My Tears 18

2.4K 151 5
                                    

“Apa kau tau seauatu tentang Akatsuki..?” tanya Naruko dengan tatapan serius sedangkan kelima temannya sudah bersiap kapan saja dengan segala yang akan terjadi.
“Akatsuki..?!” Jawab Yahiko mulai terbelalak aneh “Apa itu Akatsuki..?” tanya kembali Yahiko dengan wajah bodohnya
“apa kau tau orang ini.?” Kini Sasuke menyodorkan ponsel milik Naruko yag menampakkan foto Pain membuat Yahiko bereaksi
“i.. ini..? Ini aku..?” ucapnya gagap saat menatap gambar ponsel itu “huwaaah Hebat, Sasuke kau berbakat dalam bidang design grafis editan mu sangat keren, lihat wajah ku bisa menjadi sangar seperti itu hahaha “ tawa Yahiko yang merasa geli dengan gambaran dirinya
“a.. apa..? Sial ini bukan editan dasar bodoh, kau benar2 tidak tau tentang ini.? “sahut Sasuke geram dan kini memilih diam
“Haaahh..!! Jangan memanggil ku bodoh Sasuke kun, ingat aku ini sensei mu dasar pantat ayam yaro “ sahut Yahiko geram
“ppfftt hahaha Sasuke Yahiko chan benar rambut mu seperti pantat ayam haha.. Yahiko chan pandai bergurau ternyata haha-ha.. ma.. maaf “ Sahut Kiba dengan tawanya yang memekakan telinga kini terdiam saat kelimanya menatap sinis ke arah Kiba
"Nee Senpai, kau saat ini sedang amnesia kan..? Apa kau tidak merasa perlu untuk tau seperti apa diri mu sebelum kau amnesia.? “ Tanya Naruko kembali mendekati Yahiko
“um.. sebenarnya aku tidak begitu peduli dengan diri ku di masa lalu, yang ku rasakan dan ku alami saat ini adalah hal terbaik dalam hidup ku... tapi aku yakin akan satu hal.. sebelum aku Amnesia aku sempat sangat terobsesi dengan seseorang dan aku juga tid mengerti “ Jelas Yahiko menatap Naruko t
“itu masuk akal, tapi jika ingatan mu kembali dan itu tidak seperti diri mu saat ini.. apa yang akan kau lakukan.? Kau akan tetap seperti ini atau kembali seperti dulu.? “ Ucap Gaara bertanya
“kalian, apa kalian tau sesuatu tentang masa lalu ku.? “ ucap Yahiko mulai penasaran dengan masa lalunya
“Tentu kami tau, dan itu sangat penting bagi kami untuk membuat mu mengingatnya agar semua yang aku lakukan tidaklah sia sia” Ucapan Naruko yang sukses membuat Yahiko dan lainnya terbelalak sekaligus bingung
“Dobe..!! hentikan itu berbahaya untuk terus mengungkapkan niat mu padanya “ Bentak Sasuke yang sukses mendapat perhatian mereka semua
“tck tidak berguna..!! beri aku waktu aku harus melaporkan situasi ku “ Ucap Naruko yang kini memilih meninggalkan fddddddcr berenam
Suasana mencekam mengelilingi semuanya tau bahwa rencana ini sudah sangat melenceng dari rencana awal sedari Naruto meninggalkan mereka Sasuke memutuskan untuk melepaskan ikatan Yahiko yang kini ni mendapat teguran keras oleh Yahiko karena bercanda kelewat batas Yahiko yang masih saja bersikap seperti biasa makin membuat kelimanya mengurungkan niat mereka tapi tidak dengan Naruko ia masih tidak dapat menerima semua perlakuan Pain padanya saat itu.
Tidak lama Naruko kembali setelah menenangkan dirinya ia menemui Yahiko untuk menjelaskan semuanya dari awal Naruko berniat menceritakan masalalunya hanya untuk membuat Yahiko mendapat kembali ingatannya, tentu saja itu di tentang oleh kelima sahabatnya tapi tekad Naruko mengalahkan mereka dan membiarkan Naruko melakukan yang terbaik yang ia inginkan 

“tck ini gawat, Kakashi cepat lapoekan situasi ini pada Tsunade aku aan menarik kembali para anbu di tempat ketua “ Perintah Iruka yang langsung di lakukan Kakashi, Iruka menghubungkan microphone miliknya ke milik anggota lainnya “Sai.. Yamato.. tarik pasukan kalian kembali dan aku minta Sai tetap mengawasi mereka 23 jam “ yang langsung di iyakan oleh Sai dan Yamato
Tidak lama Kakashi tiba di lokasi Tsunade memberi laporan bahwa Naruto kini menunda penyerangan dan kini beralih untuk mengembalikan ingatan Yahiko a.k.a Pain Tsunade yang mendengar itu hanya pasrah dengan keputusan cucunya yang akan menggantikan posisi Tsunade nanti.

PERBATASAN KONOHA
Sebuah toko di persimpangan jalan toko yang menjual berbagaimacam roti buatan tangan kini menampakkan sang pemilik tengah membukakan pintu pada kedua pria paru baya yang tampangnya terlihat sedikit menyeramkan sang pemilik toko Roti yang terlihat lebih mudah dari mereka derdua berambut reven namun lebih panjang dua garis keriputan di kedua pipinya wajahnya yang rupawan dengan senyuman ramah miliknya bernama Uchiha Itachi kini tengah berbincang dengan kedua pria besar tersebut.
“ Ah maaf tuan, tapi aku masih belum membuka toko jam segini “ ucap Itachi menyusuri setiap lekuk kedua pria tersebut
“ah tidak, ano kami yang harus minta maaf kedatangan kami kemari hanya untuk meminta tolong tapi kami tidak memaksa tenang saja “ Ucap pria dengan gigi runcing yang berbaris rapi yaitu Kisame
“Langsung saja, um apa kau memerlukan beberapa kariawan di toko mu..? Mungkin tidak sopan tapi saat ini kami butuh pekerjaan dan ini sudah hari ke lima kami di tolak di tempat lain karna.. um yah kau tau kami “ Kakuzu yang menyambung penjelasan Kisame kini agak menjaga sikapnya
“Menyeramkan..? Yah kalian memang menyeramkan tapi itu bukan masalah lagi pula aku memang membutuhkan tenaga di sini aku bekerja hanya sendirian di toko ku dan u sangat kerepotan “ Ucap Itachi yang kini mempersilahkan Kakuzu dan Kisame masuk ke toko.
“jadi..? Jadi kami boleh bekerja di tempat ini..? “ tanya Kakuzu kembali
“tentu, tapi bisakah kalian bekerja hari ini juga.? Karena hari ini aku punya empat puluh paket roti gandum yang harus di buat dan di antar “ jelas Itachi yang kini memakai celemek yang berlogo sebuah Kipas merah putih
“tentu saja, terimakasih banyak tuan.? Um Aku Kisame dan dia Kakuzu “ tanya Kisame menyodorkan tangannya
“baiklah aku Itachi dan tolong salah satu dari kalian membersihkan meja2 dan yang satunya bawakan bahan2 di gudang kemari “ perintah Itachi yang kini mulai sibuk mengoleni adonan roti
“Baik.!! “ ucak Kisame dan Kakuzu serempak.

KONOHA UNIVERSITY
YAHIKO POV
Semenjak acara piknik di bukit minggu lalu ntah mengapa sepertinya Naruko chan sudah jarang bicara dengan ku, apa mungkin aku sudah melakukan kesalahan padanya aku tidak mengerti, tapi akhir2 ini aku selalu saja memikirkan apa yang dia katakan pada ku saat itu atau kah di masalalu kami pernah bertemu.? Ini membuat ku semakin bingung Sasuke dan yang lainnya malah melarang Naruko chan untuk membuat ku ingat akan masa lalu ku, terkkadang aku mendapati Naruko menatap ku dengan benci apa yang sebenarnya terjadi di sini..?
Dari ruang guru aku menatap keluar jendela dan melihat Naruko Sasuke dan yang lainnya tengah berjalan memasuki ruang perlengkapan olahraga itu sedikit membuat ku penasaran dengan apa yang mereka pikirkan tentang ku akhir2 ini mereka selalu bersama dan seperti meninggalkan ku sendirian, aku memutuskan untuk menghampiri mereka dan meminta maaf pada mereka jika aku memang berbuat salah.
Saat ini aku berada cukup dekat dengan pintu ruang peralatan olahraga sampai aku mendengar salah satu dari mereka menggebrak rak di dalam ruangan dengan keras ku putuskan untuk mendengarkan ketimbang masuk mengganggu percakapan mereka
“sudah ku bilang kan kau jangan bertindak gegabah Naruto..!! tapi kau malah memancing ingatan Sensei untuk kembali” terdengar suara Shikamaru yang sedang marah membentak seseorang yang ntah kenapa nama orang lain yang ku dengar bukannya Naruko
“tck, aku tidak bisa menyakitinya jika dia saja tidak tau bahwa dirinya adalah seorang mafia yang membuat ku harus membunuh keluarga ku sendiri..!! aku harus membuatnya kembali menjadi orang brengsek seperti dulu.! “ ucap Naruto yang membalas ocehan Shikamaru kalimat Naruko yang ku dengar sontak membuat ku terjatuh duduk jantung ku berdegup kencang darah ku terasa panas naik ke kepala ku seakan aku berhenti bernafas, bagaimana bisa Naruko mengira aku orang yang sudah membuatnya membunuh keluarganya itu tidak mungkin
“pelankan suara kalian Shikamaru, Naruto.. tenanglah kalian berdua dan Lebih baik kita pikirkan lagi langkah selanjutnya ap- “ terdengar kalimat Gaara terputus oleh Kiba yang ikut berbicara
“naa minna.. aku fikir bukan kah baik2 saja jika Yahiko chan terus seperti ini..? Aku tau bahwa yang ku katakan ini tak bisa di terima oleh Naruto tapi.. tapi Yahiko chan sangat baik a.. aku tidak bisa.. u.. um hanya saja.. ma.. maafkan aku Naruto “ Kiba yang sangat terlihat menyembunyikan isaknya membuat ku terharu namun lama mereka hanya terdiam aku tak bisa mendengar apapun di sana aku memutuskan untuk mau tidak mau untuk ikut dalam pembicaraan mereka aku memberanikan diri ku melangkah masuk ke ruangan tersebut ku buka pintu itu dan tentu saja reaksi mereka adalah terkejut.
“Se.. Senpai..? Kau.. sejak kapan kau di sana..?”
“Naa kalian.. mau kah kalian memberi tau ku siapa diri ku yang sebenarnya.? Kian boleh mengikat ku lagi jika saja ingatan ku kembali “ ucap ku sambil menyodorkana kedua tangan ku ke arah Naruko
“Sensei.? Tapi itu sangat beresiko dan kau ak- “ Neji yang sepertinya turut membela ku kini di alihkan oleh Sasuke
“ck aku tidak tahan lagi, aku tidak peduli kau itu lupa ingatan atau apa tapi aku juga tak bisa memaafkan mu karena sudah membuat ku menderita, aku sebenarnya sampai mati pun tak ingin ada orang lain mengetahui ini tapi ini mungkin sudah batas ku “ Ucapan Sasuke sukses membuat ku, Kiba, Shikamaru, Gaara dan Neji kebingungan
“apa maksudnya kau juga.? Jangan jangan kau.? “ Shikamaru kini melangkah jauh kebelakang menafsir apa yang ia pikirkan
“ya.. Aku adalah salah satu dari perbudakan mereka yang berhasil lolos oleh pertolongan Naruto saat itu, saat itu aku masih kecil dan keluarga ku di landa kemiskinan di saat kakak ku sedang melakukan study di luar negri orang tua ku menjual ku pada Akatsuki namun setelah orang tua ku menjual ku mereka berdua di bunuh di depan mata ku sendiri dan aku hampir kehilangan semuanya saat itu dan itu berlabgsung lama dan ck brengsek..!! sudah cukup mengingatnya saja membuat ku ingin membunuh mu.. “ ucap Sasuke yang kini mencengkram kerah baju ku dan mendorong ku hingga terjatuh
“Sasuke, tahan diri mu aku mengerti perasaan mu “ Naruto memisahkan ku dengan Sasuke kini semuanya berputar2 di kepala ku aku merasa sangat bingung dan semua kebenaran yang aku dengar benar2 membuat ku hampir mati seketika.
“Aku mohon... biarkan aku tau siapa aku, apa yang sudah ku lakukan, dan apa yang harus ku lakukan”  Pinta ku penuh harap dan masih menatap masing2 dari mereka.
END YAHIKO POV
“Baiklah jika kau sudah siap mendengarkan ku, dan kali ini sepertinta kau tidak perlu untuk di ikat” 
“Kau harus mendengarkannya baik2 Sensei, dan ini sangat penting untuk kami “
“Akatsuki adalah sebuah organisasi Mafia terkeji yang menguasai semua pasar gelap melakukan semua tindakan kejahatan hanya untuk uang dn kepuasan yang di pimpin oleh Pain yaitu Yahiko saat ini, Akatsuki melakukan penjualan budak yah Sasuke adalah salah satu budak yang Akatsuki sering oper dari tangan satu ke tangan lain seperti yang Sasuke ceritakan seperti itulah mereka mendapatkan dirinya, Akatsuki kemudian menyerang kediaman Namikaze yaitu keluarga ku Pain menghipnotis anak berumur 10 tahun untuk menghabisi keluarganya sendiri agar Akatsuki tida perlu meninggalkan jejak pada mayat mereka setelah sekian lama Akatsuki kembali menampakkan batang hidungnya untuk menangkap ku dan Akatsuki berhasil menangkap ku dan teman2 ku untuk di jadikan budak kepuasan mereka 10 bulan yang lalu setelah insiden peledan markas Akatsuki di ketahui bahwa ketiga abggota mereka menghilang yaitu Ketua Akatsuku dan dua member lain di antaranya. Kedua member Akatsuki saat ini berada di pengawasan Anbu saat ini dan kau berada di pengawasan ku Yahiko Senpai tersangka yang di yakini sebagai Tendo Pain ketua organisasi mafia tersebut. “ Jelas Naruko singkat yang membuat keempat temannya yang tadinya kebingungan kini sudah terbiasa dengan itu.
“Tidak mungkin, ta.. tapi bagaimana bisa.? Ini.. aku.. ugh..!! kepala ku.. “ Yahiko yang tidak bisa menerima kebenaran itu merasakan sakit yang sangat mengerikan di kepalanya membuat keenam pemuda di sana sudah siap dengan kondisi saat ini
“Yamato kirim para medis ke lokasi ku saat juga bawa maksimal 3 orang anbu untuk mengawal kami cepat..!! “ Naruko yang menelpon agen Yamato kini bersiap untuk ikut membawa Yahiko ke rumah sakit.


“Itachi san apa ini sudah cukup.? Bagaimana dengan yang itu.? “ Kakuzu yang kini sibuk dengan bahan2 yang di gunakan oleh Itachi sedangkan Itachi yang hanya mengawasi mereka sedari tadi hanyamengangguk
“tidak ku sangka di hari pertama kalian, kalian bisa sangat membantu ku seperti ini, aku sangat tertolong Kakuzu Kisame “ Itachi yang kini menyiapkan beberapa potong kue dan teh duduk di meja di tempat staff
“Matta ku Itachi san kamilah yang tertolong dengan kau mengijinkan kami kerja dan tinggal bersama mu, terimakasih banyak “ Kisame yang telah selesai dengan kerjaannya kiniengambil pembersih untuk mengelap kaca lemari
“Baiklah, sebaiknya kalian istirahat dulu, aku sudah repot2 menyediakan kue dan teh untuk lalian, jadi istirahat lah sebentar lagi pula tinggal disini itu tidak geratis dan aku juga bukan orang bodoh yang menerima orang asing bekerja dengan ku begitu saja.. “ Jelas Itachi yang membuat keduanya hanya mengangguk mengerti
“Itachi san, a.. apa yang harus kami lakukan untuk meyakinkan mu.? Maa walau itu juga ada benarnya.. “ ucap Kakuzu sambil duduk di ausul Kisame
“maa di mula dari kalian ini siapa, dari mana kalian berasal dan tujuan kalian untuk mencari kerja apa kalian tahanan yang baru saja bebas dari penjara.? “ tanya Itachi dengan santainya menyeruput secangkir teh “ah.. dan asal kalian tau aku ini seorang Esper aku bisa membaca pikiran seseorang hanya dengan melihatnya makanya aku tidak bisa punya anggota pekerja karena mereka takut aku tau mereka berbuat tidak adil “ saat setelah Itachi mengatan itu yang tentu saja itu adalah kebohongan Kisame dan Kakuzu kini sing menatap dan membulatkan tekad mereka untuk menceritakan segalanya.
“tapi, jika kami beri tau, kau pasti akan menjebloskan kami ke penjara kah Itachi san.? Itu sama saja.. hhn “ Ucap Kisame ragu
“Kami adalah kelompok mafia Akatsuki, mungkin hanya kami yang selamat dari peristiwa pengeboman di tempat persembunyian kami, kami berfikir untuk merubah hidup kami menjadi lebih baik dan saat ini kami memang butuh tempat bernaung... dengan semua itu 10% aku berbohong namun sisanya itu adah kebenaran “ Jelas Kakuzu dengan lantang pada Itachi
“Akatsuki..? Heeh jadi sebagian dari kalian sudah tertangkap yah.. maa itu mungkin bagus untuk kalian hm ku rasa itu sudah cukup untuk membuat ku percaya pada kalian.. “ Ucap Itachi yang tenang2 saja mendengar itu
“Itachi san..? Sepertinya anda tidak terlihat terkejut sedikut pun.. apa kau sudah tau dari awal.?”  Tanya Kisame
“maa itu terjadi 3 tahun yang lalu sebenarnya aku adalah mantan anggota Aliansi Anbu Konoha aku bergabung semata untuk mencari adik ku yang katanya di perbudak oleh Akatsuki dan setahun kemudian kapal pengangkut barang yang membawa adik ku menabrak karang kami menyelidikinya dan banyak korban hilang dan mati tidak ada yang selamat di sana mungkin termasuk adik ku juga “ jelas Itachi yang masih menyeruput tehnya membuat Kisame dan Kakuzu kini bergidik ngeri
“a.. ano soal itu.. kami.. kami sungguh.. maafkan kami.. hiks.. Itachi san jangan laporkan kami.. kami mohon biarkan saja kami pergi a.. atau kau boleh menghajar kami semau mu.. kau boleh memotong kaki dan tangan kami.. tapi kami mohon maafkan kami.. “ Serentak Kakuzu dan Kisame membungkuk memohon ampun dengan wajah yang sudah tidak karuan bergelinang air mata
“benarkah.? Aku boleh melakukan apa saja..? “ Itachi kini mendudukan diri di lantai mensejajarkan diri mereka sembari menghabiskan teh di cangkirnya
“i.. iya.. kau boleh lakukan apa saja pada kami.. tapi kami mohon lepaskan kami Itachi san.. “ ucap Kisame yang masih merunduk merapatkan wajahnya ke lantai
“Waah senangnya, baiklah kalau begitu Kakuzu tambahkan teh di cangkir ku dan Kisame bersihkan ruangan yang akan kalian pakai nanti malam, asal kau tau saja.. aku tidak suka dengan hal yang berantakan.. mengerti..?”  Jelas Itachi yang menyodorkan Cangkir tehnya ke arah Kakuzu yang membuat Mereka berdua hanya diam menatap satu sama lain
“hah..? Ta.. tapi kami sudah, Itachi san..? Apa kau baik2 saja..? Dengarkan kami.. kami ma- “
“haah..? Ku fikir kalian akan menuruti permintaan ku..? Tapi kenapa kalian masih saja di situ, ah sudahlah.. aku harus ke toilet kalian cepat bereskan sisanya.. “ Itachi kini berjalan menuju toilet dengan senyum hambar di wajahnya senyuman itu hilang saat ia mendekati toilet dan mulai mempercepat langkahnya memasuki toilet Itachi yang sudah bungkam sedari tadi kini memasukkan kepalanya ke dalam bak mandi yang berisi air Itachi memasukkan kepalanya hingga leher dan mulai berteriak histeris di dalam air, air mata yang tercampur dengan air di dam bak teriakan yang hanya menjadi gelembung di dalam air Itachi yang di pertemukan dengan pembunuh adik dan orang tuanya kini meluapkan semua rasa sedihnya Itachi tau bahwa membalaskan dendam itu hanya akan menambah konflik bukan menyelesaikan masalah Itachi memilih untuk diam dan tetap menerima Kakuzu dan Kisame  rasa sakit di hatinya kehilangan adik tersayang yang ia miliki rasa putus asa yang ia rasakan saat tau adiknya menghilang untuk selamanya harus ia tahan sampai ajalnya datang.
KONOHA HOSPITAL
“Baachan bagaimana keadaan Senpai.? Apa ingatannya kembali..? “ Ucap Naruto khawatir jika saja ingatan Yahiko kembali
“Naruto berhentilah berwajah masam seperti itu, kita hanya akan tau saat ia sadar dan untuk berjaga2 tetaplah untuk bercosplay mengerti..? “ seru Tsunade kini di datangi oleh Shizune
“Tsunade sama, Yahiko san sudah siuman saya sarankan agar tidak banyak orang yang masuk..” jelas Shizune
“Naruto kau yang ke sana, dan bersikaplah lembut tahan emosi mu.. “ pinta Tsunade pada Naruto
“baiklah Baachan.. Shizune san bawa aku ke sana..” 
Shizune kini membawa Naruko menuju ruabg rawat milik Yahiko di sana Yahiko masih berbaring dengan selimut dan infus menempel padanya Naruko berjalan petlahan mendekati Yahiko dan duduk di kursi di samping tempat tidurnya Shizune yang juga berada di dalam di minta untuk menjaga di sana agar jika saja terjadi pergerakan aneh Shizune bisa langsung bertindak.
“Naruko chan..? Ah gomenne aku tiba2 pingsan.. hnn mungkin aku terlalu banyak tekanan tadi haha.. “ Sambut Yahiko yang masih canggung
“ah.. Senpai seharusnya aku lah yang minta maaf pada mu ak-“
“uhuk.. uhukk.. akhh.. Naruko.. to.. tolong air..” Yahiko memotong percakapan Naruko saat ia mulai terbatuk keras di sana Naruko dengan sigap mengambil air di meja kecil di sampingnya namin teko itu kosong tidak ada air di dalamnya Sedangkan batuk Yahiko semakin menjadi2
“Shizune san cepat ambil air..!! cepat.!!” Perintah Naruko yang langsung di iyakan oleh Shizune.
Shizune kini harus kerepotan berlarian melewati banyaknya orang di lorong rumag sakit untuk mengambil air di dapur yang jaraknya lumayan jauh dari ruangan Yahiko dan saat Shizune sampai ke dapur untuk mengambil air sah seorang dari dapur berkata bahwa ia baru saja mengganti air minum untuk seluruh ruangan pasien dan dengan sigap Shizune berlari menuju ruangan milik Yahiko dan hasilnya seperti yang ia duga Yahiko dan Naruko tidak lagi berada di ruangan tersebut ruangan yang berantakan seperti ada perkelahian dan sedikit bercak darah tempat tidur pasien yang spreinya terhambur kemana2 dan pintu jendela yang terbuka lebar menandakan bahwa seseorang baru saja melompat dari lantai tiga melalui jendela itu.
.
.
.
.
Tbc

Yosh minna kalian gak lupa kan.? Tokoh utama My Tears itu bukan si Dobe loh.. hayo hayoo tapi gak papa itu bisa di atur yah percayakan pada Ricchan

Jangan lupa saran dan kritiknya yah..

Seeya

#Ricchan  ..a 

My Tears [ END] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang