[01]

600 29 0

Karena memaafkan akan mengurangi beban ransel kehidupan, dan akan menjadi ringan menjalani hidup. -RefinaMileAdhelia

***


"Ali.. mama sudah bilang berapa kali, lupakan wanita itu." Teriak mama saat Ali menghampiri rumahnya sekadar mengambil file pentingnya.

"Mah. Plis, ali selalu nurutin kemauan mama. Tapi kali ini enggak!! Ali mau hidup dengan pilihan Ali sendiri, tolong mengerti." Ucap Ali santun

"Pertunangan kamu sama Keisha, dua minggu lagi." Teriak Mama lagi

"Mah, dari awal Ali tidak sama sekali menerima perjodohan itu. Ali permisi," Balas Ali berlalu

Saat ini Ali sudah berada dikantor, ia memeggang perusahaan papanya yang sangat pesat. Ali pun memijat kening-nya terasa pening.

Memikiran persoalan mama-nya, pertungan yang tidak diinginkan, hingga perempuan yang masih berstatus istri sah-nya.

Keisha calling...

'Hallo?'

'....'

'Sorry kei, saya gak bisa.'

'....'

'Pertungan itu hanya satu pihak yang menyetujui.'

'....'

'Saya sibuk,'

Tut.

Perempuan itu salah satu faktor yang mengacaukan semuanya. Perempuan agresif yang gila harta.

Ali pun membereskan semua pekerjaannya, dan bergegas pulang keapartement. Ia merindukan dua malaikatnya

"Mamih.. luna mau jalan-jalan," Rengek manja Aluna.

"Iya, tapi luna harus makan dulu." Ucap perempuan itu dengan sabar.

"No.. No.. No.." Ucap Aluna berlari dengan muka labilnya, "Mau sama papih" Tambahnya

"Aluna anak yang pintar, berarti aluna tahu kalo papih masih kerja" Ucap prilly menasehati, mereka gak sadar bahwa ada Ali yang memperhatikan gemas.

"See!! Papih pulang.." Teriak Ali senang membuat anak itu berteriak gembira.

"Micuu pih," Ucap aluna memeluk Ali erat.

"Sekarang Aluna makan ya? Papih yang suapin," Balas Ali mengecupnya.

"Biar aku saja" Ucap Ali lagi pada Prilly yang sedang memperhatikan.

"Tapi kamu baru pulang, pasti capek" Balas Prilly sedikit tak terima.

"Gak-papa. Ngeliat kalian berdua, capekku hilang." Ucap Ali menggoda

"Li? Aku titip Aluna sebentar ya," Ucap Prilly tidak menanggapi godaan Ali

"Mau kemana? Aku baru aja pulang, apa kehadiran aku buat kamu risih?" Tanya Ali negative thinking.

"Aku harus kebutik, mau mengontrol semuanya. Beberapa hari ini aku meninggalkan, butik." Balas Prilly yang sampai sekarang masih asing dengan Ali

"Aku ikut,"

"Aku bisa sendiri" Balas Prilly tersenyum tipis

"Katanya Aluna mau jalan-jalan? Jadi sekalian aja ya." Ucap Ali terkekeh melihat wajah melas istrinya.

"Ck.."

"Udah gak usah ngeles, mih."

***

"Ayo sayang bangun, udah sampai" Ucap Prilly pada anak cantiknya

"Papih gendong," Manja Aluna membuat keduanya terkekeh

"Dasar, anak siapa ini? Manja bangetcii" Goda Ali tertawa dengan mengecupi pipi putrinya.

"Tante nadine, kemana mih?" Tanya Aluna saat mereka sudah di private room.

"Diluar, kenapa?" Tanya Prilly mengecup pipi putrinya

"Butik kamu besar dan elegant ya. Aku suka, hehe" Ucap Ali terkekeh

"Biasa aja, kamu lebay."

"Alunaaa.. aduh tante kangen sayang," teriaknya heboh.

"Nadine, sehari aja gak usah teriak teriak" Dumel Prilly merengut membuat Ali terkekeh gemas.

"Eh, ada tamu.. ehehehe maaf" Ucap Nadine salah tingkah membuat Aluna tertawa.

"Kenalin tante, papih Aluna. Cakep kaya Aluna" Oceh Aluna memamerkan gigi susunya

"What? Beneran pril?" Tanya Nadine yang dibalas Prilly senyuman tipis, "Ohya, ada yang nyariin Prill.." Tambah Nadine

"Siapa?" Tanya Prilly nada kepo

"Pelanggan biasa, katanya kangen." Ucap Nadine, "Yaudah, gue pamit kedepan ya?." Tambahnya berlalu

"Aku keluar dulu, kamu tunggu sini sama aluna ya?" Ucap Prilly memperingati setelah mendapatkan anggukan ia berlalu.

"Aluna mau ke-kamal mandi, pih" Oceha Aluna dengan mimik wajah menggemaskan, Aluna memang masih cadel dengan huruf R dan S

Di private room milik Prilly memang ada kamar mandi khusus tapi sayangnya sedang tidak berfungsi dan Ali harus mengantarnya keluar, setelah aluna selesai buang air kecil aku menghampiri Prilly yang sedang tertawa pada pelanggan setianya.

"Ohya, Aluna kemana? Tumben gak cerewet." Ucap wanita depan Prilly itu.

"Di dalam, lagi manja sama papihnya." Balas Prilly tersenyum.

"Ada suami lo, prill? Tumben keliatan." Tanya wanita itu lagi.

"Hah? Ohya dia baru pulang, karena kesibukannya diluar negri." Balas Prilly, ternyata dia wanita hebat yang bisa menutupi semua luka bahkan aib suaminya sendiri. Apapun yang terjadi takan Ali meninggalkan wanita yang ia cintai itu, karna baginya seperti meninggalkan berlian bahkan lebih.

"Prilly?" Panggil Ali membuat keduanya menoleh, dan kali ini jantung Ali terasa ingin keluar dari tempatnya.

"Ali? Kok kamu bisa disini?" Tanya wanita itu menghampiri dengan wajah tegang.

"Keisha.. ?"

* * * *

Lanjut?

Hanya penulis amatir, ketuk tanda bintang gaes.

Jakarta, 22-Maret-2018

KESALAHANRead this story for FREE!