang tanggal berapa?

Butuh beberapa detik sampai otaknya mampu bekerja kembali dan memberikan jawaban, Serin langsung terduduk di kasur. Ia menekan sebelah kepalanya, pusing. Ah, benar, semalam ia tidak sengaja meneguk alkohol sampai hilang kesadaran. Serin terus memijat keningnya yang pening, berkali-kali pula ia menahan rasa mual yang ada di perutnya.

TING! Ponsel Serin berbunyi, ada sebuah pesan singkat untuknya.

'Sudah bangun? Sepertinya kau masih dalam pengaruh alkohol, jadi kau tidak usah sekolah dulu. Aku sudah bilang pada sensei kalau kau terkena flu. Istirahatlah.'

–Do Kyungsoo

Hah? Sejak kapan Do Kyungsoo jadi perhatian seperti ini? Sebenarnya apa yang terjadi semalam? Serin menjambak rambutnya, jadi begini rasanya mabuk. Tidak heran mengapa alkohol dikatakan berbahaya, ternyata efeknya bisa sampai seperti ini. Selain karena umurnya yang belum legal untuk mengonsumsi alkohol, minuman keras itu benar-benar berbahaya hingga mampu membuat seseorang sampai keluar dari pikirannya.

"Serin-ah! Oh Serin! Sadarlah!"

"Aku lega kau baik-baik saja."

"Gwaenchana, kau aman bersamaku."

Kalimat-kalimat itu muncul begitu saja dalam ingatan Serin. Ia mulai mengingat kencannya dengan Kai yang berakhir mengenaskan. Lalu muncul bayangan dirinya yang memeluk Kyungsoo duluan...

Sial! Apa itu barusan? Apakah aku benar-benar mengalami itu semua? Bahkan sampai memeluk Kyungsoo? ARGH!

Serin bergulat di kasurnya, ia benar-benar tidak mempercayai ingatan yang ada di kepalanya. Bagaimana ia bisa begitu bodoh hingga mengalami semua hal itu? Ia sungguh memeluk Kyungsoo si lelaki yang sering menyebalkan itu? Yang lebih buruknya lagi, ialah yang memeluknya duluan, ialah yang berlari ke pria itu. Kemudian Kai... pria itu juga... telah menciumnya.

"Sial, ciuman pertamaku! Huaaa!!!" Serin meraung-raung menyesali segala perbuatannya. "Hish..." wajahnya benar-benar jelek saat ini. Ciuman pertama? Serius? Oh Serin, kau benar-benar terlihat konyol sekarang.

***

"Aku rinduuuuu~." suara Baekhyun keluar dengan keras dari speaker ponsel Serin. Ia dan Baekhyun sedang melakukan panggilan video saat ini.

"Yah! Aku kan sudah bilang kau harus sering menghubungiku, kenapa kau malah baru menelepon setelah berhari-hari?" keluh Baekhyun mulai mengomel seperti biasanya.

"Maaf, aku benar-benar sibuk dan masih berusaha beradaptasi di sini. Bagaimana dengan Chanyeol?" ujarnya bohong.

"Ah, si brengsek itu... Yah, kurasa Chanyeol benar-benar sudah gila, dia benar-benar pembuat masalah. Sejak kau berangkat ke Jepang, ia menjadi lebih sulit dikendalikan. Aku sepertinya bakal angkat tangan. Kau sungguh luar biasa bisa mengurusinya selama ini."

Serin tersenyum. Walaupun itu bukan kabar yang baik, tapi melihat dan mendengar Baekhyun yang terus mengoceh menyebalkan, ia lega setidaknya sahabatnya dalam keadaan baik-baik saja dan hari-hari berjalan seperti biasanya.

"Bogoshipo." ujar Serin masih dengan senyum di bibirnya.

"Nadooo~ (aku juga)." jawab si lelaki Byun tidak kalah dengan aegyo khas-nya. Kali ini Serin tidak kesal melihat Baekhyun seperti itu karena ia tahu ia tak dapat memukul lelaki itu saat ini. Ia sungguh merindukannya.

Universe in His EyesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang