BAGIAN 13

18.5K 869 3

SELAMAT MEMBACA


DANIEL ANGGARA POV

"Rena ayok bangun, udah sampai." ujarku pada Rena.

Rena tertidur di mobil saat perjalanan ke butik bunda. Aduh kok Rena nggak bangun-bangun sih. Atau aku gendong aja yah, ya udah deh aku gendong aja.

Aku menggendong Rena keluar dari mobil dan menggendongnya masuk ke dalam butik bunda. Sesampainya di dalam, karyawan yang bekerja di butik bunda kemudian menyapaku ramah.

"Eh tuan Daniel, ngapain ke sini? Pengen ketemu bunda ya. Eh tapi siapa yang tuan gendong?" ujar karyawan itu sambil tersenyum

Namanya Jenny,dia memang sangat cerewet dia juga ceria dan ramah pada semua orang. Aku akrab dengannya semenjak dia di terima bekerja di sini.

Aku menurunkan Rena dari gendonganku dan menidurkan Rena pada salah satu sofa panjang yang tersedia.

"Jeny harus berapa kali gue bilang, kalo ngomong ama gue nggak usah pake bahasa formal," ujarku pada Jeny dan menatapnya yang juga menatapku.

"Iya iya deh. Eh tapi tuh cewek siapa? Kok pake baju seragam sekolah sih?" ujarnya dan menatap Rena yang tertidur di sofa.

"Dia calon istri gue," ujarku dan tersenyum senang. Entah kenapa aku sangat senang jika mengatakan kalau Rena adalah calon istriku.

"Oh jadi ini yang namanya Rena. Cantik, tapi dari penampilannya kok kayak anak brandal ya," ujar Jeny menatap Rena kemudian menatapku.

"Dia memang anak bandel, susah di atur, suka buat onar, sering ngerjain orang kalo di sekolah. Tapi dia baik kok, dia cuma kesepian aja jadi dia melakukan hal-hal yang membuat dia nyaman agar bisa mengisi kekosongannya." ujarku panjang lebar.

Jeny hanya mengangguk mengerti.

Aku sangat mengerti dengan keadaan Rena. Memang benar dia anak yang brandal tapi itu cuma sifat luarnya aja. Dia hanya ingin membuat dirinya nyaman dengan melakukan hal yang membuat dia bisa melupakan masalahnya.

"Oh iya bunda mana? " ujarku pada Jeny.

"Oh bunda. Dia ada diruangannya kok, mau gue pang- " ujar Jeny terpotong.

"Eh Daniel, udah dateng, Renanya mana? " ujar bunda yang baru saja datang.

"Tuh dia lagi tidur," ujarku dan menunjuk Rena yang tertidur di sofa.

"Aduh calon mantu bunda cantik banget ya," ujar bunda dan menatap Rena sambil tersenyum.

"Aku bangunin Rena dulu ya bun," ujarku pada bunda dan hendak melangkah ke arah Rena tapi suara bunda menghentikanku.

"Eh tungggu, biar bunda aja yang bangunin," ujar bunda kemudian berjalan ke arah Rena yang masih tertidur.

Bunda berjongkok di dekat sofa agar dapat melihat wajah Rena, kemudian bunda mengelus pipi Rena lembut.

"Rena sayang ayo bangun," ujar bunda sambil mengelus kepala Rena pelan.

"Bun kalo dia di gituiin nggak bakalan bangun dia." ujarku pada bunda.

"Kamu nggak usah berisik, diam aja, biar bunda yang urus," ujar bunda memarahiku.

"Rena ayo bangun," ujar bunda lembut.

Rena terlihat menggeliat lalu merenggangkan seluruh tubuhnya kemudian mengucek matanya. Rena membuka matanya setengah sadar dan menatap bunda sambil menyipitkan matanya heran.

"Gue udah di surga ya," ujar Rena setengah sadar dan bangun dari tidurnya.

"Eh kampret lo bukan di surga, lo ada di butik bunda gue," ujarku dan berjalan kearah Rena lalu duduk di sampingnya, dan bunda ikut duduk di samping Rena.

"Trus kok ada malaikat di sini," ujar Rena yang sudah sadar lalu menatap bunda heran.

Oh jadi yang di maksud malaikat itu bunda. Aku hanya menggelengkan kepalaku singkat melihat Rena yang begonya minta ampun. Bunda hanya tersenyum manis menatap aku dan Rena bergantian.

"Rena dia itu bunda gue, dia bukan malaikat," ujarku kemudian Rena menatapku sambil membulatkan matanya lalu kembali menatap bunda yang tersenyum pada Rena.

"Ini bunda lo?" ujar Rena dan aku hanya mengangguk kecil.

"Njirr bunda lo kinclong amat, cantik lagi, beda banget ama lo yang karatan," ujar Rena menatap aku dan bunda Bergantian.

"Sialan lo," ujarku kesal.

"Udah ah nggak usah berantem, Rena yuk kita pilih gaun pernikahan buat kamu." ujar bunda lalu menarik tangan Rena pelan dan berjalan meninggalkanku.

"Sialan gue di tinggalin," ujarku kesal.

"Nggak usah baper kali, sini gue temenin pilih baju buat lo," ujar Jeny yang masih setia berdiri di tempatnya.

"Ya udah ayok," ujarku kemudian berjalan dan memilih baju apa yang akan aku kenakan.

"Eh ngomong-ngomong si Rena cantik ya, walaupun dia urakan, tapi masih kelihatan manis kok," ujar Jeny memuji Rena dan aku hanya membalasnya dengan senyuman.

"Tapi lo harus jagain Rena baik-baik," ujar Jeny menatap ke arah depan. Aku menatap Jeny bingung.

"Sepupu gue udah dateng dari paris, dan dia bilang dia masih cinta sama lo. Gue takut nanti Rena di apa-apain ama dia, jadi gue harap lo harus jaga Rena baik-baik." ujar Jeny kemudian berjalan meningggalkan aku yang masing terkejut.

Jadi dia sudah kembali.









TERIMA KASIH UDAH MAU BACA CERITAKU

JANGAN LUPA VOMENT

MOHON MAAF JIKA ADA KESALAHAN

MY TEACHER IS MY HUSBAND [REVISI] (SELESAI)Where stories live. Discover now