18. Orion Adhidarmo

38K 1.9K 25
                                        

Rasanya ga percaya banget saat dapet kabar kalo Agatha kecelakaan di jalan tol dalam kota. Mami dan Bapak ga ngangkat telpon nya karena mungkin sibuk. Otomatis aku lah yang di telpon pihak kepolisian. Mereka bilang Agatha sempat dinyatakan meninggal, tapi saat dapat penanganan Agatha hidup kembali namun dalam keadaan kritis. Rasanya seluruh tenagaku terkuras, adik perempuan ku satu-satunya hampir meninggal. Anak lemot itu... Nyaris tewas.

Aku langsung menuju ke rumah sakit sambil terus mencoba menghubungi Mami, Bapak dan Romeo. Tetapi hanya Romeo yang mengangkat telpon dan kuceritakan semuanya. Hal yang tak kusangka-sangka dari Romeo... Romeo menangis. Ia sedang melanjutkan kuliah S2 nya di Inggris dan sedang sibuk menangani kasus-kasus perdata namun ia meyakinkan ia akan pulang saat itu juga menggunakan jet pribadi.

Sesampainya di rumah sakit, dokter hanya bilang mereka akan melakukan yang terbaik dan aku tau.... Itu adalah kata lain dari "lebih baik kau berdoa untuk sebuah keajaiban". Aku melihat tubuh Agatha yang terbaring lemah di dalam ruangan kaca yang belum boleh dimasuki oleh pengunjung, dengan perban dikepalanya, wajahnya penuh luka. Aku benar-benar menangis saat itu, aku menyesal tak bisa melindunginya.. Aku rindu anak lemot yang mengesalkan itu. Aku merasa tanpanya aku bisa gila ada di keluarga Adidharmo, aku merasa ia yang membuat keluarga Adidharmo tetap bersatu dan kompak... Walaupun kompak dalam menasehati, menjaga bahkan menghina Agatha.

Tak lama kemudian Mami menelpon balik, aku menceritakan semuanya. Mami berkali-kali menanyakan apa aku bercanda? Apa Agatha bercanda?

Mami baru percaya saat secara diam-diam aku mengambil foto Agatha dan mengirimkan nya ke Mami.

Mami dan Bapak segera datang ke rumah sakit, untuk pertama kalinya aku melihat Mami menangis, meraung sejadi-jadinya. Seorang Liliana Sitompul yang terkenal dengan kepribadian nya yang seperti gunung es menangis meraung-raung memanggil nama anak perempuan satu-satunya... Agatha.

Mami tak bisa berhenti menangis diluar ruang kaca itu, bahkan Mami melakukan hal yang tak pernah terpikirkan sebelumnya oleh ku akan Mami lakukan... Ia memohon sejadi-jadinya pada dokter agar mengizinkan ia masuk menemui Agatha namun dokter menahan nya karena kondisi Agatha yang masih tak menentu. Mami terus menangis sampai ia akhirnya pingsan dan harus dirawat.

Roda bisnis keluarga Adidharmo berhenti seketika, membuat berita menjadi simpang siur. Semua orang berusaha menghubungi kami, tapi semuanya kami tolak. Kami harus mengumumkan jika ada keadaan emergency di keluarga kami, tapi kami tak bisa menjelaskan nya secara rinci.

Saat mami sadar, Romeo sudah ada di sisi Mami tapi Mami masih juga menangis. Aku dan Romeo berusaha keras menenangkan Mami yang mulai berteriak histeris. Tiba-tiba hand phone ku berdering... Telpon itu datang dari Nania. Wanita yang dikabarkan merebut Brian Brown dari Agatha. Aku menatap Romeo...

"Rom, it's Nania.. Kamu yakin dia ngerebut Brian dari Agatha?" Tanya ku pada adik ku Romeo.

"That bitch call you?! Tell her, go to hell!! Kalo dia dan Brian sampe ada hubungan nya sama kecelakaan Agatha, i won't forgive them!"

Aku tau Romeo itu orang yang ga akan main-main sama omongan nya. Aku mengangkat telpon itu.

"Halo?"

"Mas.. Aku.. Aku denger Agatha.." Kata suara Nania disebrang sana.

"Let me guess.. Kamu sama Brian pasti seneng kan? Kalian bisa pergi tanpa ada beban.. Congratulation!"

Belum sempat Nania membalas, aku melanjutkan, "dan ada salam untuk kamu dan Brian dari Romeo, dia bilang....."

Romeo merebut telpon genggam itu.

"You know what kind of person i am. Ga ada yang boleh macem-macem sama ade gue satu-satu nya kecuali gue!! Lu pikir gue ga bakal berbuat apa-apa kalo Agatha kaya gini? You're fucking wrong! Sebaiknya lu tetep ada dibawah ketek si Brian dan keluarga Brown, stay quite there forever!! That's my HUMBLE opinion kalo lu mau selamet dari gue dan nyokap gue!!"

Romeo melempar kembali handphone itu ke arah ku dan berjalan keluar.

Keadaan Agatha tak banyak berubah. Keadaan Mami masih tak stabil, aku dan Bapak harus mengurus perusahaan kami yang sempat terbengkalai dan Romeo.. Ia benar-benar mengesankan. Tak salah jika banyak orang yang mengatakan ia lebih berbahaya dari Mami.

Romeo mengurus semua yang berkaitan dengan Agatha dan kondisinya yang benar-benar dirahasiakan. Ia memastikan semua dokter dan perawat tutup mulut tentang kondisi Agatha dan menghembuskan kabar bahwa Agatha sudah meninggal (aku sendiri tak tau apa alasanya). Tapi aku percaya Romeo bukan orang yang bertindak tanpa Alasan. Ia juga meminta orang untuk mengosongkan apartment Agatha dan menyumbangkan seluruh barang-barang termasuk baju-bajunya seolah-olah Agatha benar-benar sudah mati. Romeo memastikan menutup semua akses untuk semua mata-mata yang menginginkan informasi tentang kondisi Agatha. Ia bekerja siang dan malam, memastikan semuanya berjalan seperti apa yang di inginkan nya. Pada akhirnya, aku tau apa yang di inginkan Romeo.... Memberikan pelajaran untuk Brian dan itu berhasil.

Aku dengar Brian mendatangi hampir semua rumah sakit dan kesehatan nya menurun. Brian bahkan mencoba menghubungi ku lewat sekretaris pribadiku yang langsung ku tolak mentah-mentah. Bahkan orang yang dipasang untuk menggantikan posisinya di perusahaan milik Mr. Brown, bernama Budi berani mendatangi ku langsung saat ada meeting pemegang saham salah satu anak perusahaanku tapi aku berusaha memasang muka sedatar mungkin.

Rencana Romeo untuk menyiksa Brian Brown 100% berhasil. Brian mulai mendatangi psikiater lagi, aku dengar ia juga sempat overdosis dan dilarikan ke rumah sakit. Tentu saja pihak management dan orang tua nya menutupi ini semua dari media, tapi siapa yang peduli? Aku dan Romeo tau persis Brian mendapatkan apa yang pantas ia dapatkan, dan Nania? Ketakutan bukan main. Karena jika ia kehilangan Brian, aku berani jamin... Romeo tak akan segan-segan menghancurkan apa saja yang akan membuat Nania hancur.

Setelah 3 bulan Agatha dirawat dirumah sakit terbaik di Jakarta akhirnya Romeo dan Mami ingin memindahkan Agatha ke luar negeri dengan dokter dan peralatan yang lebih baik. Kondisi Agatha tidak berubah, ia bahkan tidak bisa hidup tanpa alat-alat pendukung, Agatha juga mengalami trauma kepala karena benturan keras dikepala nya dan dokter menyimpulkan otaknya semacam mati.

Romeo dan Mami menyusun kembali rencana ini baik-baik dan memutuskan Agatha dan kami semua akan sama-sama pindah ke Australia. Romeo menghembuskan kabar bahwa kami ingin "menenangkan diri" dari tragedi yang menimpa Agatha. Tetapi tentu saja, tidak ada keterangan resmi dari keluarga kami.

Akhirnya kami semua pindah ke Australia, negara yang tidak sering dikunjungi Brian ataupun keluarga Brown. Kami berusaha hidup senormal mungkin selama beberapa bulan sampai Romeo dan Mami meyakini bahwa semua mata-mata telah benar-benar pergi.

Sepertinya semua itu berhasil, karena ku dengar Brian Brown mengumumkan pada dunia bahwa Nania adalah kekasihnya dan mereka berdua pindah ke Amerika. Brian melanjutkan karirnya sebagai seorang musisi sedangkan Nania... Menjadi salah satu team legal di salah satu perusahaan Mr.Brown yang ada di Amerika.

Aku, Romeo, Mami dan Bapak bersorak karena setidaknya kami bisa menjauhkan Agatha dari Brian Brown. Kami hanya tinggal fokus pada kesehatan Agatha yang walaupun kata dokter memerlukan keajaiban untuk membuatnya sadar dan pulih.

Posesif (Tamat)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang