Prolog: Awal pertemuan

967 73 0
                                        

"Yah, cepetan kek bawa mobilnya". Ucap Ahra

"Sabar dong dek, gak lihat noh macet".

***

"Sudah sampai". Ucap ayah.
Ahra melepaskan seatbeltnya. Sebelum turun ia melihat pagar sekolah dengan tatapan horor.

"Ada apa lagi, dek?". Tanya ayah ikut menatap kearah Ahra menatap.
"Ayah liat kan tuh, gerbangnya udah ditutup". Ahra mulai merengek.
Ayah mendengus kasar.
"Ayah gak bisa bantu kamu masuk, ini udah jam 07.10 ayahkan ada meeting jam 07.30".

Ahra mendengus mau tak mau ia memutuskan untuk menunggu gerbang dibuka.

"Sial amat sih gue hari ini".

"Mana ini hari pertama mos".

"Rusak dah image gue".

Begitulah umpatan-umpatan yang hari ini Ahra keluarkan. Masalah terbesarnya adalah hanya Ahra sendiri yang telat hari ini. Mungkin ini memang kesialan untuk Ahra.

Gerbang kecil khusus untuk pejalan kaki tiba-tiba terbuka, terlihatlah sosok pria berbadan mungil yang menggunakan almet.

"Dek, murid baru ya?". Tegornya.
Ahra mengenok dan memandangin pria dihadapannya.
"Iya ka".

"Ayo masuk kegiatan mos sudah dimulai". Ucapnya dan mengajak Ahra memasuki kawasan sekolah.

Dilapangan utama sudah ramai dengan murid yang rata-rata berpakaian putih-biru dengan atribut anehnya. Dan seseorang sedang berdiri diatas mimbar, dengan almet yang sama seperti kakak osis yang Ahra temuin tadi.

"Kamu boleh baris dibarisan yang kosong itu". Perintahnya sambil menunjukan arah yang dimaksud. Ahra menganggukan kepala sebagai jawabannya.

Saat berjalan untuk melewati beberapa siswa-siswi yang berbaris tiba-tiba.
"Kamu yang baru dateng, berdiri didepan!". Suaranya begitu kencang mungkin 2 gedung disekolah ini akan mendengar suaranya, padahal ia tidak menggunakan microfon.

Ahra memutar arah badanya dan menatap lurus kearah suara tadi.
"Saya ka?". Tanya Ahra.
Pria diatas mimbar itu berjalan kearah Ahra. Semakin dekat. Dan
"Iya lah kamu! Siapa lagi yang telat selain kamu?!". Katanya dan menarik belakang tas Ahra, menyeret Ahra dengan paksa sampai didepan mimbar.

"heh heh, sialan lo ya! Pake narik narik gue, dasar kambing!". Ucap Ahra dengan keras dan beberapa murid dilapangan sudah terkekeh mendengar ucapan Ahra.

"Gue kambing lo apanya?".

***

FLAT KETOS [Republish]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang