31. Make it Double

42.5K 1.6K 96
                                        

Baik Budi maupun Nania seperti melihat hantu disiang bolong saat menyadari Orion dan Romeo Adidharmo yang ternyata sudah ada di ruangan itu sedari tadi.

"Aku kok agak nyesel ya nyuruh Romeo untuk ga nyentuh orang tua mu? Kamu ngatain adek ku apa?! Pelacur? Ckck.." Kata Orion yang masih menatap layar laptop nya.

Romeo tertawa, "Ga apa.. Toh gue punya kejutan lain buat dia.. Ahahah!"

Romeo berjalan mendekati Nania, "your sisters in the backseat of my brand new foreign car.. Just in case you forgot what you owe me, so I take them to pay me what you owe me. Don't act like you forgot, Nania.."

Nania mulai menangis dan memohon pada Romeo untuk membebaskan adik-adik nya. Sedangkan Budi hanya bisa berdiri seolah-olah kaki nya dipaku dilantai dan mulutnya bungkam seribu bahasa.

Romeo melirik Budi, "why don't you call Brian? Oh!! Gue lupa.. Mr & Mrs. Brown ngelarang keras lo dan Brian untuk bersinggungan langsung sama gue. Am i right?! Good advice, in my opinion.."

Budi menelan ludah nya. Semua yang dikatakan Romeo itu betul adanya. Disaat-saat seperti ini, membuat marah Romeo Adidharmo bukan lah sesuatu yang menguntungkan. Budi menatap iba Nania.

"Gue.. Minta maaf.. Tapi gue harus pergi.." Budi menatap Nania tanpa berani menatap Romeo secara langsung.

Nania meraung-raung saat budi meninggalkan ruangan itu namun Budi tak punya pilihan lain. Ia adalah salah satu pimpinan di perusahaan Mr. Brown dan ikut campur dalam masalah ini bukan lah hal yang tepat, mengingat keluarga Adidharmo adalah mitra kerja keluarga Brown.

Saat berjalan keluar, Budi mengambil hand phone nya dan berniat nelpon Brian. Tapi niat itu dia batalkan. Brian adalah pewaris tunggal perusahaan Mr. Brown. Jika Brian datang kesini dan ribut dengan 3 pewaris Adidharmo, maka dapat dipastikan Brian tak akan bertahan lama di dunia bisnis. Budi hanya bisa berdoa agar Orion dan Romeo tidak terlalu keras menghukum Nania.

Budi kembali membuka hand phone nya dan melpon Mrs. Brown. Tanpa basa basi Budi langsung ke inti permasalahan.

"Romeo ada disini, di New York.. Tapi bukan cuma itu, Orion juga ada!" Pekik Budi.

"Double Trouble.. Berbahaya.." Kata suara diujung sana.

"I would say... Nania bakal tamat, dia ngatain Agatha pelacur didepan si kembar dan hampir nampar Agatha.."

"She's crazy!! Where's Brian?!" Pekik Mrs.Brown yang mulai panik.

"Not here.. Di apartemen nya.."

"Thank God!! Kalo perlu bayar semua bodyguard yang ada di New York untuk jagain supaya Brian ga dengan tolol nya ngedatengin Adidharmo dan ngebelain si Nania!! Dan kamu Budi, cepet balik ke London, kita harus obrolin ini sama Mr. Brown!"

"Iya tante, Budi langsung kesana.."

***************************************

Membuat kesal seorang Romeo Adidharmo itu sudah sangat fatal, tapi sekarang Nania juga membuat kesal Orion Adidharmo.

"Kamu ga takut karma?!" Bentak Nania.

Orion mendengus, "All you think about is karma, but one thing's for sure.. Maybe I got mine, but you'll all get yours.."

Romeo dan Agatha tertawa.

"Lo ngatain adek gue pelacur? Terus lo ngomongin karma?! Aaaah!" Pekik Romeo, "karma itu kalo adek lo gue jadiin pelacur!"

"Dia bukan Adek lo!! Dia.. Dia kepribadian lain nya Agatha!" Teriak Nania.

Orion dan Romeo tertawa secara bersamaan.

Posesif (Tamat)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang