BAGIAN 11

18.9K 838 2

SELAMAT MEMBACA

BONPICT VINO CEK MULMED DI ATAS

RENA DARA ANGGITA POV

Bukkhh... bukkhh

Aku memukul lawanku yang lebih banyak dariku mungin sekitar 8 orang, tapi aku tidak sendiri, aku di bantu oleh Vino.

Sejak SMP memang aku sudah belajar seni bela diri seperti, karate, pencak silat, dan taekwondo, aku pun sudah mendapatkan semua tingkatan sabuknya.

Aku menendang perut salah satu dari mereka lalu memukul hidung seseorang yang baru saja ingin menyerangku. Selang kemudian aku dan Vino melumpuhkan mereka semua.

"Lo pada masih mau gue pukulin," ujarku geram.

Mereka semua menggeleng. Aku hanya menatap mereka datar.

"Mending sekarang lo semua kembali ke habitat lo masing-masing. Dan ingat kalo lo semua masih berani nyerang temen gue, lo pada habis di tangan gue, ngerti lo!" ujarku memperingatkan mereka dan di balas dengan anggukan oleh mereka.

Selang kemudian mereka semua berdiri dan berjalan ke arahku, lalu salah satu dari mereka meminta maaf padaku.

"Gue Gali. Sorry ya, gue cuma ke bawa emosi. Abisnya temen lo ini, bikin gue pusing, dia nyakitin perasaan adek gue," ujar Gali dan menepuk pundakku singkat.

"Nyakitin perasaan adek lo? " ujarku menyeritkan dahiku bingung.

"Iya. Dia nembak adek gue seminggu yang lalu, terus setelah dia nembak adek gue, dia hilang tanpa kabar. Tapi kemarin adek gue ngeliat dia ama cewek lain. Siapa yang nggak sakit hati coba, lo tau gak adek gue nangis semaleman cuma gara-gara nih bocah." ujar Gali menunjuk Vino dengan geram.

Aku beralih menatap Vino dengan tatapan datar, dan dia hanya membalas dengan cengiran lebarnya.

"Jadi ini semua gara-gara lo," ujarku dingin pada Vino dan dibalas dengan anggukan oleh Vino.

Aku hanya menghela nafas kasar dan memijat pelipsku pelan, aku kembali menatap Gali yang masih setia berdiri di hadapanku bersama teman-temannya.

"Dasar setan," umpatku kesal kemudian menjitak kepala Vino keras.

"Ya sorry," ujar Vino dan mengelus kepalanya yang tadi aku jitak.

Aku kembali menatap Gali dan tersenyum ramah.

"Kalo gitu gue minta maaf ya kerena udah mukulin lo semua, padahal yang salah tuh si bocah geblek ini," ujarku dan menatap Vino sinis.

"Iya nggak papa kok." balas Gali sambil tersenyum.

"Eh minta maaf lo ama dia," ujarku pada Vino.

Vino mengangguk kemudian menepuk pundak Gali singkat.

"Sorry ya bro, tanyain ama adek lo gue minta maaf. Gue juga pengen ketemu ama dia, tolong sampein ya ke adek lo." ujar Vino tersenyum pada Gali.

"Ok bakalan gue sampein, oh iya kalo gitu gue balik dulu ya ama temen-temen gue. Sekali lagi gue dan temen-temen gue minta maaf," ujar Gali tersenyum kecil.

"Justru gue ama Vino yang harus minta maaf, kita udah mukulin lo sampe lo semua memar-memar kayak gitu," ujarku padanya.

"Santai aja kali, lagian lo kan gak tau permasalahan ini sebelumnya" ujar Gali.

"Oke," balasku singkat.

Kemudian aku membalasnya dengan anggukan singkat, lalu Gali hendak berbalik dan berjalan, tapi aku kembali memanggilnya.

"Tunggu," ujarku kemudian Gali berbalik menatapku.

"Kalo lo punya masalah, lo harus selesaiin sendiri jangan main keroyokan. Karena hanya pengecut yang berani main keroyokan." ujarku pada Gali.

Gali sempat tertegun lalu mengangguk singkat. Gali dan teman-temannya berjalan meninggalkan aku dan Vino.

Aku menatap Vino sambil menaikkan sebelah alisku dan Vino hanya menatapku sambil tersenyum lebar.

"Nggak usah senyum deh lo, kayak anjing tau gak," ujarku kemudian berjalan meninggalkan Vino.

"Ya elah marah lagi, jangan marah ama gue dong Rena. Iya deh gue minta maaf," ujar Vino yang sudah berjalan di sampingku dan memohon padaku untuk di maafkan.

"Nyantai aja kali, nggak usah baper," ujarku datar dan terus berjalan ke gerbang belakang sekolah.

"Yee.. tapi muka lo kok kayak marah gitu ama gue." ujar Vino menatapku dari samping.

Vino adalah sahabat aku setelah Sarah. Vino yang sering membantuku kalo aku lagi ada masalah, dan Vino terkenal di sekolah karena dia tampan dan juga badboy. Dia sering juga ngebantuin aku ngerjain murid baru atau buat ulah kalau di sekolah. Eh iya aku kepikiran sesuatu.

"Eh Vino bantuin gue ngerjain orang ya," ujarku pada Vino dan menatapnya.

"Ngerjain siapa? " balasnya.

"Nanti gue tunjukkin yang mana orangnya, dia anak baru pokoknya, dan kalo gue liat tuh anak songong banget." ujarku.

"Anak kelas berapa?" ujar Vino.

"Gak tau, yang jelasnya lo harus dan wajib bantuin gue."

"Iye iye, dasar pemaksa."

Sesampainya di gerbang belakang betapa terkejutnya aku setelah melihat siapa yang menunggu disana.

Mati aku.











TERIMA KASIH UDAH MAU BACA CERITAKU 

JANGAN LUPA VOMENT

MOHON MAAF JIKA ADA KESALAHAN

MY TEACHER IS MY HUSBAND [REVISI] (SELESAI)Where stories live. Discover now