Setelah mengantar Agatha pulang ke apartment nya, Brian langsung menuju ke Apartemen Budi. Setelah Budi mempersilahkan nya masuk, Brian langsung memaki-maki Budi.
"Nania hidup?! Itu sebabnya lu larang gue makan malem sama keluarga Adidharmo? Bangsat lu!! Kenapa lu ga ngomong anjing?!"
Brian berjalan mondar-mandir di ruang TV dalam apartemen Budi.
"Lu bud.. Lu pindah apartemen sekarang! Lu musti jagain Agatha.. Gue ga tau apa yang bakal Liliana Sitompul lakuin setelah gue bilang kalo Agatha keguguran.."
"Shit! Lu bilang apa sama nyokapnya Agatha? Keguguran? Udah gila kali lo!!" Kali ini budi yang balas membentak Brian
"Dia duluan yang mulai, dia nuduh gue manfaatin Agatha yang lugu buat bales dendam. Karena emosi, yaudah gue bilang tentang rumor gue dan pacar gue yang keguguran di rumah sakit Amerika. Ya kali! Gue hampir mati jantungan pas liat Nania, boro-boro kepikiran bales dendam.."
Kini Brian membenamkan dirinya disebuah sofa besar.
"Tapi.. Gue takjub." Kata budi, "segini mah lo terbilang tenang bri.. Ngobat banyak ya lo?! Ntar kalo efeknya ilang baru dah lu nangis-nangis.."
Brian tiba-tiba terbatuk-batuk.
"Ehm, gue ga ngobat bud.. Gue.. Maksa Agatha buat ngelakuin hubungan sex sama gue sebelum dinner."
Budi hanya bisa melongo.
"Lo bilang Agatha ga mau ngelakuin hubungan itu!"
"Masalahnya, Agatha ga tau kalo yang gue lakuin ke dia itu... Ya sex"
Budi duduk disamping Brian dengan semangat dan berkata, "Udah gila lo Briaan!! Tell me everything bro!"
Brian baru mau membuka mulutnya, tiba-tiba handphone nya berdering.
"What?" Jawab Brian.
"Ngapain lu telpon gue?! Ga ada yang perlu diobrolin lagi!" Bentak Brian lagi.
Budi yang keheranan bertanya tanpa suara, mulutnya mengatakan "Siapa?"
Brian pun menjawab tanpa suara, "Nania".
Budi langsung menjentikan jarinya, "suruh sini, ke apartemen gue!"
"Fine.." Kata Brian pada Nania yang ada disebrang sana. "Lu bisa dateng ke apartemen Budi, gue lagi ada di apartemen Budi. Gue tunggu!"
***************************************
Nania duduk di sofa dan berhadapan dengan Brian dan Budi. Nania memainkan kukunya, wajahnya tertunduk.
"How dare you?!" Tanya Brian dengan suara yang sinis.
Nania menatap wajah Brian dengan mata yang berkaca-kaca. "Mama kamu bri, mama kamu ga suka kalo aku pacaran sama kamu dan mencoba mencelakakan aku. Orang tua aku mau ngelaporin itu ke polisi, tapi mama kamu... Mama kamu bawa ibu Liliana Sitompul sebagai pengacara nya." Nania mulai menangis.
Nania melanjutkan sambil menangis terisak, "seandainya kamu tau siapa ibu Liliana Sitompul itu.. Dia itu, manipulatif dan aku kemakan omongan nya. Dia bilang, sampai kapan pun aku ga mungkin sama kamu Brian. Kamu dan keluarga kamu terlalu tinggi buat aku dan ibu Liliana bilang sama aku, cara satu-satu nya adalah menjadi sukses dengan cara sendiri. Semua orang tau, Liliana Sitompul memulai semuanya dari nol. Dari orang yang dihina jadi orang yang dihormatin sama semua orang, dan aku percaya! Aku percaya Liliana Sitompul dan aku itu sama. Demi kamu bri, demi kamu aku mau menjemput sukses aku sendiri. Karena aku cinta sama kamu Brian!!"
Nania menangis sejadi-jadi nya dan melanjutkan, "tapi ibu Liliana mengarahkan aku untuk jadi pengacara dan aku percaya kalo beliau bisa bawa aku sukses dengan cara ini. Aku belajar mati-matian, aku ga mikirin apa-apa lagi selain belajar dan aku berhasil jadi lulusan terbaik. Aku mau balik ke kamu, aku liat kamu udah tenar jadi seorang Brian Brown dan aku ikut bahagia buat kamu. Tapi... Ibu Liliana bilang bahwa kalo aku balik lagi sama kamu, aku bakal ngancurin kamu. Ibu Liliana ngasih foto-foto waktu kamu lagi di psikiater dan aku hancur liatnya! Seandainya kamu tau, kalo aku menyesal udah bohongin kamu... Akhirnya ibu Liliana memasukan aku ke firma hukum paling bagus di inggris dan itu sukses bikin aku sibuk luar biasa. Aku liat kamu di tv, aku beli semua album kamu, aku bahagia banget karena album pertama kamu didedikasikan untuk aku dan percaya sama aku Brian... Berkali-kali aku nekat pengen ke rumah orang tua kamu di Inggris pas hari ulang tahun kamu tapi aku takut.. Aku terlalu pengecut.. Aku terlalu takut kalo aku bakal nyakitin kamu lagi Brian.."
Nania masih terus menangis. Brian dan Budi hanya bisa menatap tak percaya.
"Aku sempet nekat pas ulang tahun kamu tahun ini.." Lanjut Nania. "Aku dateng ke rumah orang tua kamu, ternyata taun itu kamu ga bisa dateng. Kamu bisa bayangin? Betapa marahnya Mama kamu sama aku? Dia ngancem bakal ngancurin karir aku. Bahkan setelah aku jadi pengacara handal, Mama kamu masih benci sama aku. Aku ga punya pilihan lain selain minta tolong sama ibu Liliana dan beliau bilang semua itu mudah kalo aku mau menikah dengan Romeo Adidharmo. Aku setuju.. Lagi pula aku denger di infotainment kalo kamu ga dateng ke acara ulang tahun kamu di Inggris karena pacar kamu sakit, sebagian ada yang bilang karena pacar kamu keguguran. Aku hancur dan lebih hancur lagi saat ngeliat kamu dengan sayang mencium pipi Agatha.. Calon adik ipar aku sendiri"
"Sekarang kamu benci sama aku?!" Bentak Nania. "Bilang ke aku, aku musti gimana Brian? Aku udah ga tau lagi harus lari kemana!" Teriak Nania sambil menangis.
Brian langsung berdiri dan berlari ke arah Nania. Ia berlutut dan memeluk Nania dengan erat.
"Gue.. Aku.." Kata Brian,"aku ga tau kalo kamu semenderita ini" kata Brian sambil mengecup sayang dahi Nania. "Aku bakal lindungin kamu, kamu ga usah takut"
Nania balas memeluk Brian, "what about Agatha? Dia pacar kamu kan? Aku ga mau buat Liliana Sitompul tambah marah.. Kalo kita sama-sama lagi, bakal ada dua Adidharmo yang akan kita sakitin.. Agatha dan Romeo"
"Gue bakal cari cara buat mutusin Agatha secara baik-baik dan Romeo.. Gue yakin dia bakal mikir dua kali kalo mau nyerang gue".
Budi hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya setelah melihat semua yang terjadi didepan matanya sendiri.
"This is huge." Kata Budi, "Agatha probably will be dead, Romeo's pride will be hurt and Liliana.... Lo bakal maksa Liliana Sitompul berevolusi dari mother monster jadi the last monster you probably wanna fuck with"
"Pokemon?" Tanya Nania sambil tersenyum ke arah Budi.
"Trust me.. Liliana Sitompul is not as cute as a pokemon" jawab Budi masih sambil menggeleng-geleng kan kepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Posesif (Tamat)
ChickLitCerita cinta picisan tentang Agatha yang polos dan Brian yang kasar dan posesif. WARNING!!!! 1. Usia 18++ 2. Contain a lot of English 3. Baca sampe akhir, if you dare.. ? Ceritanya bersambung ke cerita baru berjudul: Harton Academy.
