Brian berusaha mengejar Agatha tapi semakin Brian berlari kencang, semakin jauh jarak diantara mereka. Brian melihat wajah Agatha yang tanpa ekspresi sedang mengendarai mobil sedan putih, bibirnya mulai biru karena badan nya basah. Brian berteriak sekuat tenaga agar Agatha memasang sabuk pengaman nya tetapi Agatha tak bergeming. Mobil itu menabrak pembatas jalan dan terbalik 3 kali, lalu terbakar habis. Brian merasa seluruh tulangnya meleleh.
"Aaaaaargh!! God please kill me! Not her!! Please!! Aaaargh!!!!!"
Brian membuka matanya. Keringat membanjiri seluruh tubuhnya, jantungnya berdetak sangat cepat dan nafas nya terengah-engah.
"Brian.. Please stop! Itu cuma mimpi.. Relax.."
Nania memeluk tubuh Brian dengan erat. Brian menangis dipelukan Nania.
"Bri, lo minum obat dulu deh bri! Nih obat nya! Kemaren lo pake mabok sih bri.. Jadi ga bisa minum obat penenang.."
Arman menyodorkan beberapa tablet dan segelas air putih ke arah Brian. Brian langsung meminum nya dan perlahan nafasnya mulai teratur.
"This... More than a year bri.. Lo ga bisa gini terus bro!" Kata Arman sambil mengambil gelas yang masih dipegang Brian dan meletakan nya di meja samping tempat tidur
Manager Brian yang bernama Nando mendekat dan duduk disamping tempat tidur, "bener kata Arman Bri.. Mau sampe kapan lu kaya gini? Ketergantungan obat dokter, narkotika plus alkohol pula... Kalo bukan gue sama Arman yang nge-rem lo, pasti lo udah overdosis lagi dan lagi bri! Gue sama Arman bukan babysitter yang bisa ngawasin lo 24jam!"
Brian hanya menatap lemas ke arah Nando dan Arman. Nania mengecup keningnya.
"Sayang.. Aku ngerti kamu ngerasa bersalah sama Agatha tapi..."
"Jangan sebut namanya!" Bentak Brian.
"Terus aku harus gimana? Aku tuh apa sih dimata kamu bri? Aku tuh pacar kamu! Ini udah setahun lebih dan kamu masih kaya gini aja! Aku juga punya batas!!" Balas Nania.
"Gue tau, gue nyakitin lu.. Tapi gue ga tahan kalo namanya disebut.. Gue ga tahan kalo gue inget lagi sama dia rasanya hati gue sakit banget.. Gue minta maaf sama lu Nania, seharusnya gue lindungin lu tapi gue.... Gue..."
Nania mengecup bibir Brian lalu memeluknya lagi.
"Iya.. Tapi kamu jangan lama-lama kaya gini ya.. Aku sayang sama kamu Brian!"
Arman dan Nando saling bertukar pandang.
"Bri.. Saran gue.. Mungkin lu bisa.. Break sebentar.. Sampe lu pulih?" Tanya Nando.
"Iya bro! Gue ga tega liat lu manggung, senyum, joget lincah tapi gue tau hati lo ancur bro.. Persiapan album lo juga kan udah mau kelar.. Gimana kalo album nya lo tahan dulu? Abis lo kelar break, kita luncurin album itu.. Terus kita fokus tour lagi deh.. Gimana menurut lo?" Sambung Arman.
Brian menatap datar dan perlahan mengangguk. Brian menghabiskan setahun terakhir ini dengan mempersiapkan album baru nya yang berjudul "The Black Rabbit". Selama setahun pula, Brian hidup seperti hantu. Tatapan matanya sering kosong, tidak tidur jika bukan karena obat tidur atau mabuk berat. Ia sering bermimpi buruk.
Brian ingin mencintai Nania sepenuhnya dan melupakan Agatha tapi sepertinya semakin Brian mencoba, semakin sering juga Agatha datang dalam mimpinya.
Tak lama kemudian pihak management Brian Brown menyatakan bahwa untuk alasan kesehatan, Brian dan pacarnya akan istirahat sebentar dan pergi berlibur.
Brian dan Nania memutuskan akan pergi keliling Eropa. Memulai semuanya dari awal.... Tanpa Agatha.
***************************************
Sydney, Autralia.
Aku terbangun disebuah ruangan serba putih. Ah, mungkin aku sudah mati. Tubuhku lemas luar biasa, bahkan menggerakan jempol kaki ku pun rasanya aku tak sanggup. Apa yang terjadi padaku?
Terakhir yang ku ingat, aku sedang bekerja diperusahaan ku yang bergerak di bidang property. Ya.. Bekerja... Mungkin terlalu keras.
Nama ku.. Athalia.. Umur.. 28 Tahun.. Aku tak punya keluarga.. Aku seorang yatim piatu.. Aku lahir di Indonesia.. Besar di Sydney.. Aku bicara 2 bahasa.. Bahasa indonesia dan bahasa Inggris.. Aku ambisius.. Aku bermental baja.. Aku menjemput sukses ku sendiri.. Aku memulainya dari Nol.. Aku.. Athalia.. Ya, namaku Athalia.
Aku mencoba bangun tapi tak bisa. Sial!! Tubuhku lemas. Aku melihat seorang suster masuk keruangan ku, membuka tirai dan nampak terkejut saat ia melihat ku.
"Oh my god!! Welcome back!! I will tell your big brother about this!"
Wajahnya berseri. Aku senang melilihatnya senang. Tapi permasalahan nya adalah.. Aku tak mempunyai kakak laki-laki. Aku tersenyum dan suster itu mendekat. Ia memeriksa peralatan medis yang ada disekitarku. Ia menanyakan apa aku merasa pusing atau tidak? Aku menggeleng sebagai jawaban tidak. Ia terlihat amat senang.
"Everything is good.."
Ia tersenyum hangat padaku dan mengelus lembut rambutku. Ia mengatakan akan menghubungi kakak laki-laki ku (?).
Aku melihat kearah pergelangan tanganku, seingatku... Aku tidak sekurus ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Posesif (Tamat)
ChickLitCerita cinta picisan tentang Agatha yang polos dan Brian yang kasar dan posesif. WARNING!!!! 1. Usia 18++ 2. Contain a lot of English 3. Baca sampe akhir, if you dare.. ? Ceritanya bersambung ke cerita baru berjudul: Harton Academy.
