Athalia membuka mata nya lalu menguap. Ia bahkan belum sempat selesai menguap saat Mami nya berteriak dengan logat Batak yang tak dapat ditahan nya lagi.
"Alamak! Anak aku ini!! Terimakasih Tuhaaaan!!"
Athalia yang masih keheranan menatap Mami nya dengan tatapan aneh.
"Mami ni kenapa?"
"Kamu tuh pingsan dipelukan Brian! Bikin semua orang panik! Mr. Brown langsung yang antarkan kamu ke rumah sakit terus dia minta kamu dirawat di rumahnya. Dipindahkan nya lah semua alat-alat rumah sakit ini ke rumahnya! Jantung Mami udah mau copot lagi Athaaaaaa ya Tuhan!!"
Pingsan dipelukan Brian?! Kok bisa? Bikin maluuu!! Terakhir perasaan lagi dinyanyiin sama Brian, lagu nya mellow.... Terus.... Ngantuk... Shit!
"Tidur kali Mam.. Bukan pingsan!" Sanggah Athalia.
"Kalo lagi kedinginan lu ga boleh tidur! Bahaya! Lu bisa mati! Paham ga sih?!" Bentak Brian.
Brian terlihat sangat kusut. Rambutnya berantakan dan matanya sayu.
"Ya maaf! Sehari doang aja pada lebay!!"
Semua orang yang ada diruangan itu termasuk Budi, Mr & Mrs. Brown memandang Athalia dengan pandangan tak percaya.
"Sehari lu bilang?!" Timpal Brian, "it's 3 days already!!"
Shit! Gue pingsan 3 hari?! Terus dirawat di rumah orang pula! Sumpah bikin malu...
Athalia menatap kesal wajah Brian, "Ya lo ga usah marah-marah kali! Yang pingsan gue kenapa jadi lo yang ngambek?!"
Brian hendak membalas perkataan Athalia namun ia berhenti sejenak, dan melanjutkan.
"Terserah lo!!" Brian berdiri dari sofa dan menuju ke pintu keluar.
Semua yang ada di dalam ruangan itu tak ada yang bersuara dan hanya bengong melihat pertengkaran Athalia dan Brian.
Athalia melihat ke arah Maminya, "Mam dia kenapa sih?"
"Ga apa-apa.. Cuma ga tidur 3 hari nongkrongin kamu disini!"
"......."
***************************************
Mr dan Mrs. Brown bener-bener merasa tak enak karena Agatha yang pernah koma lebih dari setahun mendadak pingsan dipelukan Anaknya. Saat itu Brian panik bukan main.
Setelah 3 hari dirawat dan akhirnya siuman, Agatha tak di izinkan pulang oleh Mr dan Mrs. Brown, mereka bilang Agatha harus benar-benar sehat baru mereka akan mengizinkan Agatha pulang. Mereka juga meyakinkan orang tua Agatha agar tak usah khawatir karena Agatha akan dirawat langsung oleh para profesional yang telah disewa oleh Mr. Brown.
Athalia yang merasa bosan akhirnya memutuskan untuk berjalan-jalan. Ia menanyakan letak kamar Brian kepada salah satu pelayan di rumah itu. Setelah mengetahui letak kamar Brian, Athalia mengendap-endap masuk ke kamar nya. Athalia melihat Brian yang sedang tidur menelungkup di tempat tidurnya. Ia juga melihat beberapa penghargaan internasional di bidang musik di pajang di sebuah lemari piala yang menempel ke dinding. Agatha juga melihat penghargaan di bidang Akademik saat Brian sekolah.
Encer juga otaknya.. Jago dimusik, jago di pelajaran juga.
"Puas liat-liat nya?!" Kata suara yang sontak membuat Athalia terlonjak kaget.
"Eh udah bangun.. Tidur lagi aja.. Ga apa-apa kok.."
"Ga.. Udah ga ngantuk.."
"Kenapa? Katanya lo ga tidur 3 hari? Lo mantengin gue 3 hari apa ga cape? Padahal ga usah lebay kaya gitu.."
"Gue pernah mantengin lu lebih dari 3 hari.. So it doesn't matter.."
"Lo kenal gue ya? Sebelum kecelakaan?" Tanya Athalia ragu-ragu.
"Siapa sih yang ga kenal keluarga Adidharmo?"
"......."
Brian menatap wajah Athalia dan tiba-tiba mendekat. Ia menyentuh bekas luka di pelipis kanan Athalia.
"Oh ini!" Kata Athalia, "sebenernya muka gue banyak luka nya semenjak kecelakaan, tapi pas gue koma Mami ngedatengin klinik kecantikan buat ngerawat muka gue dan lama-lama ilang ko.. Cuma yang ini ga bisa ilang, Mami suruh oprasi tapi gue ga mau, biar aja buat kenang-kenangan.."
"What happen?" Potong Brian, "pas kecelakaan itu?"
"Hmmm.. Gue ga inget.. Tapi katanya mobil gue terbalik 3 kali setelah nabrak pembatas jalan, gue ga pake sabuk pengaman jadi badan gue kelempar keluar, tulang rusuk gue banyak yang patah, kepala udah ga jelas bentuk nya, dan orang bilang gue sempet dinyatakan meninggal...."
"Tha!" Potong Brian lagi, "get out.."
Nafas Brian berat.
"Lo... Sesek? Mau gue panggilin.."
"Get out!! Now!!!!!!" Bentak brian.
Athalia langsung lari keluar kamar Brian.
What is wrong with Brian Brown? Kenapa dia selalu aja emosi kalo ada deket gue?! Dia bener-bener ga se- charming kalo lagi manggung!
Athalia berjalan menuju taman dengan mantel tebal yang ada di balik pintu keluar. Ia melihat sosok yang rasanya tak asing.
"Hai!! You are...."
"Budi.." Sambung sosok lelaki itu.
"Indonesian?!" Tanya Athalia yang dibalas dengan cengiran dari Budi.
"100%!!"
Athalia tertawa, "Hoo.. Lo... Kenal gue ya?"
"Yup! By the way, gimana kondisi lo? Jangan disini, dingin.. Ntar Brian ngamuk loh!"
"Nah itu yang gue bingung! Kenapa Brian kudu ngambek?! Kan gue yang kedinginan, gue yang pingsan kenapa jadi dia yang..."
"Agatha!!" Bentak suara dari dalam rumah.
"Ngambek..." Lanjut Athalia, "liat tuh! Dia lagi sama cewek nya, ngapain juga dia ngurusin gue?! Gue paham mungkin cewenya overprotective, makanya kemaren dia panik, kayanya dia takut karena status dan latar belakang keluarga gue jauh diatas dia... Merasa terancam, padahal boro-boro mau ngerebut! Kenal juga ga!!"
Budi tersenyum ke arah Athalia, tidak tau harus membalas apa. Brian berjalan dari arah rumah dengan gusar. Ia hanya memakai baju kaos lengan pendek dan celana panjang training. Nania mengikutinya dari belakang.
"Gila lu ya?!" Bentak Brian, "baru aja lu siuman Tha!! Baru aja! Lu mau nyiksa gue lagi?!"
"Kenapa sih lu? Tu urusin aja cewe lu! Dia tu ga suka lu deket-deket sama gue.. Dasar cowok ga peka!!" Athalia membentak balik Brian.
Tiba-tiba Nania menengahi mereka.
"Gini ya Tha.. Aku... Ehm.. Gue.. Mau minta maaf sama lo.. Soal kejadian kemarin....."
"Iya gue paham.. Lo merasa terancam karena status dan latar blakang gue kan? Ditambah sekarang orangtua Brian maksa gue tinggal di rumah mereka. Kalo jadi lo, gue juga bakal ngelakuin hal yang sama kok. Gue bakal pertahanin pacar gue mati-matian, mana rela ngeliat pacar sendiri tiba-tiba direbut?!" Kata Athalia .
Nania hanya bisa tersenyum. Budi memandang Brian penuh arti.
"Yaudah!" Kata Budi yang mencoba mengalihkan pembicaraan. "Kita masuk yuk! Ada teh homemade yang enak banget di dalem.. Dibuat dari bunga-bunga yang ada ditaman ini sebelum winter. Lo mau coba Tha? Bibir lu mulai biru tuh!"
Athalia tersenyum kearah budi dan menggandeng tangan nya.
"Yuk! Biarin aja si Brian disini.. Mana ga pake sepatu.." Kata Athalia sembari melihat kearah kaki Brian yang tak memakai alas kaki apapun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Posesif (Tamat)
ChickLitCerita cinta picisan tentang Agatha yang polos dan Brian yang kasar dan posesif. WARNING!!!! 1. Usia 18++ 2. Contain a lot of English 3. Baca sampe akhir, if you dare.. ? Ceritanya bersambung ke cerita baru berjudul: Harton Academy.
