30. Most Wanted

39.9K 2K 134
                                        

Nania tau dirinya tak bisa bergantung pada Brian terus menerus. Mr & Mrs. Brown menutup semua akses keuangan Brian yang sumbernya dari perusahaan keluarganya. Pergerakan Budi pun mulai diawasi ketat.

Nania membutuhkan banyak uang. Adik-adik nya membutuhkan uang. Romeo benar-benar tak memberinya ampun. Hanya kedua orang tua Nania yang merupakan pensiunan PNS yang tak disentuh oleh Romeo.

Brian masih terus berusaha membantu Nania dan adik-adiknya tapi Nania tau, ini tak mungkin selamanya dan ini tidak cukup. Nania harus mencari cara untuk mencari seseorang yang bisa melawan Romeo Adidharmo. Ia berusaha menghubungi teman-teman nya semasa kuliah di Amerika, tapi begitu mendengar nama Romeo Adidharmo... Semua nya langsung lari. Nania sudah kehabisan akal.

Nama Romeo Adwiko Adidharmo menjadi nama yang sekarang mulai ditakuti. Kemampuan nya dalam bernegosiasi di ikuti dengan kemampuan dalam bidang hukum internasional membuatnya banyak dicari orang. Banyak perusahaan yang mengincar Romeo untuk menjadi team legal namun Romeo bertahan pada keluarga Adidharmo yang sekarang bisnis dan pamornya semakin naik. Setelah Kakak tertuanya, Orion bertunangan dengan putri keluarga Wijayanto, Romeo setuju bergabung dengan perusahaan Wijayanto dan membuktikan kemampuan nya dengan melebarkan bisnis keluarga Wijayanto ke wilayah Asia timur. Semenjak saat itu, tak ada yang mau berurusan dengan keluarga Adidharmo apalagi dengan Romeo Adidharmo.

Nania berurusan dengan orang yang salah. Seandainya saja dulu ia tak meninggalkan keluarga Adidharmo, tentu semuanya tak akan berakhir seperti ini. Sekarang, jalan satu-satu nya adalah mengakui kekalahan nya dan menemui Romeo Adidharmo secara langsung.

"It's a bad idea!!" Pekik Budi, "lo mau ketemu sama Romeo Adidharmo? Selanjutnya cuma Tuhan yang tau lo mau diapain sama dia!"

Nania memandang Budi dan Brian secara bergantian. Matanya berkaca-kaca.

"Ya terus gue musti gimana? Adek gue udah luntang-lantung di Jakarta ga berani pulang ke rumah, takut orang tua gue khawatir dan sakit!"

Brian menghela nafas, "cuma orang tua lo yang ga Romeo ganggu.. Itu pun karena Orion yang minta.. Kalo ga, gue udah ga ngerti lagi.. Dia itu manusia atau apaan?"

"Kabar nya si Romeo itu psikopat.. Dia suka aja gitu nyiksa orang.. Ditambah dia ga punya kelemahan! Gue udah cek.. Dia cuma peduli sama karir dan keluarganya. Semua temen atau mantan pacarnya itu semua untuk kepentingan bisnis keluarganya." Timpal Budi sambil melirik ke arah Nania.

"Iya.. Dulu gue disiapin buat dampingin Romeo memperkuat keluarga Adidharmo..." Kata Nania sambil menunduk.

Budi memijit pelan pelipis nya, "Dan lo kabur ke Brian? Padahal lo tau kalo Romeo kaya gitu? Pantesan Athalia bilang kaya gitu kemarin.. Seolah-olah lo ada dosa apa sama Adidharmo, ternyata ini?! Sinting Nania!! Pasti lo mikir karena Brian jauh lebih tajir kan?!"

Nania mengangguk pelan dan Brian hanya bisa menggeleng-geleng kan kepala nya.

Budi meneguk habis wine nya, "keluarga Brown emang lebih tajir, tapi kalo ngomongin power... Liliana Sitompul ga main-main saat dia ngebangun 'kerajaan' nya, koneksi nya ada dimana-mana! Emang nya lo pikir kenapa keluarga Brown memasukan nama Adidharmo dalam list 'raksasa Indonesia' bareng sama keluarga yang punya uang jauh lebih banyak dari Adidharmo?! Karena mereka punya power yang ga main-main!"

Akhirnya Brian angkat bicara, "jadi sekarang gimana Bud? Gue udah ga bisa gerak. Tanpa keluarga Brown, gue cuma orang biasa yang punya duit lebih karena bisa nyanyi dan terkenal."

Brian menatap tajam Nania. Ia tak percaya jika Nania memanfaatkan nya lagi. Dulu, Nania memanfaatkan keluguan Brian agar bisa kuliah dan mendapat bimbingan langsung dari Liliana Sitompul, sekarang Nania memanfaatkan nya lagi untuk melawan keluarga Adidharmo.

Posesif (Tamat)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang