IMAGINE
DREAM
HOPE
.
.
.
.
.
.
.
.
Cekidot!!!!!!
"Kriiiiiinnngggg"
Suara alarm yang menunjuk kan pukul 6 pagi berhasil membangunkan seonggok danging yang bertulang serta berjenis kelamin hidung gajah dalam gumpalan selimut hangat di dalam sebuah ruangan bernuansa putih hitam tersebut.
"Klik"
*Hoaaammmm.... "
Setelah mematikan alarm nya, ia pun beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya yang pasti.
Selesai dengan kegiatan mari-mandi-pagi nya, ia langsung menuju lemari pakaian untuk memakai seragam yang menjadi lambang bahwa dia adalah anak yang masih duduk di bangku SMA, tepatnya kelas 11 senior high school.
Selesai dengan pakaian ia langsung menuju satu-satunya jendela sekaligus pintu menuju arah balkon di kamarnya, tempat akses keluar masuknya udara segar serta matahari pagi yang begitu menenangkan.
"Pagi dunia... "Gumamnya pelan sambil sesekali menghirup dalam udara segar yang di bawa alam
Ketika asik dengan kegiatan kecilnya, ketukan pintu berhasil membuat nya kembali masuk kedalam ruang pribadinya tersebut.
*pagi tuan...maaf mengganggu anda sarapan sudah siap, tuan dan nyonya serta nona muda telah menunggu anda di ruang makan* ucap sang pelaku pengetukan tak lain dan tak bukan merupakan maid di kediaman laki-laki tersebut
*emh...baiklah*sahutnya lengkap dengan senyuman menawan yang ia ukir bersamaan ketika ia keluar menuju lantai tempat keluarga nya berada.
Sesekali para maid yang terlihat sibuk, membungkuk tanda menghormati tuan muda yang ramah tersebut. Ia hanya membalas dengan senyuman lembut yang tak ayal menciptakan semburat merah di kedua pipi para maid muda yang sedikit banyak menaruh rasa pada Putra tengah keluarga "AKABANE" yang begitu di segani oleh banyak orang.
Bukan di segani karena kesombongan atau hal buruk lainnya, tapi di segani karena kebaikan mereka serta ramah tamah yang di ciptakan oleh kepala keluarga tersebut.
*ohayou otou-san,okaa-san .... * sapa sang tuan muda ketika tiba di ruang makan yang sudah di hadiri oleh orang tua dan adiknya
*ohayou kayano-chan... Apa kau tidur nyenyak tadi malam?? * sambungnya pada adik perempuan nya tersebut
*emh,,,kau sendiri? *sahut kayano sambil menyuap sarapan nya
*tentu* jawab sang kaka lalu mulai melahap sarapan yang di buat oleh ibu nya sendiri.
Meski mereka memiliki banyak maid di rumah besar tersebut, nyonya besar mereka tidak pernah melupakan tugasnya sebagai istri sekaligus ibu dari anak-anak nya. Ia tetap merasa memiliki kewajiban menyiap kan segala sesuatu yang di butuh kan Putra Putri nya sehingga rasa Kasih sayang seorang ibu tak pernah kurang dari hati para keturunan Akabane.
*apa kegiatan kalian hari ini?? *tanya sang ibu lembut
*aku hanya akan pulang terlambat sampai satu minggu kedepan kaa-san, karena pertandingan cheers akan di adakan akhir minggu ini* sahut sang Putri lalu menghabiskan susu paginya
