"Kamu yang bodoh karena ngerelain aku untuk perempuan lain."
-Arga Wirajaya-
***
Agatha terus menangis,menumpahkan segala rasa sesak yang menyelimuti hatinya. Hanya dengan menangis dalam diam di dalam kamar,tak ada orang yang melihat bahwa dia sedang menangis. Dia telah menyesal melakukan hal itu kepada ke--mantan kekasihnya. Putus. Dia menangis hanya karena memutuskan kekasihnya. Namun,ada alasan dibalik dia memutuskan kekasihnya tersebut.
Terlihat seorang Perempuan dan Pria sedang duduk di kursi taman kota. Tak ada yang memulai berucap. Hanya terjadi keheningan yang melanda mereka berdua. Hingga Perempuan itu mulai jengah dengan keheningan tersebut.
"Ga,aku mau ngomong sesuatu sama kamu," ujar Perempuan itu kepada Pria di sampingnya yang bernama Arga Wirajaya.
Arga lantas menoleh ke arah kekasihnya tersebut, " Mau ngomong apa?"
Agatha ragu untuk memulai dari mana ia akan berbicara, "Kita putus."
Ucapan Agatha membuat Arga sedikit terkejut, hubungan yang sudah terjalin hampir lima tahun itu harus kandas sekarang, "Karena perjodohan antara aku dengan kakak kembar kamu,iya?"
Agatha mengangguk pelan,membenarkan ucapan Arga, "Mungkin kita nggak ditakdirin untuk terus bersama,mungkin kak Renata emang yang terbaik untuk kamu. Ga,hubungan kita bahkan backstreet,nggak ada keluarga aku yang tau tentang ini. Mereka hanya tau kalau kita itu cuma temenan."
"Aku bisa batalin perjodohan ini,Tha."
"Jangan bodoh,Ga."
"Kamu yang bodoh karena ngerelain aku untuk Perempuan lain."
Ucapan Arga benar,dia memang bodoh. Namun,dia tak bisa melakukan apa-apa kecuali melakukan hal yang membuat hatinya sakit.
Kejadian itu berputar dengan indahnya,membuat dirinya makin menangis. Merelakan seseorang yang hampir lima tahun dia cintai hanya karena perjodohan yang dilakukan orang tuanya. Namun,dia hanya bisa diam.
"Maafin aku,Ga."
***
Renata terus menatap adik kembarnya itu dengan heran. Dia melihat bahwa Agatha sedang tidak bersemangat. Agatha hanya menatap makan malamnya tanpa menyentuh sedikitpun. Untung,Fanya dan Doni,orang tua mereka sedang tak ada di rumah.
"Tha," ucap Renata memanggil Agatha.
Agatha tersadar dari lamunannya, "Iya,Ga?"
Renata bingung dengan Agatha yang memanggil nama Ga. Apakah itu Arga yang akan dijodohkan dengan dirinya?
Agatha tersadar akan ucapannya,ia pun langsung meralat ucapannya, "Ada apa kak?"
"Kenapa makanannya nggak dimakan?"
"Nggak nafsu kak," ucap Agatha sambil berdiri dari duduknya hendak pergi ke kamarnya.
"Kakak belum selesai bicara,Tha."
Agatha kembali ke kursinya lagi,lalu menatap Renata dengan tatapan mau ngomong apa?
"Kamu temennya Arga kan?"
Agatha mendongakkan kepalanya yang sedari tadi menunduk, "Iya,kak."
"Menurut kamu kakak sama Arga cocok nggak?"
Agatha tersenyum tipis mendengar pertanyaan Renata yang menggores hatinya, "Agatha nggak tau kak."
Renata langsung berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Agatha, "Kok nggak tau. Kamu sama Arga udah kenal dari SMA sampai kuliah kan. Sedangkan,kakak nggak kenal dia. Kakak SMA dan kuliah di Bandung. Ya,kakak tanya sama kamu kali aja kakak sama Arga itu cocok. Arga juga orangnya baik terus----"
YOU ARE READING
Flashback
Romance"Aku tau kamu telah menjadi masa laluku,namun aku ingin kamu menjadi masa depanku." -Agatha Zevana Wijaya- "Aku mulai mencintainya." -Renata Zevanya Wijaya- "Bisakah kita untuk mengubah takdir ini?" -Arga Wirajaya- "Aku selalu ada untukmu." -Farrel...
