[5] Curiousity

90 6 0

"Sedang memikirkan apa?" tiba-tiba saja Baekhyun menepuk pundaknya.

"Eh?" Serin tersadar dari lamunan dan mendapatkan Baekhyun yang sudah berdiri di sampingnya.

"Chanyeol mana?" tanya Baekhyun yang menyadari Serin berjalan sendirian dari tadi.

Ia sendiri baru tersadar kalau selama ini ia benar-benar berangkat sekolah sendirian tanpa Chanyeol. Serin mengangkat bahunya. Entahlah, ia sendiri tidak tahu dimana Chanyeol berada. Padahal biasanya mereka akan berpapasan di depan belokan rumahnya setiap akan berangkat sekolah.

Belakangan ini Chanyeol jarang sekali terlihat. Apakah ia merasa tidak enak karena hampir saja membahayakan Serin saat kejadian di atap waktu itu? Baekhyun juga kelihatannya akhir-akhir ini tidak berbicara dengan Chanyeol, sepertinya ia masih kesal. Entahlah, mereka bertiga seperti sedang memikirkan diri masing-masing.

Serin juga akhir-akhir ini sedikit tidak terlalu merespon sahabat-sahabatnya. Belakangan ini Serin terlihat agak diam, mungkin karena ada sesuatu yang terus menguasai pikirannya. Ia juga bingung kenapa ia harus selalu teringat sosok itu, pemilik sepasang mata tajam yang berhati dingin. Kenapa orang itu terus saja muncul di pikirannya. Serin sungguh membenci tatapan itu. Tatapan yang selalu mengintimidasinya.

Serin segera menggelengkan kepalanya, mencoba untuk menyingkirkan pikirannya dari lelaki menyebalkan itu. Ia hampir saja berhasil namun mendadak pandangannya menangkap sosok yang sangat ingin dihindarinya.

Do Kyungsoo, pria itu berada beberapa meter di depannya. Berbagai ide liar muncul di benak Serin, namun ia memilih untuk tidak peduli karena melihat sosoknya dari belakang saja sudah membuatnya malas.

Ia mendekatkan kepalanya ke telinga Baekhyun, "Baekhyun-ah, Do Kyungsoo itu- kau tahu seperti apa dia?" tanya Serin yang tiba-tiba penasaran.

Baekhyun langsung menatap Serin bingung karena gadis itu biasanya jarang bertanya mengenai orang yang bahkan ia tidak tahu wajahnya.

"Wae?" kemudian Baekhyun menunjuk ke arah depan menggunakan kepalanya. "Tuh, orangnya ada di depan, yang memakai backpack hitam polos-"

Serin melirik sebentar. Ia tahu betul sosok mana yang dimaksud Baekhyun. Memang benar itu orangnya, lelaki yang sama ketika berbicara dengannya kemarin.

"–dia itu ketua kedisiplinan sekolah." tambah Baekhyun setengah berbisik. "Tapi sepertinya banyak anak-anak yang tidak mengetahuinya. Mungkin karena tidak terlalu banyak yang mengenalnya dan setahuku ia selalu melakukan tugasnya diam-diam."

"Kenapa begitu?"

Baekhyun menarik napasnya seperti sedang berpikir. "Entahlah, mungkin karena ia pendiam. Aku pun jarang melihatnya bersama anak yang lain."

"Geurae? (benarkah?)" Serin menatap punggung Kyungsoo tajam dari kejauhan. Ketua kedisiplinan ya? Pantas saja suka mencampuri urusan orang. "Aku jadi penasaran." ujarnya sangat pelan.

"Mwo?" Baekhyun sedikit tidak mendengar ucapan Serin.

Serin menggeleng dengan cepat. "Aniya (tidak), bukan apa-apa."

***

Serin melihat Kyungsoo sedang duduk di salah satu bilik komputer di perpustakaan. Ia sudah mengamati gerak-gerik lelaki itu sepanjang jam istirahat ini. Serin sama sekali tidak menyadari bahwa ia terus saja kepikiran tentang lelaki bermarga Do itu. Awalnya ia sungguh membenci sikap Kyungsoo yang selalu dingin padanya dan ia juga dendam karena Kyungsoo lah yang membuat ia dan teman-temannya mendapat pengurangan poin karena laporannya itu.

Tapi semakin hari, perilaku Serin lebih seperti mengekori Kyungsoo kemana-mana. Lelaki itu sungguh misterius. Serin jadi merasa tertantang untuk mencari di mana kelemahannya. Walaupun yang ia lakukan saat ini lebih mirip seperti penguntit. Apakah ia justru malah terobsesi pada lelaki itu? Oh, konyol sekali, yang benar saja!

Universe in His EyesWhere stories live. Discover now