Twenty Seven

1.9K 97 9

Maafkan author yang hiatus berkepanjangan kemarin. Kemaren-kemaren author sibuk sama nge-stuck idenya jadi belom bisa dilanjutin. Part ini author bikin di tengah musim ujian soalnya udah lama banget author gak update. Yang masih nungguin update-an cerita ini makasih banget...

"Yaudah, gue gak mau main lagi." Kata Fienna sambil cemberut.

Alfredo membereskan kartu yang berserakan di karpet. Lalu, diam-diam dia. .

******

Alfredo diam-diam mengambil kartu dari saku belakangnya.

"Hehehe. Maaf ya , Fi. Gue gak menang dengan sportif. But I promise this is the last." Kata Alfredo di dalam hati. Sungguh sebenarnya Alfredo sama sekali tidak mempunyai niat untuk meminta hal aneh ataupun hal buruk dari Fienna. Dia menyayangi gadis itu. Hanya saja dia ingin membuat Fienna melupakan kejadian yang menjadi beban untuk mereka, walaupun hanya sesaat.

Setelah permainan berakhir, sesuai perjanjian. Pihak yang kalah akan menuruti permintaan pihak yang memenangkan permainan.

Fienna duduk dengan muka cemberut, "Jangan minta yang aneh-aneh! Awas aja ya!!!"

Sementara Alfredo hanya cengengesan tanpa mengacuhkan perkataan bernada ancaman yang dilontarkan Fienna.

"Ok, jadi kita mulai dari permintaan gue yang pertama." Ucap Alfredo.

Badan Fienna menegang karena cemas akan permintaan Alfredo. Tanpa sadar, dia menahan napas.

"Permintaan pertama dari gue adalah . . .. . Lo harus selalu ijin sama gue setiap lo pergi biar gue gak khawatir sama lo, yah atau seenggaknya lo kabarin gue." Kata Alfredo.

Fienna menghela napas lega, tadinya dia berpikir Alfredo akan meminta hal yang "aneh-aneh".

"Great, bisa diterima. Lanjut ke permintaan selanjutnya!" Kata Fienna.

Alfredo berpikir sambil bergumam sebelum mengatakan permintaan keduanya. Tiba-tiba dia menampilkan smirk-nya yang membuat Fienna merinding.

"Permintaan kedua gue, kiss me like you never did before." Kata Alfredo

Fienna memutar matanya, dia sudah bisa menebak ke arah mana permintaan Alfredo itu.

"Kapan?" Tanya Fienna.

"Of course now." Jawab Alfredo tidak sabaran.

Fienna tersenyum lalu mendekati Alfredo dan melingkarkan tangannya ke leher Alfredo. Fienna mendekatkan bibirnya lalu mencium singkat bibir Alfredo dengan simple kiss, lalu ia menjauhkan bibirnya. Hal itu membuat Alfredo menggeram.

"Fienna, please!" Ucap Alfredo dengan napas tertahan.

Fienna mencium Alfredo lagi, namun kali ini dia mencium Alfredo dengan liar dan dibalas oleh Alfredo dengan senang hati dengan ciuman yang liar dan menuntut.

Fienna tidak berhenti mencium Alfredo, mereka berdua hanya berhenti untuk mengambil napas lalu melanjutkan ciuman mereka ala french kiss. Di tengah-tengah ciuman mereka, Fienna sesekali menarik rambut Alfredo.

My Wild BoyBaca cerita ini secara GRATIS!