Chapter 2 - apakah aku akan mati?

1.1K 177 8

Wanita yang sekarang berhadapan dengan baekhyun adalah hyunsoo, ia bahkan lupa panggilan tersebut masih terhubung. Mendadak ia lupa dengan sekitar hanya dengan menatap mata pria itu. begitu pulan dengan baekhyun, ia mendadak terdiam saat melihat wanita yang hanya beranjak tidak lebih dari sepuluh senti dari dirinya.

Tanpa mereka sadari, takdir juga yang mempertemukan mereka dan berlanjut mengiringi musim panas mereka berdua

Summer love~

***

Hyunsoo yang pertama kali sadar atas posisi mereka saat ini. dengan dehaman canggung langsung saja hyunsoo melepaskan diri dari dekapan orang asing yang sudah menyelamatkanya.

Begitu pula dengan baekhyun ia langsung salah tingkah karena kebodohannya yang tenggelam akan mata kecoklatan emas itu. mata yang begitu berkilau dimata baekhyun.

"terima kasih." Hyunsoo membungkuk sedikit lalu berlalu untuk keluar bus dengan cepat. Di jalan menuju hotel tempatnya bekerja tidak ada hentinya hyunsoo merutuki dirinya karena bertindak bodoh hanya karena terpana akan seorang pria yang baru pernah ia temui.

"hyunsoo-ya kenapa kau tadi ceroboh sekali. aishh.. wajahku rasanya panas." Monolognya sambil mengipas-kipaskan tangannya di depan wajah. "astaga aku merasa seperti remaja saja."

"pasti wajahku terlihat menggelikan saat didekapannya tadi, aishh.. menyebalkan sekali."

Karena terlalu asik merutuki dirinya sendiri, hyunsoo jadi tidak sadar bahwa ada seserang mengikutinya tepat dibelakang sambil mengendap-enadap melangkah kearahnya.

"eonnie !"

Hyunsoo langsung menjatuhkan tasnya karena seseorang baru saja mengejutkannya daei belakang. Ia langsung menepuk dadanya kerena terlonjak kaget. Dengan geram ia membalikan wajahnya kearah tersangka yang mengagetkanya itu.

"aishh.. jijja, apa kau gila? Aku hampir jantungan, bodoh !" maki hyunsoo pada sosok yang sedang menyengir memperlihatkan deretan gigi rapihnya. Dengan hati dongkol hyunsoo mengambil tasnya yang sempat terlepas karena terkejut tadi.

"tidak.. tas baru ku. yak bocah ! apa kau tidak tahu aku harus mencicil membeli tas ini selama empat bulan?! " lanjutnya sambil membersihkan debu yang menempel disana.

"mian.. eonnie. Peace.. peace.. jangan marah. Apa kau tidak merindukan ku?"

"tidak." Jawab hyunsoo datar. Ia langsung membalikan badan dan mulai melangkah ke tempat ia bekerja yang tingga seratus meter dari tempatnya sekarang.

"oh, ayolah eonnie jangan marah." Wanita itu bergelayut imut di tangan hyunsoo. "aku dengar kau di promosikan menjadi manajer bulan kemarin. Pasti uang mu banyak sekarang."

"ck.. banyak pantat mu. Lihat, aku bahkan masih menaiki bus. Bahkan koki tempat ku bekerja sekarang mempunyai mobil."

"aku masih si hyunsoo yang melarat." Setelah mengucapkan itu, hyunsoo tersenyum geli. Maupun park mari yang sudah tertawa sedikit kencang.

"kapan kau kembali?" tanya hyunsoo

"kemarin malam." Sahut park mari. Ia masih betah bergelayut manja pada hyunsoo, yang sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri.

Ia bertemu hyunsoo pertama kali saat di class memasak. Saat itu hyunsoo hampir membakar gedung tersebut karena lupa mematikan kompor sehabis menggoreng telur. Ia langsung merebut jakat jeans yang mari pakai untuk mematikan api. Saat itu mari bahkan hanya bisa meratapi nasib jaketnya yang sudah tidak berbentuk dan bau gosong. Entah bagaimana kelanjutanya, sampai bisa mereka akrab satu sama lain sampai saat ini.

Summer Love Baca cerita ini secara GRATIS!