~ RAIHAN [Satu]

66 30 4

Bagian I

Kembali Untukmu

Hey.. wanita cantik dengan tingkah aneh yang suka banyak bergerak.. Sudah cukup lama aku tidak mendengar curhatanmu, beberapa pesan dan sapaanmu di media sosial juga sudah tidak pernah kamu kirimkan padaku. Apakah kamu sibuk disana? Apakah sudah ada orang yang lain? Begitu cepatnya kah kamu berubah? Hahaha... Maaf.. aku lupa jika kita sekarang di dunia yang berbeda. Segala hak untuk memperhatikan dan mengurusi hidupmu bukanlah urusanku lagi.

Apakah kamu disana pernah memikirkanku? Atau memikirkan hal yang pernah kita lakukan bersama? Apakah disana kamu juga tersenyum jika mengingat kebodohan dan kebersamaan yang memalukan kita saat itu? Kalau kamu lupa tentang semua itu tenang saja aku masih mengingatnya dalam pikiranku yang telah menjadi kenangan yang membisu , menjadi pembisik rindu saat aku mengingatmu.

Pernah beberapa kali aku merindukanmu bahkan menyebut namamu dalam doa dan memikirkanmu saat doa ku mengalir melalui ucapan bibirku. Aku berdoa kepada tuhan apakah masih boleh aku menghubungimu? Masih bolehkah aku merindukanmu? Dan masih bolehkah aku bertemu denganmu walau hanya untuk beberapa saat? Aku pernah mencoba untuk melupakan sosokmu dan menghapus semua tentangmu. Aku selalu berharap untuk tidak lagi merindukanmu namun tuhan berkehendak lain dan mengabulkan ucapan doa dari bibir ku.

Awalnya aku tidak menegerti, aku seakan merasa terbangun dari tidur yang sangat panjang dan perlahan mulai membuka mata namun entah mengapa tiba-tiba saja aku berada di suatu ruangan yang tampak seperti kamar seorang wanita. Aku pun tak pernah menyadari mengapa aku bisa berada dan berdiri di tempat ini. Disaat aku berbalik aku melihat seorang wanita tertidur diatas sebuah kasur. Perlahan dia terbangun dan membuka mata seketika menatap ke arah ku. Disaat aku menatapnya dengan jelas aku merasa jika ini adalah sebuah dejavu dan menyangka ini hanyalah mimpi. Yang berada di hadapanku saat ini adalah kamu Fina.

Aku hanya bisa tersenyum dan terharu bisa kembali bertemu denganmu. Kamu menatapku dengan sedikit terheran sambil membalas senyumanku. Aku mencoba menghampirimu disaat kamu memejamkan mata namun ketika aku mencoba menyentuh dan memelukmu aku tak mengerti mengapa tubuhku tak dapat menyentuh tubuhmu? Berkali-kali kucoba namun tetap saja tidak bisa hingga akhirnya kamu membuka mata tersenyum berlalu tanpa melihatku.

Aku merasa sangat sedih dan berharap jika ini hanyalah sebuah mimpi dan aku berharap akan terbangun dari mimpi ini tapi perlahan aku mulai menyadari dan mengingat semua tentang diriku. Aku tersadar jika aku takkan pernah terbangun dari mimpi. Aku menyadari jika ini adalah kenyataan yang tak dapat aku jelaskan.

Dengan perasaan sedih ini aku tetap bersyukur karena telah diberikan kesempatan untuk bisa bertemu dan melihatmu lagi walaupun aku tak nampak di matamu. Aku selalu berharap bisa memiliki lebih banyak waktu untuk bisa berada di dekatmu. Andai saja aku bisa menyentuhmu maka aku akan memeluk dan menghapus tiap air matamu disaat kamu menangis sedih mengingatku dan kenangan kita. Tapi apalah dayaku yang hanya bisa menatap dan ikut merasakan kesedihanmu.

Jauh sebelum bisa secara nyata berada di dekatmu aku pernah merasakan sendiri berada disuatu tempat yang dingin. Disuatu tempat berwarna putih yang luas tak berukuran juga tak berujung. Aku sempat berpikir jika itu adalah surga namun aku tersadar jika tak seorang pun yang berada disana hingga akhirnya aku menyaksikan disuatu sisi ruangan sebuah tayangan tentang masa lalu diriku hingga tayangan tentang kita berdua. Aku sempat tak mengenali siapa diriku sebelum melihat tayangan itu hingga akhirnya sedikit demi sedikit ingatanku kembali dan perasaanku juga kembali merasakan senang, takut dan sedih. Saat itu penyesalan merasuki diriku, aku merasa ingin terlahir kembali dan mengulang semua kesalahan yang pernah aku lakukan. Ketika aku kembali menyadari kenyataan yang ku alami aku tak punya daya kecuali memanjatkan doa dan harapan untuk kembali untukmu dan kembali bersama mereka yang ku sayangi. Tuhan pun akhirnya mendengar hingga membawaku kembali untuk memperbaiki kesalahan dan penyesalanku terhadapmu.

*****

Lanjuut!!

1 Kisah 4 Cinta 2 DuniaBaca cerita ini secara GRATIS!