BAGIAN 16

16.4K 778 1

SELAMAT MEMBACA


RENA DARA ANGGITA POV

"Niel gue pengen makan itu," ujarku pada Daniel.

Sekarang kami berdua sedang duduk di kursi taman, tapi aku tergoda dengan permen kapas yang ada di pinggir jalan.

"Makan apa?" ujar Daniel menatapku bingung.

"Ituuuu... " rengekku manja dan menunjuk penjual permen kapas yang tidak jauh dari tempat aku dudukku sekarang.

"Oh permen kapas. Lo tunggu di sini aja, gue yang beliin." ujar Daniel kemudian berjalan kearah penjual permen kapas itu.

Aku tersenyum senang lalu menatap sekitarku. Taman ini tidak terlalu ramai. Hanya beberapa anak-anak yang sedang bermain dan ada juga keluarga yang sedang piknik.

"Lo jahat Vino." ujar seseorang.

Kok kayak kenal ya sama suaranya. Aku berbalik dan menatap orang itu.

Tuh kan bener Sarah sama Vino kok di sini? Lah terus kenapa Sarah nangis gitu? Dengan cepat aku berdiri dari dudukku lalu menghampiri mereka.

"Sarah. Vino, lo berdua ngapain di sini?" ujarku pada mereka.

Sarah langsung memelukku erat dan menangis dalam pelukanku.

"Sarah lo kenapa, kok nangis gitu?" ujarku dan mengelus pundak Sarah pelan.

"Vino jahat Rena" ujar Sarah dan terus mengangis.

"Jahat? Maksudnya apa sih, gue nggak ngerti. Mending lo ngomong deh yang jelas," ujarku menenangkan Sarah dan menatap Vino sangar.

"Gue udah minta maaf ama lo Sarah," ujar Vino pada Sarah.

Sarah menatap Vino tajam dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.

"Minta maaf nggak akan ngembaliin semuanya menjadi semula Vino. Pokoknya lo harus tanggung jawab, gue nggak mau ngecewain orang tua gue," ujar Sarah terus mengangis lalu kembali memelukku. Ini tanggung jawab maksudnya apa coba?

"Tanggung jawab apa sih Sarah. Jelasin ke gue kek," ujarku kesal dan menatap Vino tajam. Aku takut hal yang aku pikirin sekarang akan terjadi. Moga-moga aja semua pikiran jorokku nggak terjadi.

"Vi-no. Ngehamilin gue Rena," ujar Sarah dan tangisannya semakin deras.

Aku menatap Vino tajam. Kenapa hal yang gue takutin malah terjadi. Ini nggak bisa di biarin.

Aku melepaskan pelukan sarah kemudian melangkah mendekat ke arah Vino.

"Dasar bangsat," ujarku lalu memukul pipi kanan Vino namun Vino tidak melawan.

"Lo tega banget ya ngehamilin sahabat lo sendiri, setan lo," ujarku penuh amarah lalu memukul kembali pipinya hingga wajahnya tertoleh kesamping.

"Gu- gue minta maaf Ren," ujar Vino dan menatapku takut.

"Maaf lo bilang," ujarku geram lalu mencengkram kerah baju Vino keras.

"Minta maaf bukan jalan keluar dari masalah ini Vino, lo pikir dengan minta maaf masalah ini bakal selasai," ujarku menatapnya emosi.

"Terus gue harus apa Rena," ujarnya.

"Brengsek lo," ujarku lalu melepaskan kerah bajunya dan mendorong keras tubuhnya hingga dia terdorong kebelakang.

"Lo bego atau pura-pura bego, lo bilang lo harus apa?" ujarku geram.

"Lo tanggung jawab atau gue laporin lo ke kantor polosi sekarang!" ujarku emosi.

"Pliss Rena jangan laporin gue ke polisi," ujarnya memohon padaku sambil memegang tanganku.

"Kalo lo nggak mau gue laporin ke kantor polisi, lo harus tanggung jawab. Lo udah nyakitin perasaan sahabat gue," ujarku lalu kembali mencengkram kerah baju Vino.

"Ta-tapi gue takut, kalau orang tua gue tau," ujarnya.

"Itu bukan urusan gue. Kalo lo emang laki, lo harus buktiin, kalo yang lo lakuin ini salah. Dan lo harus tanggung jawab. Lo tau gak anak lo ada dalam perutnya Sarah. Apa lo tega liat anak lo ketika lahir dia nggak punya bapak," ujarku lalu melepaskan cengkramanku pada kerah baju Vino. Vino hanya menatapku dalam dan tersirat rasa cemas dari tatapannya.

"Lo harus ingat yang ngelahirin lo itu permpuan . Coba deh lo rasain kalo ibu lo yang ada di posis sarah dan dia di hamilin ama pria bangsat kayak lo, dan pria itu nggak mau tanggung jawab. Lo marah kan," ujarku menatap Vino tajam.

Aku menatap Vino tajam lalu kembali menghampiri Sarah yang sudah mulai berhenti menangis. Aku mengelus pundak Sarah pelan. Memang anjing ya si Vino, nggak nyangka gue Vino bakalan kayak gini.

"Ok gue bakalan tanggung jawab, tapi bantu gue ngomong ama orang tua gu- " ujar Vino terpotong.

"Kamu nggak usah ngomong, ayah udah tau semuanya." ujar seseorang. Vino berbalik dan menatap orang itu.








TERIMA KASIH UDAH MAU BACA CERITA KU

JANGAN LUPA VOMENT

MOHON MAAF JIKA ADA KESALAHAN


MY TEACHER IS MY HUSBAND [REVISI] (SELESAI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang