Agatha memijit pelan pinggulnya. Kejadian kemarin masih meninggalkan rasa sakit disekujur badan nya. Ia tak mengerti mengapa Brian melakukan hal itu padanya. Hari ini ia berencana mengunjungi apartemen Brian di lantai 25 untuk menanyakan langsung tentang kejadian kemarin. Agatha berlari kecil menuju lift, tak sabar untuk bertemu Brian
Sesampainya di lantai 25, dua bodyguard Brian melihat kaget ke arah Agatha, lalu saling berpandangan satu sama lain.
"Pagi non, tuan Brian nya ga di telpon dulu?" Tanya salah satu dari bodyguard itu.
Agatha tersenyum ke arah bodyguard itu, "Ga ah.. Emang Brian ga ada?"
"A.. Ada sih non.. Hehe"
Bodyguard itu membukakan pintu untuk Agatha. Agatha berlari ke arah kolam berenang yang terletak di balkon luar apartemen Brian. Ia mencoba memasukan sebelah kakinya ke dalam kolam renang itu namun terpeleset jatuh kedalam nya.
Agatha tertawa kecil dan naik ke atas, ia berlari kearah kamar Brian. Tubuh nya mulai menggigil.
"Briaaan pinjem anduuuuuk!" Sahutnya sembari membuka pintu kamar Brian.
Agatha membeku didepan pintu. Ia melihat Brian sedang mencium mesra seorang wanita yang tubuhnya hanya ditutupi selimut. Mereka kaget saat Agatha tiba-tiba masuk ke kamar Brian. Agatha melihat wajah perempuan itu dan otaknya berusaha menggali ingatan tentang wajah itu.
"Na... Nia? Romeo! Calon istri Romeo! Hai.." Agatha melambaikan tangan nya ke arah Nania yang dibalas dengan senyuman canggung dari Nania.
"Tha!" Panggil Brian yang sedang bertelanjang dada, "gue mau ngomong sama lu.." Lanjut Brian.
Brian menuntun Agatha masuk ke kamarnya dan mendudukan nya di sebuah sofa. Brian berjongkok di depan Agatha.
"Tha.. Dengerin gue baik-baik oke? Dulu gue pernah bilang kan? Kita pacaran sampe gue ngerasa bosen?"
Agatha mengangguk.
Brian melanjutkan, "sekarang gue bosen sama lu. Gue mau seriusin Nania, oke?"
Agatha hanya diam dan memandang Brian.
"Gue.. Bukannya gue ga sayang sama lu tha, jujur gue berat. Tapi.. Keluarga lu bisa ngelindungin lu sebaik gue dan gue percaya lu bakal baik-baik aja. Lu ga bakal kekurangan apapun tanpa gue. Iya kan tha? Gue bener kan tha?" Brian mengecup punggung tangan Agatha.
Agatha berusaha mencerna semuanya, "oke! Tapi aku masih boleh main kesini kan? Aku masih boleh..."
Agatha belum sempat menyelesaikan kalimatnya, tapi Brian sudah memotong nya.
"Ga tha.. Gue ga akan kesini lagi. Gue bakal tinggal di Amerika, lu ga bisa kesini lagi karena gue udah ga disini. Gue ga bisa.... Terlalu deket sama lu lagi tha. Lu ga boleh meluk gue lagi, nyium gue lagi.... Lu.... Musti tinggalin gue tha.. Sekarang hubungan kita sama kaya hubungan lu sama Budi.. Atau Romeo dan Orion.. Ga lebih dari itu tha, lu paham kan?"
Agatha mengangguk perlahan, badan nya mulai menggigil hebat.
"Tha.. Lu basah? Dingin ya tha? Lu ga boleh kediginan tha! Bentar gue ambil anduk dulu!"
Brian mulai panik dan mengambil handuk dari dalam kamar mandinya. Ia menutup tubuh Agatha dengan handuk itu sambil memeluk dan mengusap-ngusap tubuh Agatha. Agatha terus menggigigil tanpa sepatah kata pun.
"Tha? Lu ngomong dong! Lu jangan kaya gini! Agatha!!"
Tatapan Agatha kosong.
"Agatha!!" Panggil Brian dengan suara panik.
Agatha tak melihat kearah Brian, ia berdiri, melepas handuk itu dan berjalan menuju pintu. Brian mengikuti Agatha dari belakang sambil membawa handuk yang tadi dijatuhkan Agatha. Bahkan saat Agatha menaiki lift dengan tatapan wajah kosong, Brian masih mengikutinya. Agatha menekan lantai underground.
Brian terus memperhatikan Agatha yang bibirnya mulai membiru. Brian dengan cemas mulai mulai menggigit bibir bawahnya. Ia sangat khawatir pada Agatha.
Sesampainya di lantai underground tempat parkir mobil, Agatha merogoh kantung celana nya dan mengeluarkan sebuah kunci mobil. Ia berjalan menuju sebuah mobil sedan mewah berwarna putih dan menaiki mobil itu. Brian masih mengikutinya dan berhenti saat Agatha manaiki mobil tersebut. Mobil itu berjalan keluar dari gedung apartment.
***************************************
"Kamu sayang sama Agatha.. I can see that.. Are you okay?" Tanya Nania saat Brian kembali ke apartemen nya.
"Yeah, ini yang terbaik.. Dia bakal baik-baik aja sama keluarganya.. Gue musti ngelindungin lu.." Jawab Brian dengan tatapan kosong.
Brian mandi dan bersiap untuk pergi ke Amerika. Ia berencana menetap di Amerika bersama dengan Nania. Tiba-tiba handphone nya berdering, nama Budi tertera pada layar kaca telpon genggam itu.
"Ya bud?" Jawab Brian.
"Bri, this... This is bad.. Lu udah denger belom? Keluarga Adidharmo lagi genting!"
"Denger apa? Kenapa emang?"
"Ini berita dari mulut ke mulut tapi ini udah gue konfirmasi dan bener.. Bri sumpah kemaren gue becanda pas bilang... Bilang... Ya Tuhaaan!"
"Berita apa si bud?! Lu yang bener dong kalo ngomong!" Bentak Budi
"Mereka bilang Agatha meninggal bri gue ga percaya tapi gue konfirmasi ternyata bener bri, Agatha kecelakaan di jalan tol.."
Saat itu rasanya dunia kembali berhenti. Semua ini seperti terulang lagi untuk Brian.
"Becanda kali bud.. Ini mungkin akal-akalan nyokapnya aja... Bohong pasti.. Ga mungkin.."
"Gue juga mikir gitu bri.. Tapi gue liat sendiri mobil nya, gue tanya polisi sama pihak jasa marga dan bener.. Korban atas nama Agatha Larasati Adidharmo dan gue udah cek plat nomor mobil itu dan beneran itu mobil atas nama Agatha!"
"Mobil nya apa?" Tanya Brian
"Sedan BMW warna putih.."
"Fuck.."
Brian menjatuhkan handphone nya, kepalanya terasa pening. Ia berlari ke arah lift dan menekan tombol 9. Sesampainya di lantai 9, ia melihat orang-orang yang mulai mengeluarkan barang-barang dari dalam apartment Agatha.
"Ini... Mau dikemanain?" Tanya Brian pada salah seorang petugas pengangkut.
"Kami dapat perintah supaya barang-barang ini disumbangkan"
*Deg!
"Memang orang yang tinggal disini kemana?" Tanya Brian lagi.
"Maaf, saya ga bisa ngasih tau informasi ke orang asing.. Walaupun siapa si yang ga kenal Brian Brown ya.. Tapi maaf.. Hehe" jawab petugas wanita itu sambil tersenyum kearah Brian.
"Saya owner apartemen ini.." Jawab Brian singkat
"Oooh anaknya Mr. Brown toh! Owalaaah.. Non Agatha ya? Saya denger dia kecelakaan di tol, dia ga pake sabuk pengaman, jadi badan nya kelempar keluar mobil.. Katanya kaca depan mobil nya sampe bolong.."
"Tapi dia selamet kan? Iya kan?!"
"Maaf tuan, saya ga tau.. Tapi ini pertama kalinya saya liat ibu Liliana, ibu nya Non Agatha itu nangis. Ga pernah-pernah saya liat beliau nangis kaya gitu, sampe harus ditenangin sama kakak-kakak nya Agatha. Tapi saya ga berani ambil kesimpulan apa-apa.."
Saat itu, lutut Brian terasa lemas, ulu hatinya sakit. Ia ada disana saat Agatha menaiki mobilnya, ia seharusnya melihat saat Agatha tak memasang sabuk pengaman nya. Ia seharusnya menahan Agatha lebih lama, Agatha kedinginan mungkin itu yang membuatnya hilang fokus.
Brian terus menyalahkan dirinya akan hal ini. Untuk kesekian kali nya, Brian merasa ia ingin mengakhiri hidupnya. Ia ingin ikut bersama Agatha... Dan untuk pertama kalinya, ia memikirkan Agatha diatas segalanya... Termasuk Nania.
KAMU SEDANG MEMBACA
Posesif (Tamat)
ChickLitCerita cinta picisan tentang Agatha yang polos dan Brian yang kasar dan posesif. WARNING!!!! 1. Usia 18++ 2. Contain a lot of English 3. Baca sampe akhir, if you dare.. ? Ceritanya bersambung ke cerita baru berjudul: Harton Academy.
