Setelah setahun lebih Brian hidup kaya zombie akhirnya sekarang ia mulai sadar dan menata kehidupan nya kembali. Mungkin Tuhan sedang menunjukan pada ku bagaimana menderitanya Brian saat aku membohonginya. Sekarang aku melihat langsung betapa Brian menderita saat ia tak bisa menemukan Agatha. Tak ada yang tau dimana Agatha, hidupkah dia?
Awalnya Brian panik, mencari semua anggota keluarga Adidharmo yang mendadak hilang entah dimana. Ia mulai nekat mendatangi semua rumah sakit yang ada di jakarta untuk mencari Agatha. Ia hanya ingin memastikan keadaan Agatha tapi semua usahanya nihil. Keluarga Adidharmo mungkin tak sekaya keluarga Brown, tetapi soal relasi tak perlu diragukan.. Adidharmo lah pemenangnya. Liliana Sitompul memulai karirnya dari 0 sehingga ia tau dan kenal banyak orang. Penerusnya adalah Romeo, jadi rasanya hampir tak mungkin Brian dapat menembus pertahanan mereka.
Setelah akhirnya seluruh keluarga Adidharmo pindah ke Australia, kabar bahwa Agatha telah meninggal pun menyebar dengan cepat. Pusat bisnis keluarga Adidharmo ada di Jakarta, sehingga rasanya hampir tak mungkin mereka meninggalkan Jakarta kecuali ada suatu kejadian besar yang ada dalam keluarga mereka. Kabarnya... Agatha telah meninggal dan Liliana Sitompul mengalami depresi berat.
Mendengar kabar itu, bukan hanya Liliana yang mengalami depresi... Brian pun mengalami hal yang sama. Ia terus menyalahkan dirinya sendiri dan bermimpi buruk hampir setiap malam dengan menyebut nama Agatha.
Aku tau Brian mencintai Agatha, tapi aku tak rela. Aku sudah berkorban banyak untuk Brian. Aku sabar menghadapi tingkah Brian saat ia bahkan tak pernah menganggap ku ada. Semenjak tinggal di Amerika aku selalu tampil maksimal didepan kamera, mendampingi Brian kemanapun ia pergi. Aku dan Brian dinilai sebegai pasangan yang serasi walaupun mereka tak tau bahwa saat tak didepan kamera, sikap Brian sangat dingin. Pesta, alkohol, pelacur, drugs, mimpi buruk, psikiater, overdosis, dan akhirnya selalu berakhir di rumah sakit. Semua nya dapat ku tahan, tapi saat team nya bilang bahwa Brian akan meluncurkan album baru berjudul "The Black Rabbit" aku benar-benar tak tahan lagi. The Black Rabbit adalah Agatha. Brian menjulukinya Black Rabbit karena ia selalu melompat dan sering memakai baju warna hitam. Saat ku lihat daftar lagu dalam album "The Black Rabbit", semua lagunya kebanyakan bercerita tentang kenangan Brian dan Agatha dengan musik RnB yang bertempo cepat, berbeda dengan album pertama Brian yang didedikasikan untuk ku berjudul "First Love" yang hampir seluruhnya mellow. Disitulah aku sadar bahwa Brian lebih mencintai Agatha dari pada aku. Brian tidak merasa tersiksa saat ia menulis lagu tentang Agatha, bahkan Brian cenderung lebih tenang.
Aku marah dan ingin pergi. Tapi aku membutuhkan Brian. Aku juga mencintai Brian. Jika aku pergi, akan jadi apa aku?
Brian akhirnya berjanji akan mencoba melupakan Agatha. Ia setuju dengan pihak management nya, bahwa ia akan menunda peluncuran album "The Black Rabbit". Brian berjanji akan berusaha sekuat tenaga untuk mencintai aku seorang dan aku merasa tenang, walaupun keluarga Brown banyak yang tidak mendukung tapi aku tetap optimis. Aku harus optimis.
Setelah puas berlibur tanpa bekerja selama setahun penuh, hubungan ku dan Brian benar-benar harmonis. Kami sudah merencanakan ke tahap yang lebih serius, hanya saja halangan itu masih datang dari keluarga Brown. Terutama ibu nya, Riana Brown. Brian meyakinkan aku untuk tetap tenang, ia memastikan akan bicara pada ibunya tapi sebelum itu ia meminta izin untuk meluncurkan album "The Black Rabbit". Album nya benar-benar meledak, tour nya di Amerika dan Eropa benar-benar sukses. Aku? Tentu saja aku ikut. Pemberitaan tentang kami ada dimana-mana. Brian yang seorang musisi sukses (walaupun kebanyakan mereka tak tau tentang latar belakang keluarga Brian yang sesungguhnya), bersanding dengan aku... Seorang biasa yang bekerja sebagai pengacara. Cerita cinta kami bak Cinderella dan aku.... Menyukainya.
***************************************
"Brian! Look!! Kita ada di Fashion Magazine!! Ga salah deh si Arman matching in baju kita pas New york Fashion Week!"
"Girang banget.." Kata Brian sambil mengecup pipiku.
"Pokonya aku mau Arman yang pilihin baju buat Acara ulang tahun kamu! Kita pake baju samaan lagi ya?? Yaaaaaaa?"
Brian tertawa saat melihatku merengek.
"Iyaaa.. Kamu udah siap ketemu Mama? Acara ulang taun aku yang di Inggris itu sebenernya bukan acara ulang taun.. Tapi semacam ajang buat Mama dan Daddy pamer sama kolega bisnis mereka. I fucking hate it, tapi taun ini kayanya bakal beda... Kamu semangat banget sih!" Brian mencubit hidung ku.
Ini memang pertama kalinya aku menghadiri acara ulang tahun Brian. Brian lahir pada tanggal 1 Desember tetapi ulang tahun nya biasanya dirayakan tidak pada tanggal 1. Terkadang disatukan dengan pesta Natal juga. Seperti tahun ini, tanggal 13 Desember dipilih sebagai tanggal perayaan ulang tahun Brian. Aku harus membuat semua orang terkesan. Harus!
Umur Brian tahun ini 28 tahun, pada tanggal 1 Desember aku sudah memberikan kado khusus dan pesta kejutan bersama sahat-sahabat Brian.... Budi, Arman dan Nando. Jadi, untuk tanggal 13 nanti aku tak harus memikirkan apa-apa selain membuat keluarga Brown terkesan padaku dan akhirnya merestui ku.
"Ngomong-ngomong tentang ulang taun lo bri, gue lupa bilang sesuatu.." Budi yang sedari tadi bermain PlayStation akhirnya angkat suara.
"Bilang apaan?" Tanya Brian yang masih memeluk ku mesra.
"Errrr... After all these years... The Adidharmo confirm that they will attend. Gue cuma ga mau lo kaget dan gue cuma mau lo waspada, keluarga Adidharmo mungkin ga setajir bokap lo tapi.... Mereka ga bisa dianggap remeh. Bahkan bokap lo belum mau mutusin kerjasama dengan keluarga Adidharmo, padahal dia tau depresi lo yang kemaren itu......" Budi enggan melanjutkan.
"Iya gue paham.. 3 tahun mereka ga muncul, sekalinya muncul di pesta ulang tahun gue. Gue bakal waspada, terutama sama Romeo. Dia pernah ngancam Nania"
Brian mengecup dahiku. Bagaimana bisa mereka tiba-tiba muncul? Setelah 3 tahun tak pernah menghadiri acara apapun, mengapa mereka tiba-tiba mau muncul di acara ulang tahun Brian? Apa mereka mau membalas kematian Agatha? Apa Romeo benar-benar akan menghancurkan ku?
Tunggu! Romeo tak dapat menyentuh ku. Aku punya Brian. Ya, aku... Punya Brian. Seharus nya aku tak perlu secemas ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Posesif (Tamat)
ChickLitCerita cinta picisan tentang Agatha yang polos dan Brian yang kasar dan posesif. WARNING!!!! 1. Usia 18++ 2. Contain a lot of English 3. Baca sampe akhir, if you dare.. ? Ceritanya bersambung ke cerita baru berjudul: Harton Academy.
