1. Selin Ananta

444K 23.5K 2.4K
                                    


Ada sebuah bandul,
Bergerak pelan karena adanya daya,
Aku nggak ganggu,
Cuma mau kenalan, boleh ya?

Namaku Selin Ananta, kelas 10 IPA 3. Chat aku ya, Kak :)
081567890
.

Saga sudah hampir meremas dan membuang kertas yang menempel di speedometer vespanya. Seperti yang selalu ia lakukan seminggu belakangan ini setiap kali melihat kertas serupa saat berniat mengeluarkan vespanya dari parkiran sekolah.

Saga sudah hilang kesabaran. Sepertinya gadis bernama Selin-yang tidak ia ketahui seperti apa wujudnya itu-termasuk ke dalam tipe orang yang berpendirian teguh akan suatu hal. Atau, menurut Saga, bahasa yang paling tepat untuk menggambarkan gadis itu adalah; tidak tahu malu!

Berbeda dari kemarin, kali ini Saga mengurungkan niatnya untuk membuang kertas bertuliskan tinta biru itu. Karena ia yakin, si pengirim pesan akan melakukan hal serupa esok hari, lusa, dan hari-hari berikutnya hingga membuat Saga merasa jengkel bila ia tidak melakukan sesuatu saat ini.

Saga menarik paksa kertas itu hingga terlepas dari vespanya. Ia sempat berdecak kesal ketika menyadari double tape yang digunakan si pengirim pesan mulai mengotori kaca speedometernya.

Dengan kesal, Saga menempel asal kertas itu tepat di kaca speedometer motor Ninja yang terparkir di sebelah motornya. Kemudian ia melanjutkan usahanya untuk memisahkan vespanya dari motor-motor lainnya.
Saga melaju bersama vespanya ke luar gerbang sekolah. Kalau saja ia tidak sedang menghemat keuangan sejak kepergian papanya sekitar 2 tahun lalu, tentu Saga sudah mengubur vespa ini bersama dengan ratusan benda lain yang tidak ingin disentuhnya lagi, dan lebih memilih berangkat dan pulang sekolah dengan naik ojek online saja.

Namun, Saga menyadari bahwa ia harus membantu mamanya menghemat pengeluaran. Karena mereka kini hanya tinggal berdua.

***

Selin berlari cepat menuju lokasi tujuannya setiap kali pulang sekolah-area parkir sekolah.

Sesampainya di lokasi, Selin berhenti dengan kedua telapak tangan menyentuh lututnya. Napasnya tidak beraturan. Apalagi ketika ia tidak berhasil menemukan sebuah vespa modif berwarna biru langit di tempat semula.

Selin menghela napas panjang. Selalu saja begitu. Ia selalu gagal bertemu dengan sosok pemilik vespa modif keren menurutnya. Biarpun banyak yang bilang bahwa kendaraan vespa itu sangat kuno, justru tidak bagi Selin. Vespa dengan body yang sudah dimodif sedemikian rupa itu justru membuat Selin kagum. Karena ia tahu sejarah lahirnya vespa keren milik Saga.

Selin baru beberapa minggu bersekolah di SMA Nusa Cendekia. Selain karena Nuski-begitu nama SMA-nya sering disebut-merupakan SMA favorit yang ia idam-idamkan, bertemu dengan Saga adalah salah satu tujuannya masuk ke sekolah ini. Karena Selin yakin, Saga bisa mengajarkan begitu banyak hal baru padanya di SMA ini, begitu pun sebaliknya.

Setelah merasa irama napasnya mulai teratur, Selin mendekati area parkir yang ia yakini sempat menjadi tempat parkir vespa milik Saga. Ia berjongkok pada celah parkir yang kosong. Selin berusaha mencari kertasnya yang biasanya selalu ia temukan telah menjadi bentuk bola remasan di bawah motor yang lain, seperti pada hari-hari kemarin.

Sekian lama meneliti sekitar, Selin tidak berhasil menemukan yang ia cari. Senyum cerianya tiba-tiba saja mengembang ketika membayangkan bahwa kali ini Saga menerima surat darinya. Sepertinya Selin harus bersiap menerima chat dari Saga nanti malam.

Saga [SUDAH TERSEDIA DI TOKO BUKU]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang