~ FINA [Satu]

396 61 128

Bagian I

Saat Pertama

Pagi ini kamu membangunkanku dengan lembut disaat sinar mentari terbit. Bagiku, ini seperti cerita di dalam dongeng di mana kuharus menutup mata lalu menunggu hingga kubuka mata, entah mengapa aku melihat kamu tepat di hadapanku, tampak seperti pangeran dalam dongeng.

Pertama kali yang ku lihat adalah senyummu bagaikan sinar mentari yang hangat dan itu membuat hatiku berdenyut. Aku menolak untuk percaya bahwa itu adalah kamu tapi entah mengapa di mata ini hanya ada kamu dan akupun juga tidak tahu bahwa suara hati ini ternyata juga berdetak.

Saat menatapmu aku berharap kamu datang menghampiriku sedikit lebih dekat tepat di depan mataku dan disaat kupejamkan mata ini aku berharap kamu membelai rambutku dan disaat kubuka mata aku berharap jika semua ini nyata. Aku berharap kamu tersenyum lagi kepadaku. Tapi lagi-lagi ini hanyalah sebuah harapan dan lagi-lagi ini semua hanyalah khayalanku saja.

Aku ini bisa dibilang wanita pengkhayal atau bisa dibilang salah satu korban drama korea (meskipun sebenarnya kisah cintaku lebih drama dari puluhan episode film korea.) Sebut saja namaku Fina. Aku seorang mahasiswi tingkat akhir, sebenarnya belum bisa dibilang akhir sih karena setahun yang lalu aku mengambil cuti 2 semester karena ada hal yang membuatku patah hati.

Aku adalah wanita yang sedikit berbeda dengan wanita pada umumnya, aku lebih nyaman ketika berpakaian dengan baju kaos lengan panjang, celana jeans yang tidak ketat. Aku juga tidak terbiasa dengan produk-produk yang menawarkan kecantikan wajah. Walaupun sering dibilang tomboy tapi aku adalah wanita muslim yang selalu memakai jilbab dengan gaya sederhana bukan bergaya ala-ala jilbab warna-warni yang di lilit, dilipat dan ditusuk dengan banyak pentul. Bagiku yang penting bergaya bebas namun sesuai dengan wajah dan tubuhku membuatku nyaman dan tidak merasa tersiksa.

Walaupun saat ini aku tidak punya pasangan atau bahasa kids jaman now adalah jomblo tapi beberapa tahun yang lalu aku pernah menjalin sebuah hubungan. Aku pernah mencintai seorang pria namanya Raihan. Dia pria yang tampan, baik, sabar, sedikit aneh dan sedikit menjengkelkan tapi dia itu penyayang dan memiliki senyum yang tak terlupakan. Namun hanya beberapa tahun hubungan kita harus berakhir. Bukan karena adanya orang ketiga, bukan pula karena masalah sifat dan sikap tapi karena takdir berkata lain, Tuhan lebih menyayanginya dan lebih percaya jika tempat terbaik untuknya hanya berada di sisiNya.

Pagi ini disaat aku mulai tersadar dari khayalan dan angan-angan tiba-tiba saja disaat aku menghembuskan nafas dari tarikan nafas yang sangat panjang tiba-tiba saja aku teringat beberapa tahun yang lalu ketika pertama kalinya aku melihat dan mendengar suaranya, waktu itu dia terlihat sangat manis dengan postur tubuh yang sedikit mungil dan rambut hitam serta wajah yang putih mulus. Hingga saat ini di dalam ingatanku dia tetap seperti dulu yang ku kenal. Aku sangat senang bisa mengenalmu dan sempat memilikimu Raihan.

Semenjak kepergiannya, selama itu aku selalu berbohong pada diriku sendiri bahwa aku merasa baik-baik saja. Aku tidak bisa menyembunyikannya lagi bahwa aku merasa kesepian. Ketika aku tidak menangis disaat mengingat tentangmu apakah kamu akan tetap disini? Tak usah kau jawab pun kamu akan tetap meninggalkanku dan tidak akan pernah kembali. Apalah dayaku semua hanya bisa aku pasrahkan dan mencoba untuk mengikhlaskannya kepada yang maha kuasa. Setiap hari aku hanya bisa berbisik kepadamu. Bisikan manis ini lebih manis dari permen dan hanya bisa ku bisikkan untukmu dari dalam hatiku.

Setahun telah berlalu semenjak kepergianmu namun bayang dan kenangan kita masih erat tergengggam di tangan ini. Aku merelakanmu namun tak dapat ku lepas genggaman kenangan ini.

1 Kisah 4 Cinta 2 DuniaBaca cerita ini secara GRATIS!